Paus

Berbicara spontan dengan peserta sebuah konvensi, yang diselenggarakan oleh Kongregasi untuk Hidup Bakti, pada hari Jumat 4 April 2018, Paus Fransiskus mendesak kaum religius pria dan wanita untuk menumbuhkan komitmen radikal kepada Tuhan dan memahami bimbingan Roh Kudus.

Paus Fransiskus menerima para peserta itu dalam audiensi di Aula Paulus VI pada pukul 10.30 pagi. Konvensi internasional itu dilakukan di Universitas Kepausan Antonianum dari tanggal 3 hingga 6 Mei 2018.

Seraya mengatakan bahwa roh adalah “pengarang keanekaragaman” dan “pencipta persatuan” dalam Tubuh Kristus, Paus Fransiskus berbicara tentang apa yang dia sebut tiga P (bahasa Inggris) dalam kehidupan religius yakni prayer (doa), poverty (kemiskinan) dan patience (kesabaran).

Doa, kata Paus, berarti selalu kembali kepada Dia, yang pertama-tama memanggil kita untuk meninggalkan segalanya dan mengikuti Dia. Komitmen radikal ini, kata Paus, “berarti meninggalkan keluarga, karier, dan segala sesuatu yang kita sayangi.” Paus menunjuk Bunda Teresa sebagai contoh dari wanita hidup bakti yang selalu menghabiskan waktu bersama Tuhan dalam doa, meskipun banyak masalah dan tantangan yang dia hadapi.

Paus Fransiskus juga berbicara tentang kemiskinan, yang tanpa itu tidak ada hasil dalam hidup religius. “Iblis memasuki hidup kita melalui kantong-kantong kita, dan semangat kemiskinan menjaga kita dari keduniawian yang mengarah pada kesombongan dan kebanggaan,” kata Paus.

Akhirnya, Paus berbicara tentang pentingnya kesabaran guna menghadapi penderitaan dan kesulitan dunia, termasuk kurangnya panggilan untuk kehidupan religius. “Tanpa kesabaran, kita menjadi lelah dan menutup hati terhadap rahmat Tuhan dalam semacam euthanasia spiritual,” kata Paus seraya mengingatkan cara Tuhan mendesak Abraham dan istrinya Sarah untuk bersabar, bahkan di usia tua mereka. Dengan cara yang sama, kata Paus, “melalui kesabaran, kemiskinan dan doa, Tuhan akan membawa buah dalam kehidupan pribadi dan masyarakat kita.” (paul c pati berdasarkan Vatican News)

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.