Paus Fransiskus: Sinode Keluarga, 5–19 Oktober 2014

synodPengantar Redaksi Laporan ini ditulus oleh Iacopo Scaramuzzi. Kami membagi laporan ini dalam bahasa Indonesia bagi audiens pembaca di tanahair. ————————- PAUS Fransiskus telah memilih dan melengkapi semua peserta Sinode Luar Biasa tentang Keluarga yang akan berlangsung di Vatikan tanggal 5–19 Oktober mendatang. Di samping peserta resmi yang berhak hadir sesuai dengan Hukum Gereja, Paus […]

synod

Pengantar Redaksi
Laporan ini ditulus oleh Iacopo Scaramuzzi. Kami membagi laporan ini dalam bahasa Indonesia bagi audiens pembaca di tanahair.

————————-

PAUS Fransiskus telah memilih dan melengkapi semua peserta Sinode Luar Biasa tentang Keluarga yang akan berlangsung di Vatikan tanggal 5–19 Oktober mendatang. Di samping peserta resmi yang berhak hadir sesuai dengan Hukum Gereja, Paus secara pribadi mengangkat 26 peserta sinode, termasuk kardinal dan uskup yang menduduki jabatan di lembaga-lembaga Vatikan; dan partisipan lain yang tidak memiliki hak suara: delegasi dari Gereja-gereja Kristen lain, maupun para pengamat ahli, termasuk 13 pasang suami-isteri.

Kardinal Gianfranco Ravasi (ahli Kitab Suci) bertugas untuk menulis pesan akhir.

Sinode Luar Biasa ini – yang ketiga kalinya diadakan sejak lembaga sinodal ini didirikan setelah Konsili Vatikan II – akan membahas tema: Tantangan Pastoral Keluarga dalam konteks Evangelisasi.

Sinode ini akan diikuti 253 peserta. Ada 192 peserta sinode yang mempunyai hak suara. Dari jumlah itu ada 162 yang secara ex officio adalah peserta sinode yaitu karena mereka adalah: Para Uskup Ketua dari 144 Konferensi Waligereja; 25 kepala discateri dari Curia Roma; 13 kepala Gereja Ritus Timur;

Termasuk tentu saja Perhimpunan para kepala lembaga Vatikan:
• Sekretaris Jendral Sinode: Kardinal Lorenzo Baldisseri
• Wakil Sekjen: Mgr. Fabio Fabene;
• Ketua delegasi Perancis: André Vingt-Trois;
• Delegasi Filipina: Luis Cardinal Antonio Tagle;
• Delegasi Brasilia: Raymundo Damasceno Assis.
• Relator Jenderal: Kardinal Peter Erdo dari Hungaria;
• Sekretaris khusus: Mgr. Bruno Forte.

Dan para anggota komisi yang akan memberikan masukan-masukan dalam Sinode yang nama-nama mereka sudah diumumkan hari ini:
• Ketua, Kardinal Gianfranco Ravasi;
• Sekretaris: Mgr. Victor Manuel Fernandez,
• Rektor Universitas Katolik Pontifikal di Argentina.

Dan ditambahkan pula: wakil-wakil dari pemimpin tarekat religius:
• Superior General Jesuit: Adolfo Nicolas;
• Minister Jendral Fransiskan Kapusin: Mauro Joehri;
• Superior jendral dari Murialdo Josephines, Mario Aldegani.

Hari ini, Tahta Suci mengumumkan nama-nama peserta Sinode Luar Biasa tentang keluarga mulai dari 26 anggota yang ditunjuk oleh Paus sendiri.

Dengan ini Paus Fransiskus menginginkan suatu diskusi terbuka di antara pelbagai orang dan pelbagai pendapat tentang keluarga. Diskusi itu mencakup juga isu-isu kontroversial seperti: mengizinkan orang katolik yang sudah bercerai untuk boleh sambut ekaristi, pembatalan nikah, kontrasepsi, teori gender, dan pastoral bagi pasangan sesama jenis.

Paus Fransikus telah mengangkat Kardinal Sodan, Danneels, Kasper, Scola (Milano), Caffarra, Martinez Sistach (Barcelona), Vingt Trois (Paris) Tong Hong (Hong Kong) Tempest (Rio de Janeiro) Yeom Soo Jung (Seoul), Ouedraogo (Burkina Faso), Sebastian Aguilar, Sgreccia, Bertello, (Kardinal Ruini dan Bertone tidak termasuk dalam peserta Sinode); Kardinal Aguilar Retes (Mexico), Couto (Delhi) Mgr. Pinto (Dekan Rota Romana) P. François-Xavier Dumortier SJ (Rektor Gregoriana) dan Antonio Spadaro (Direktur majalah Jesuit La Civiltà Cattolica.) P. Manuel Jesus Arroba Conde (dosen hukum Gereja di Universitas Lateran).

Diumumkan pula 16 nama ahli (di antara mereka ada pasangan Italia, mantan Ketua Aksi Katolik Italia Franco Miano dan isterinya Giuseppina De Simon, yang mengajar filsafat di Universitas Napoli. Ada lagi: 38 pengamat (13 pasang suami-isteri) 12 orang yang masih single; dan 8 delegasi dari Gereja kristen lain, termasuk Patriark Metropolis dari Mascow, Hilarion.

“Proses jalannya Sinode itu akan dibagi dalam dua tahap: Tahap Sidang Sinode Luar Biasa tahun 2014 dan Sidang Sinode Biasa tahun 2015.

Sebuah metodologi baru akan dipakai untuk menciptakan suatu pertemuan yang lebih dinamis dan memberikan dorongan kepada para partisipan untuk berbicara dan memberikan kesaksian-kesaksian yang akan menunjukkan kesinambungannya dengan Sinode Tahap Kedua. Sebuah dokumen sinodal akan diterbitkan pada akhir diskusi tersebut.”

Demikian penjelasan Kardinal Baldisseri yang diterbitkan dalam L’Osservatore Romano.

Kriteria bagi suatu pembaruan adalah: pertama untuk menyelesaikan “gambarnya”, kemudian: membingkainya.

Synode artinya “berjalan bersama-sama; itu adalah ungkapan yang dipakai untuk menunjuk suatu tempat dalam Gereja di mana orang-orang berjumpa dan berefleksi bersama dengan iman akan Allah dan manusia, tentang tantangan-tantangan keluarga dewasa ini.

Tujuan Synode Luarbiasa ini adalah: untuk memaparkan kepada dunia dewasa ini: Keindahan dan Nilai-nilai lembaga Keluarga yang disampaikan oleh pewartaan Yesus Kristus yang menghalau ketakutan dan memberikan pengharapan.

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply