Paus Fransiskus berdoa kepada Perawan Maria Foto oleh Antoine Mekary | ALETEIA

Paus Fransiskus berdoa kepada Perawan Maria
Foto oleh Antoine Mekary | ALETEIA

Kita semua berdoa Salam Maria, tetapi berapa banyak dari kita yang tahu artinya yang sebenarnya? Apa yang sebenarnya dikatakan oleh doa itu?


Dalam buku, “Maria, Bunda Semua” (María, Mamma di tutti), Paus Fransiskus sendiri mengajarkan kepada kita arti dari kata-kata dalam doa penting ini.


Penuh Rahmat


Malaikat Gabriel menyebut Maria “penuh karunia” (Luk 1:28). Dalam dirinya, jelas Paus, “tidak ada tempat untuk dosa, karena Tuhan telah memilih dia dari segala kekekalan untuk menjadi ibu Yesus, dan telah membebaskannya dari dosa asal.”


“Sabda menjadi daging di dalam rahimnya. Kita, juga, diminta untuk mendengarkan Allah, yang berbicara kepada kita, dan untuk menerima kehendak-Nya. Tuhan selalu berbicara kepada kita.”


Tuhan sertamu


Yang terjadi secara unik dalam Perawan Maria, kata Paus Fransiskus, “juga terjadi dalam tingkat spiritual dalam diri kita ketika kita menerima Sabda Tuhan dengan hati yang baik dan tulus, dan mempraktekkannya. Yang terjadi seolah-olah Tuhan menjadi daging dalam diri kita. Dia datang untuk tinggal dalam diri kita, karena Dia membuat rumah-Nya dalam diri mereka yang mengasihi Dia dan mematuhi Sabda-Nya. Tidaklah mudah memahami hal ini, tetapi, ya, mudah merasakannya di dalam hatimu.”


“Apakah kita mengira bahwa inkarnasi Yesus hanyalah peristiwa masa lalu, yang tidak mempengaruhi kita secara pribadi? Percaya kepada Yesus berarti memberikan tubuh kita kepada-Nya, dengan kerendahan hati dan keberanian yang sama seperti Maria.”


Terpujilah engkau di antara wanita


Bagaimana Maria menjalani imannya? Paus menjawab pertanyaan itu dengan mengatakan bahwa “Dia menjalani imannya dalam kesederhanaan dari banyak pekerjaan sehari-hari serta kekhawatiran setiap ibu, misalnya menyediakan makanan dan pakaian, dan mengurus rumah … Justru, keberadaan normal Perawan Maria inilah yang menjadi dasar berkembangnya hubungan istimewa dan dialog mendalam antara dia dan Tuhan, antara dia dan Putranya.”


Terpujilah buah tubuhmu, Yesus


Maria mau menerima, tetapi tidak pasif, jelas Paus Fransiskus.


“Sama seperti dia menerima kuasa Roh Kudus secara jasmani, tetapi kemudian memberikan tubuh dan dan darah kepada Putera Allah yang bertumbuh dalam dirinya, demikian juga secara spiritual, dia menerima kasih karunia dan menanggapinya dengan iman. Karena alasan ini, Santo Agustinus mengatakan bahwa Perawan Maria ‘mengandung di dalam hatinya sebelum di rahimnya.’ Pertama-tama dia mengandung iman, dan kemudian Tuhan.”


Santa Maria, Bunda Allah


Bunda Penebus, lanjut Paus, “mendahului kita dan senantiasa menguatkan iman kita, panggilan kita, dan misi kita. Dengan teladan kerendahan hati dan kesiapannya untuk mematuhi kehendak Tuhan, dia membantu kita menerjemahkan iman kita menjadi pewartaan Injil yang penuh sukacita, tanpa batas.”


Doakanlah kami yang berdosa ini


Untuk menjelaskan arti dari bagian doa ini, Paus Fransiskus menceritakan suatu anekdot:


“Saya ingat suatu peristiwa, di Tempat Ziarah Lujan, saya berada di ruang pengakuan dosa, yang di depannya ada antrean panjang. Ada juga seorang pria muda yang sangat modern, dengan anting-anting, tato, semua … Dan dia datang mengatakan kepada saya apa yang sedang terjadi dengan dirinya. Masalahnya besar, sangat sulit. Dan dia berkata kepada saya, ‘Saya ceritakan semua ini kepada ibu saya, dan ibu saya mengatakan: Pergilah kepada Perawan Maria Terberkati dan dia akan memberi tahu apa yang harus kaulakukan.’ Nah, itulah wanita yang punya karunia nasihat. Dia tidak tahu bagaimana menyelesaikan masalah putranya, tetapi dia menunjukkan jalan yang benar: pergilah ke Perawan Maria Terberkati, dan dia akan mengatakan kepadamu. Inilah karunia nasihat. Wanita yang rendah hati dan sederhana itu memberi putranya nasihat terbaik. Bahkan, pria muda itu berkata kepada saya, ‘Saya memandang Perawan Maria Terberkati dan saya merasa harus melakukan ini, ini, dan ini …’ Saya tidak tidak perlu berbicara; ibunya dan pria muda itu sendiri telah mengatakan segalanya. Inilah karunia nasihat. Kalian, ibu-ibu, yang memiliki karunia ini: mohonlah agar karunia itu diberikan kepada anak-anak kalian. Karunia menasehati anak-anak kalian adalah karunia dari Tuhan.”


Sekarang, dan waktu kami mati


Marilah kita mempercayakan diri kita kepada Maria, kata Paus Fransiskus, “agar dia, sebagai Ibu dari kakak sulung kita, Yesus, dapat mengajarkan kepada kita untuk memiliki semangat keibuan yang sama terhadap saudara-saudara kita, dengan kemampuan tulus untuk menerima, untuk memaafkan, untuk memperkuat, dan untuk menanamkan kepercayaan dan harapan. Dan inilah yang dilakukan seorang ibu.”


Jalan Maria menuju Surga dimulai “dengan ‘ya’ yang dia bicara di Nazareth, dalam menanggapi Utusan surgawi yang memberitahukan kehendak Tuhan kepadanya. Dalam kenyataannya, yang sebenarnya adalah: setiap ‘ya’ kepada Tuhan adalah langkah menuju Surga, menuju kehidupan kekal.”(paul c pati berdasarkan tulisan Gelsomino Del Guercio, Aleteia)

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.