Paus Fransiskus mengangkat Pastor Paulinus Yan Olla MSF sebagai Uskup Tanjung Selor

Paulinus Yan Olla MSF2


Hari ini, 22 Februari 2018, Kantor Pers Vatikan melaporkan bahwa Paus Fransiskus telah mengangkat Rektor Mahasiswa Teologi MSF di Malang, Pastor Paulinus Yan Olla MSF, yang lahir tanggal 22 Juni 1963 di Seom-Eban, Keuskupan Atambua, Timor Barat, sebagai Uskup Tanjung Selor.


Setelah melewati pendidikan seminari menengah di Laian, Atambua, dan kemudian Seminari Tinggi  di Yogyakarta itu, serta menyelesaikan pendidikan filsafat dan teologi di Fakultas Kepausan Weda Bhakti Yogyakarta, dan mengikrarkan kaul kekal dalam dalam Kongregasi Misionaris Keluarga Kudus (MSF), dia ditahbiskan imam tanggal 28 Agustus 1992.


Jabatan yang pernah diembannya adalah Kepala Paroki Keluarga Kudus Banteng, Semarang (1992-1994), Koordinator Komisi Keluarga Keuskupan Agung Samarinda (1993-2005), Rektor Seminari Don Bosco Minor di Samarinda (1995-1997), Kepala Paroki Buna Maria di Banjarbaru dan Direktur Postulat MSF di Banjarbaru (Keuskupan Banjarmasin) (1997-2000).


Saat studi teologi spiritual di Theresianum, Roma (2000-2004), Pastor Paulinus Yan Olla MSF menjadi asisten umum MSF di Roma (2001-2007) dan sekretaris jenderal MSF di Roma (2007-2013). Sejak 2013, imam itu menjadi Rektor Mahasiswa Teologi MSF di Malang, dan sejak tahun 2014 menjadi Koordinator Komisi Keluarga Keuskupan Malang, dan Dosen Spiritual di Sekolah Tinggi Filsafat Teologi Widya Sasana Malang.


Keuskupan Tanjung Selor berdiri tanggal 9 Januari 2002 sebagai pemekaran dari Keuskupan Samarinda. Uskup pertama untuk keuskupan ini adalah Mgr Yustinus Tarmana Harjosusanto MSF. Namun Uskup itu diangkat sebagai Uskup Agung Samarinda sejak 16 Februari 2015. Sejak itu, sede vacante (tahta kosong) keuskupan itu tetap diisi oleh Mgr Harjosusanto sebagai Administrator Apostolik.


Keuskupan Tanjung Selor mencakup Kalimantan Utara yang mencakup Kota Tarakan, Kabupaten Berau, Kabupaten Bulungan, Kabupaten Timur Tana Tidung, Kabupaten Malinau dan Kabupaten Nunukan.


Berdasarkan data tahun 2014, keuskupan itu memiliki 51.582 umat Katolik di antara 944.148 penduduk di wilayah itu. Mereka terbagi dalam 15 paroki dan dilayani oleh lima imam praja dan 18 imam religius.(pcp)

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: