Paus Fransiskus mencela “momok modern” perdagangan manusia

Paus bertemu anggota-anggota Santa Marta Group (Vatican Media)

Paus bertemu anggota-anggota Santa Marta Group (Vatican Media)

Paus Fransiskus menerima anggota Santa Marta Group, sebuah organisasi yang didedikasikan untuk memberantas perdagangan manusia dan perbudakan modern tanggal 9 Februari 2018 dengan mengatakan bahwa perdagangan manusia adalah “momok modern, yang terus menyebabkan penderitaan manusia yang tak terhingga.”

Santa Marta Group adalah sebuah aliansi kepala-kepala polisi internasional dan para uskup dari seluruh dunia yang bekerja sama dengan masyarakat sipil dalam proses yang didukung oleh Paus Fransiskus untuk memberantas perdagangan manusia dan perbudakan modern. Kelompok yang dalam minggu ini menyelenggarakan konferensi kelima di Roma itu dikembangkan oleh Konferensi Waligereja Inggris dan Wales.

Dalam sambutannya kepada para peserta konferensi, Paus Fransiskus berharap, seperti dilaporkan oleh Christopher Wells dari Vatican News, agar hari-hari refleksi dan pengalaman bersama mereka semakin menerangi keterkaitan antara aspek global dan lokal dalam perdagangan manusia. “Sungguh memalukan kami” bahwa perdagangan manusia semakin meluas dibandingkan sebelumnya, terutama dalam masyarakat yang lebih makmur.

Paus lalu fokus pada upaya-upaya untuk mengeksplorasi “berbagai bentuk keterlibatan masyarakat untuk mentolerir, dan mendorong, terutama berkaitan dengan perdagangan seks, eksploitasi pria, wanita dan anak-anak yang rentan”

Paus mengatakan, masyarakat tidak hanya harus “membongkar struktur jahat” yang membuat perdagangan manusia, tapi juga harus menyelesaikan masalah-masalah lebih besar yang menciptakan lingkungan yang membolehkan perdagangan manusia berkembang. Secara khusus, Paus menunjuk “penggunaan bertanggung jawab terhadap teknologi dan media komunikasi” serta pentingnya mempersoalkan model-model ekonomi yang cenderung “mengambil keuntungan atas orang.”

Paus percaya, “diskusi kalian di hari-hari ini akan juga membantu meningkatkan kesadaran akan meningkatnya kebutuhan untuk mendukung para korban kejahatan ini dengan menyertai mereka untuk kembali ke masyarakat dan untuk memulihkan martabat manusia mereka.”

Paus mengatakan, Gereja bersyukur “atas segala upaya yang dilakukan untuk membawa balsem belas kasih Tuhan kepada orang yang menderita, karena ini juga merupakan langkah penting dalam penyembuhan dan pembaharuan masyarakat secara keseluruhan.” Paus juga mendorong peserta agar dalam karya mereka ditingkatkan kesadaran akan perlunya mendukung para korban perdagangan manusia.(pcp berdasarkan Vatican News)

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply