Paus Fransiskus membasuh kaki tahanan di penjara Regina Coeli Roma

cq5dam.thumbnail.cropped.750.422 (4)

Saat Mengenang Perjamuan Tuhan dalam Misa Kamis Putih, Paus Fransiskus membasuh kaki tahanan beragama Katolik, Islam, Buddha dan Kristen Ortodoks, seraya mengenang cara Yesus membasuh kaki ke-12 muridnya sebelum bersama-sama merayakan Perjamuan Terakhir bersama mereka.

Sejak awal kepausannya, Paus Fransiskus memilih untuk merayakan Misa Mengenang Perjamuan Tuhan di luar Vatikan, seraya mendatangi ke pusat-pusat penahanan dan rumah orang cacat untuk membasuh kaki para tahanan, pengungsi dan orang-orang terpinggirkan lainnya. Ini adalah tradisi yang dimulainya ketika menjadi Uskup Agung Buenos Aires. Di sana, dia secara teratur merayakan liturgi Kamis Putih di penjara lokal.

“Aku orang berdosa seperti kalian. Tetapi hari ini saya mewakili Yesus,” kata Paus Fransiskus tanpa teks kepada para tahanan di Penjara Regina Coeli, Roma, 29 Maret 2018. Paus meminta agar saat kaki mereka dibasuh olehnya, hendaknya mereka memikirkan kenyataan bahwa “Yesus mempertaruhkan nyawa-Nya menerima seorang pendosa yang datang kepada saya untuk mengatakan bahwa dia mencintai saya. Ini adalah pelayanan. Ini adalah Yesus. Sebelum memberi dirinya kepada kita dalam tubuh dan darah-Nya, Yesus mempertaruhkan dirinya untuk masing-masing kita – mempertaruhkan dirinya dalam pelayanan – karena dia begitu mencintai kita.”

Regina Coeli adalah penjara tertua dan paling terkenal di Roma, yang dihuni narapidana lebih 60 bangsa berbeda. Penjara, yang sangat dekat dengan Vatikan, sepanjang tepian Sungai Tiber, itu dibangun di situs sebuah biara abad ke-17 yang diubah menjadi penjara di akhir abad ke-19.

Seperti penjara lainnya di Italia, penjara itu menjadi berita utama karena masalah kepadatan dan tingkat bunuh diri yang tinggi. Dalam kunjungannya, Paus akan memberi salam kepada narapidana, mengunjungi yang sakit di ruang perawatan penjara dan bertemu dengan tahanan yang ditahan di sebuah bagian bagi tahanan yang membutuhkan perlindungan khusus selama penahanan mereka.

Sebagai bagian dari perayaan Misa di sana, Paus berlutut dengan membawa handuk dan baskom air untuk mencuci kaki dua belas narapidana, meneladani gerakan kerendahan hati dan pelayanan Yesus.

Dua belas orang, yang dipilih oleh otoritas penjara, berasal dari Italia, Filipina, Maroko, Moldavia, Columbia, Nigeria dan Sierra Leone. Delapan dari mereka beragama Katolik, sementara dua beragama Islam, satu beragama Buddha dan satu lagi Kristen Ortodoks.

Di tahun 2013, tidak lama setelah terpilih sebagai Paus, Paus Fransiskus mengunjungi pusat penahanan kaum muda. Di sana Paus memilih, untuk pertama kalinya, mencuci kaki beberapa wanita dan orang non-Kristen, yang menyebabkan perubahan dalam peraturan liturgi yang ditetapkan dalam Missale Romawi. Paus juga bertemu dengan pria dan wanita di pusat-pusat penahanan di sebagian besar kunjungan pastoralnya di luar negeri.

Paus Fransiskus adalah Paus keempat yang mengunjungi Regina Coeli. Paus yang sebelumnya pernah juga mengunjungi penjara Regina Coeli adalah Paus Yohanes XXIII di tahun 1958, Paus Paulus VI di tahun 1964, dan Paus Yohanes Paulus II di tahun 2000.(paul c pati berdasarkan Vatican News)

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: