Paus Fransiskus: “Hidupku Tinggal 2-3 Tahun Lagi” dan Segera Pensiun

Pope Francis visits South Korea - 18 Aug 2014TIBA-tiba saja Paus Fransiskus bicara tentang kematiannya sendiri. Ini terjadi dalam penerbangan pulang dari Korea Selatan menuju Roma usai menghadiri perayaan iman 6th Asian Youth Day di Negeri Ginseng akhir pekan lalu. Laporan CNN hari Selasa (19/8/2014) menjelang tengah malam menyebutkan tiba-tiba saja Paus Fransiskus yang selama ini dikenal sangat energik, spontan, dan tidak ketat […]

Pope Francis visits South Korea - 18 Aug 2014

TIBA-tiba saja Paus Fransiskus bicara tentang kematiannya sendiri. Ini terjadi dalam penerbangan pulang dari Korea Selatan menuju Roma usai menghadiri perayaan iman 6th Asian Youth Day di Negeri Ginseng akhir pekan lalu.

Laporan CNN hari Selasa (19/8/2014) menjelang tengah malam menyebutkan tiba-tiba saja Paus Fransiskus yang selama ini dikenal sangat energik, spontan, dan tidak ketat mengikuti protokoler –hingga popularitasnya langsung mencuat—bicara tentang masa depan ‘suram’ hidupnya di ambang kematian.

“Saya hanya punya  waktu dua sampai tiga tahun hidup,” katanya kepada para wartawan dalam penerbangan pulang dari Korsel menuju Roma.

Paus menyebutkan dirinya punya masalah kesehatan yang berkaitan dengan sistem syaraf, selain tentu saja beliau hanya punya satu paru-paru sejak masih menjadi frater muda Jesuit. Ia kepikiran akan mengikuti jejak pendahulunya Paus Benedictus XVI yang memutuskan pensiun sebelum wafat.

Sejarah Gereja mencatat, masa jabatan Paus tidak terbatas alias boleh menduduki Tahta Suci hingga akhir hidupnya. Namun, Paus Benedictus XVI membuat ‘sejarah baru’: ia mundur karena alasan kesehatan dan usia sepuh. Ini terjadi pertama kali dalam kurun waktu hampir sepanjang 600 tahun Sejarah Gereja.

Rupanya, opsi mengundurkan diri karena alasan kesehatan yang pernah ditempuh Paus Benedictus akan diikuti Paus Fransiskus.

Paus asal Argentina ini menyebut dirinya hanya punya waktu sangat pendek –dua sampai tiga tahun lagi—untuk memimpin Gereja Katolik Semesta.

Ketika didesak awak media mengapa tiba-tiba Paus ‘tertarik’ membicarakan kematiannya sendiri daripada popularitasnya yang semakin menjulang, Uskup Kota Roma yang dulu dikenal sebagai Kardinal Jorge Maria Bergoglio berujar pendek. “Yang saya pikitkan tak lain adalah dosa dan kesalahan saya; sama sekali tidak pernah mikirin kalau saya ini orang penting,” jawabnya.

Paus Fransiskus by the Independent

Paus Fransiskus dalam penerbangan pulang dari Korsel menuju Roma usai menghadiri 6th Asian Youth Day di Korea Selatan. (Courtesy of the Independent)

Lalu dengan senyuman khasnya, Paus menambahkan: “Itu karena saya tahu diri bahwa (kematianku) itu sudah dekat, mungkin 2-3 tahun lagi saya harus berpulang ke Rumah Bapa.”

Laporan CNN semalam sembari mengutip beberapa sumber penting di Vatikan memang menyebutkan, Paus beberapa kali sudah menyinggung soal kesehatannya dan mungkin sekali hidupnya tidak akan panjang lagi.

Paus bahkan dengan sangat meyakinan mengatakan, kalau kondisi kesehatannya sudah tidak memungkinkan lagi untuk menduduki Tahta Suci maka beliau tidak akan ragu lagi lengser keprabon.

“Kalau Anda sekalian menanyai saya kalau saja di kemudian hari saya tak mampu lagi bekerja, lalu apakah saya akan menempuh langkah sama (seperti pendahulu saya Paus Benedictus XVI)? Tentu saja, itu akan saya lakukan dan Paus Benedictus sudah mengawali tradisi yang baik,” ujarnya tanpa ragu.

Paus menyebutkan, tim dokter Vatikan sering mendesak beliau untuk tidak banyak melakukan perjalanan, begitu ketahuan beliau mengalami problem kesehatan hingga terpaksa membatalkan beberapa agenda perjalanan. Bulan Juni 2014 lalu, Paus ‘dipaksa’ datang ke RS Gemelli di Roma untuk mencek kondisi kesehatannya karena tiba-tiba mengalami gangguan kesehatan.

Kepada jaringan Catholic TV2000, Paus Fransiskus bahkan mengatakan, “Kita ini bukan tuan atas hidup kita sendiri. Kita tidak bisa menyetir (perjalanan) hidup ini sesuai kehendak kita. Kita wajib pasrah diri atas kerapuhan hidup kita.”

Bulan Februari dan Mei lalu, Paus juga dipaksa membatalkan rencana kunjungannya karena alasan kesehatan.

Menurut pengamat kesehatan, akhir-akhir ini Paus Fransiskus kelihatan lebih ‘subur’ postur tubuhnya, namun punya gangguan pernafasan dan sulit bernafas. Mereka berspekulasi jangan-jangan Paus memang punya masalah dengan penyakit jantung.

Sumber: CNN

Kredit foto: Paus Fransiskus dalam perjalanan pulang di atas pesawat terbang dari Korsel menuju Roma, Agustus 2014. (Courtesy of Daily Mail)

 

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply