Paus Fransiskus di Filipina: Yesus Ada di Salib Untukmu

Philippines Pope Asia“SAYA hadir di sini bersama kalian,” demikian Paus mengawali homilinya di depan ratusan ribu umat yang berkumpul di Pulau Leyte, Filipina. “Sedikit terlambat, tetapi saya sekarang di sini. Saya datang untuk mewartakan Yesus sebagai Tuhan kita dan bahwa Yesus tidak pernah mengecewakan kita.” Paus mengungkapkan belarasanya terhadap trauma yang dihadapi oleh korban yang selamat dari Taufan Yolanda yang memporakporandakan Leyte di akhir tahun 2013. (Baca juga: Teks Homili Paus Fransiskus di Katedral Manila) Dalam misa di tengah hujan dan angin tersebut, Paus tidak membacakan homili yang telah disiapkannya, tetapi berbicara spontan kepada umat yang hadir. “Kalian mungkin akan mengatakan kepada saya: Bapa, saya dikecewakan dan kehilangan banyak hal, rumah dan mata pencaharian saya,” lanjut Paus. “Itu benar dan saya menghormati sentimen tersebut.” “Tetapi Yesus dipaku di kayu salib, dan dari salib itu, Dia tidak pernah mengecewakan kita. Di sana, Dia mengalami semua penderitaan yang kita alami. Yesus adalah Tuhan kita, Tuhan dari Salib, dan Dia disalib untuk kalian!” “Kita memiliki Tuhan Yesus yang bisa menangis bersama kita, berjalan bersama kita, di setiap situasi yang paling sulit dalam hidup kita. Kita diingatkan bahwa iman kita tidak akan melemah karena Yesus bersama kita. Di dalam penderitaannya, dia menanggung segala derita kita.” “Begitu banyak dari kalian yang kehilangan segala sesuatu. Saya tidak tahu harus berkata apa kepada kalian. Tetapi Tuhan tahu apa yang ingin dikatakanNya. Beberapa dari kalian kehilangan anggota keluarga. Saya hanya bisa terdiam.” Paus menganjurkan umat untuk meminta perlindungan pada Bunda Maria. “Ketika kita menderita, dan tidak mengerti, apa yang bisa kita lakukan adalah menggenggam tangan Bunda erat-erat. Dan katakan “Ibu” seperti seorang anak kepada ibunya ketika anak tersebut merasa takut.” “Itu mungkin satu-satunya kata yang bisa kita ungkapan dalam ketakutan kita: Ibu” Dalam keheningan Paus meminta umat memandang Yesus di salib dan memanggil ‘Ibu’ kepada Bunda Maria. “Supaya kita sadar bahwa kita punya Bunda Maria dan Yesus sebagai abang kita; Kita tidak sendirian.” Paus menjelaskan bahwa dia memutuskan mengunjungi Filipina setelah melihat dampak besar bencana Taufan Yolanda. “Inilah ungkapan dari hati saya. Maafkan saya karena tidak memiliki kata-kata lain. Tetapi percayalah, Yesus tidak pernah membiarkan kita sendiri. Percayalah bahwa kasih Bunda Maria tidak akan mengecewakan kita. Peganglah erat mantelnya, dan dengan kasih Yesus di salib, mari kita menatap ke depan. Bergerak ke depan, bersama sebagai saudara di dalam Tuhan,” demikian Paus mengakhiri homilinya. Misa tersebut diadakan di lapangan bandara dekat Tacloban, ibu kota povinsi yang terletak di timur Pulau Leyte. Daerah ini termasuk yang paling parah terkena dampak Taufan Haiyan atau juga dikenal sebagai Taufan Yolanda pada Desember 2013. Sumber: CNA Kredit foto: AFP dan Firstpost.com

Philippines Pope Asia

SAYA hadir di sini bersama kalian,” demikian Paus mengawali homilinya di depan ratusan ribu umat yang berkumpul di Pulau Leyte, Filipina.

“Sedikit terlambat, tetapi saya sekarang di sini. Saya datang untuk mewartakan Yesus sebagai Tuhan kita dan bahwa Yesus tidak pernah mengecewakan kita.”

Paus mengungkapkan belarasanya terhadap trauma yang dihadapi oleh korban yang selamat dari Taufan Yolanda yang memporakporandakan Leyte di akhir tahun 2013. (Baca juga: Teks Homili Paus Fransiskus di Katedral Manila)

Dalam misa di tengah hujan dan angin tersebut, Paus tidak membacakan homili yang telah disiapkannya, tetapi berbicara spontan kepada umat yang hadir.

“Kalian mungkin akan mengatakan kepada saya: Bapa, saya dikecewakan dan kehilangan banyak hal, rumah dan mata pencaharian saya,” lanjut Paus.

“Itu benar dan saya menghormati sentimen tersebut.”

“Tetapi Yesus dipaku di kayu salib, dan dari salib itu, Dia tidak pernah mengecewakan kita. Di sana, Dia mengalami semua penderitaan yang kita alami. Yesus adalah Tuhan kita, Tuhan dari Salib, dan Dia disalib untuk kalian!”

“Kita memiliki Tuhan Yesus yang bisa menangis bersama kita, berjalan bersama kita, di setiap situasi yang paling sulit dalam hidup kita. Kita diingatkan bahwa iman kita tidak akan melemah karena Yesus bersama kita. Di dalam penderitaannya, dia menanggung segala derita kita.”

“Begitu banyak dari kalian yang kehilangan segala sesuatu. Saya tidak tahu harus berkata apa kepada kalian. Tetapi Tuhan tahu apa yang ingin dikatakanNya. Beberapa dari kalian kehilangan anggota keluarga. Saya hanya bisa terdiam.”

Paus menganjurkan umat untuk meminta perlindungan pada Bunda Maria. “Ketika kita menderita, dan tidak mengerti, apa yang bisa kita lakukan adalah menggenggam tangan Bunda erat-erat. Dan katakan “Ibu” seperti seorang anak kepada ibunya ketika anak tersebut merasa takut.”

“Itu mungkin satu-satunya kata yang bisa kita ungkapan dalam ketakutan kita: Ibu”

Dalam keheningan Paus meminta umat memandang Yesus di salib dan memanggil ‘Ibu’ kepada Bunda Maria. “Supaya kita sadar bahwa kita punya Bunda Maria dan Yesus sebagai abang kita; Kita tidak sendirian.”

Paus menjelaskan bahwa dia memutuskan mengunjungi Filipina setelah melihat dampak besar bencana Taufan Yolanda.

Taufan Haiyan
Bencana Taufan Haiyan/Yolanda pada Desember 2013 di Filipina menewaskan 6.000 orang dan membuat ratusan ribu orang kehilangan tempat tinggal.

“Inilah ungkapan dari hati saya. Maafkan saya karena tidak memiliki kata-kata lain. Tetapi percayalah, Yesus tidak pernah membiarkan kita sendiri. Percayalah bahwa kasih Bunda Maria tidak akan mengecewakan kita. Peganglah erat mantelnya, dan dengan kasih Yesus di salib, mari kita menatap ke depan. Bergerak ke depan, bersama sebagai saudara di dalam Tuhan,” demikian Paus mengakhiri homilinya.

Misa tersebut diadakan di lapangan bandara dekat Tacloban, ibu kota povinsi yang terletak di timur Pulau Leyte. Daerah ini termasuk yang paling parah terkena dampak Taufan Haiyan atau juga dikenal sebagai Taufan Yolanda pada Desember 2013.

Sumber: CNA

Kredit foto: AFP dan Firstpost.com

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply