DALAM misa harian di Vatikan (16/5) Paus Fransiskus memperingatkan bahaya ajaran sesat. Paus mengingatkan tidak cukup seseorang mengolah kemampuan intelektualnya dalam mengenal Yesus, tetapi juga dibutuhkan relasi personal dengan Tuhan melalui doa dan kerja.

“Gagasan tidak akan membawa kita kemana-mana; orang yang mengejar gagasan dirinya semata akan terjebak di labirin tanpa jalan keluar,” demikian awal homili Paus.

Paus menjelaskan bahwa usaha mengenal Yesus merupakan pekerjaan terpenting kita, dan bahaya bila sekedar mempelajarinya atau hanya memiliki gagasan akan itu.

“Pelaku ajaran sesat telah ada sejak awal Gereja. Mereka berusaha mengerti dengan pikiran manusia dan memaknainya dengan akal sendiri tentang siapa Yesus itu. Seorang penulis terkenal Inggris mengatakan bahwa ajaran sesat itu adalah gagasan yang menjadi liar dan gila,” terang Paus.

Tiga pintu menuju misteri Yesus

Untuk mengenal Yesus, ada tiga pintu yang perlu dibuka, pertama ‘berdoa kepada Yesus’.

“Kita perlu menyadari bahwa belajar tanpa berdoa tak ada gunanya. Kita harus berdoa kepada Yesus untuk bisa mengenalNya dengan lebih baik. Teolog-teolog besar mempelajari teologi sambil berlutut,” ungkap Paus.

Pintu kedua adalah ‘merayakan Yesus’ karena doa saja tidak cukup, kita perlu suka cita.

“Kita perlu bersuka cita akan Yesus melalui perayaan sakramen-sakramen, karena itu memberikan hidup, kekuatan, ketenangan, kedekatan, dan misi dalam kehidupan kita,” urai Paus, “tanpa perayaan sakramen, kita tidak akan bisa mengenal Yesus.”

Sedangkan pintu ketiga adalah ‘meniru Yesus’. “Bacalah Injil, lihatlah apa yang Dia lakukan, bagaimana hidupNya, apa sabdaNya, dan berusahalah meniru Dia.”

Injil yang berdebu

“Memasuki tiga pintu tersebut berarti masuk ke dalam misteri Yesus. Hanya dengan cara inilah kita bisa mengenal Dia. Jangan takut melakukannya,” sambung Paus.

Lalu, bagaimana cara berdoa dengan sepenuh hati, bagaimana merayakan sakramen dalam hidup, dan bagaimana cara mengikuti Dia?

“Kalau kamu tidak mengingatnya, hal itu menjelaskan mengapa Injil di rumahmu sampai penuh debu karena tidak pernah dibuka!” seru Paus.

Sumber: CNA

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.