Ventura

Disertai pujian sebagai martir bagi orang miskin dan pejuang untuk keadilan sosial di Provinsi Cagayan, Filipina, Pastor Mark Ventura yang ditembak mati dibawa untuk terakhir kalinya ke Katedral Santo Petrus dan Paulus di Tuguegarao City, tempat dia ditahbiskan. Di sana Uskup Agung Tuguegarao Mgr Sergio Utleg memimpin Misa pemakaman bagi imam itu, 7 Mei 2018.

Lebih dari seribu orang berkumpul di katedral itu di hari Senin itu. Di sana, di lantai katedral itu nampak peti jenazah imam itu terletak sepanjang Misa. Dan dalam homili, terdengar suara Mgr Sergio Utleg, “Kami mencela tindakan brutal dan pengecut ini dengan istilah yang paling keras,” kata Mgr Sergio Utleg yang menahbiskan Ventura sebagai pastor pertama setelah dia menjadi Uskup Agung Tuguegarao tahun 2011.

Mgr Utleg mengatakan bahwa dia berharap Ventura, seorang imam muda namun “bersemangat dan berdedikasi,” bisa menjalani pelayanan “panjang dan berbuah.” Tetapi, hanya berakhir dengan peluru pembunuh, lanjut uskup, seperti dilaporkan oleh Roy Lagarde dari CBCPNews.

Alasan kematiannya, menurut uskup agung itu hanya satu hal yang pasti, “Dia dibunuh oleh pembunuh bayaran.” Pembunuh-pembunuh bayaran, lanjut Mgr Utleg, tumbuh subur di masyarakat yang memiliki banyak orang miskin dan penganggur. Melakukan kejahatan menguntungkan di sana “dan di sana penjahat tidak ditangkap, tetapi diberi penghargaan.”

Mgr Utleg menambahkan, “Ini tuntutan atas kegagalan kami sendiri sebagai masyarakat yang membiarkan pembunuhan dilakukan dengan kekebalan hukum.”

Pastor Ventura ditembak mati setelah merayakan Misa dan saat membaptis anak-anak di kota Gattaran, Cagayan, 29 April 2018. Imam itu dikenal karena advokasi anti-penambangan dan karena membantu masyarakat adat di provinsi itu.

Prelatus itu sudah meminta pihak kepolisian agar bertindak cepat dalam mengejar para pelaku dan membawa mereka ke pengadilan.

Setelah Misa, jenazah Pastor Ventura dibawa dalam prosesi pemakaman menuju pemakaman umum Tuguegarao. Di sana imam itu dimakamkan. (pcp berdasarkan laporan CBCPNews)

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.