Pastor Handoko MSC: Membuka usaha adalah peluang untuk berbuat baik bagi orang lain

Handoko1

Pastor Agustinus Handoko MSC

Wakil Provinsial MSC Indonesia Pastor Agustinus Handoko MSC mengatakan bahwa membuka usaha ekonomi sesungguhnya sangat penting dan menjanjikan bagi orang muda saat ini, karena dengan merintis usaha ekonomi, orang muda bisa membuka peluang untuk melakukan kebaikan bagi orang lain.


Pastor Handoko berbicara dalam Talk Show berjudul “Social Enterpreneurship Era Millenial dan Kebhinekaan Kita”’ di  Café Secopi The Breez, Bumi Serpong Damai (BSD) Tangerang Selatan, 24 Maret 2018.


Imam itu mengatakan kepada PEN@ Katolik bahwa talk show semacam itu bisa menginspirasi orang untuk melakukan kebaikan untuk orang lain. “Saya mengajak orang muda untuk membuka usaha yang positif yang menjunjung tinggi nilai-nilai Kristiani,” kata imam itu.


Lebih dari 100 orang dari berbagai paroki di Keuskupan Agung Jakarta, serta aktivis entrepreneur, dan anggota koperasi dari berbagai paroki hadir dalam acara yang dilaksanakan oleh Pemuda Katolik bekerjasama dengan Lembaga Bina Muda Mandiri itu.


Menurut Pastor Handoko, tujuan Allah menciptakan manusia sesungguhnya agar manusia memiliki harapan baik dalam kehidupan ini walaupun manusia dihadapkan berbagai tantangan dan kesulitan. “Di tengah-tengah kesulitan manusia, Allah menunjukkan kasih-Nya. Allah menciptakan manusia seturut gambar atau citra-Nya,” kata imam itu seraya berharap agar setelah memperoleh kasih Allah itu orang muda membagikan pengalaman kasih kepada orang lain.


Talk Show yang dimoderatori oleh Bondan Wicaksono itu menghadirkan juga narasumber lain yakni pengusaha kopi Mikhael Rudy, pemilik Yayasan Prima Unggul yang juga memiliki sebuah panti asuhan di Pulo Mas Jakarta Timur Martinus  M Gea, dan psikolog Lucia Bulan.


Menurut Martinus, anak-anak yang tinggal di panti asuhannya bukan hanya menerima belas kasihan dari orang lain. “Mereka sendiri memiliki talenta dan mereka mengembangkan talenta itu untuk mencukupi kebutuhan hidup mereka sehari-hari. Namun sebelumnya mereka diberi pemahaman betapa pentingnya memiliki semangat kewirausahaan,” katanya.


Panti asuhannya dihuni 70 orang yang umumnya membuka usaha sendiri. “Mereka mempunyai usaha catering, cucian motor dan training center. Bahkan belum lama ini mereka bekerjasama dengan kelompok tertentu untuk menjual sayur-sayuran,” jelas umat Paroki Bonavantura, Jakarta Timur, yang pernah menjadi ketua umum Perhimpunan Panti Asuhan Katolik seluruh Indonesia.


Mikhael mengatakan, orang muda Katolik yang menghadapi kesulitan sebaiknya tidak putus asa. “Melakukan usaha apapun pasti ada tantangan. Tinggal bagaimana kita menghadapinya,” kata Mikhael yang mengaku sejak membuka usaha kopi sekitar dua tahun lalu juga menghadapi tantangan. “Puji Tuhan, usaha ini terus berjalan dan tetap eksis,” kata umat Paroki Santa Maria Regina Bintaro itu.


Lucia menceritakan, sejak kecil ia bercita-cita mempunyai usaha mandiri dan ketika menjadi mahasiswi Unika Atmajaya, ia bertekad menjadi usahawan. Namun, karena menyenangi makanan ia pun membuka usaha makanan. “Tetapi bukan tanpa tantangan. Di tengah hambatan dan tantangan saya tidak kapok, kata Lucia yang masih berwirausaha bidang makanan dan membuka usaha jasa layanan psikologi.


Dia menyadari bahwa orang muda saat ini dikenal individual, tapi memiliki semangat tinggi. “Banyak orang muda sukses dengan perjuangan yang gigih. Tapi ada juga orang muda yang membutuhkan pendampingan. Namun yang penting, ketika menghadapi tantangan atau kesulitan setiap orang harus memiliki ketahanan diri yang kuat agar ia tidak mudah putus asa dalam memulai dan menjalankan usaha ekonominya,” kata Lucia. (Konradus R. Mangu)


Handoko

Lucia Bulan

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: