Pastor Franz Magnis Suseno SJ: Umat Katolik sesungguhnya sangat diterima umat agama lain

Magnis

“Kehadiran umat Katolik sesungguhnya sangat diterima umat agama lain. Hanya saja di daerah tertentu seperti baksos di Bantul, Yogyakarta, belum lama ini, itu terjadi karena ada miskomunikasi antara penyelenggara dengan umat setempat. Mungkin tidak terjadi penolakan saat umat paroki yang mau membantu warga dengan memberikan sembako, jikalau umat setempat sebelumnya membangun komunikasi dengan baik dengan para tokoh Muslim sekitar.”

Pastor Franz Magnis Suseno SJ mengatakan hal itu dalam seminar bertajuk “Mengalami Kehadiran Allah di Tengah Kebhinekaan” yang dilakukan di aula Paroki Hati Santa Perawan Maria Tak Bernoda (HSPMTB) Tangerang dan dihadiri sekitar 300 umat Katolik dari sejumlah paroki se-Dekenat Tangerang.

Pastor kelahiran Jerman itu mengatakan perlunya umat Katolik menjaga perasaan umat beragama lain. Misalnya, tegas imam itu, di daerah-daerah yang mayoritas Islam, “hindarilah membangun sarana yang mewah atau megah sehingga tidak menimbulkan sikap ketidaksenangan umat beragama lain, atau jagalah sehingga jangan sampai terlalu mencolok Katoliknya.”

Soal kasus Bantul, lanjut staf pengajar Sekolah Tinggi Filsafat Driyakarya itu, baksos yang ditolak warga masyarakat mungkin karena kurangnya komunikasi atau pendekatan antara panitia baksos dengan umat yang mau dibantu. “Saya sarankan perlu menjelaskan kepada tokoh Muslim bahwa Katolik akan membantu dalam rangka pesta nama paroki dan sebagainya. Tapi, mungkin hal ini tidak dilakukan maka bisa terjadi penolakan seperti itu,’’ kata imam itu.

Ketika tidak ada komunikasi yang baik, imam itu memperkirakan, orang luar akan mudah datang untuk menghasut dan menuding isu sebagai kristenisasi. “Maka saya menganjurkan perlunya kerjasama dan komunikasi yang baik antara Muslim setempat jikalau mau memberikan bantuan,’’ tegas Pastor Magnis.

Contohnya, “sewaktu Romo Ismartono SJ dari KWI membantu para korban tsunami di Aceh, hampir pasti tidak mengalami kesulitan, karena waktu itu dia bergabung dengan kelompok Muslim yang melakukan aksi kemanusiaan yang sama,” kata Pastor Magnis seraya mengusulkan umat Katolik belajar dari pengalaman itu.

Juga diharapkan agar kehadiran umat Katolik di mana pun menjadi hal positif bagi masyarakat. “Saya menggunakan kalimat yang biasa dipakai para puteri Gus Dur bahwa agama Islam mesti menjadi rahmatan lil’alamin dan Katolik harus menjadi rahmat bagi seluruh ciptaan Allah,” tegas Pastor Magnis seraya menambahkan bahwa Gereja Katolik tidak salah dalam memberikan bantuan namun dalam teknisnya perlu komunikasi yang baik sebelumnya.

Pastor Franz Magnis Suseno SJ mengajak seluruh umat Katolik untuk selalu mengembangkan sikap saling menghargai umat beragama lain di lingkungan, wilayah, maupun paroki masing-masing, seperti yang dianjurkan oleh Uskup Agung Jakarta Mgr Ignatius Suharyo “agar para romo di setiap paroki selalu berkomunikasi dengan umat Muslim, baik Muslim NU maupun Muslim Muhammadyah.

Seminar 3 Februari 2018 yang dimoderatori oleh Theresia Riana yang merupakan dosen sebuah universitas di Tangerang itu diselenggarakan oleh Kelompok Ignatian. Ignasian merupakan kelompok yang mendalami secara khusus semangat Santo Ignatius Loyola. (Konradus R Mangu)

Magnis1

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: