Paskahan 2018 Sekolah-sekolah YPSB Pontianak, Merawat Multikulturalisme

Suasana Paskahan Bersama murid, guru, dan segenap orangtua di Gereja Katedral Pontianak. (Ist)

SALAH satu acara tahunan sekolah-sekolah dalam naungan Yayasan Pendidikan Sekolah Bruder (YPSB) adalah mengadakan Perayaan Natal dan Paskah bersama.


Hari ini Sabtu, 7 April 2018 kemarin, kami secara khusus merayakan Paskah 2018 bersama empat  sekolah di Kota Pontianak. Yaitu, SD Bruder Melati, Nusa Indah, Dahlia dan Kanisius.


Kegiatan ini melibatkan seluruh guru dan siswa; mulai dari persiapan, pelaksanaan sampai pada evaluasi kegiatan. Masing-masing sekolah mengambil bagian dalam Perayaan Ekaristi tersebut, sehingga terasa suasana kehangatan paskah semakin semarak.


Perayaan Paskah Bersama ini dipimpin langsung oleh Pastor Alexius Pr di Gereja Katedral St. Yoseph Pontianak.


Keterlibatan penuh


Kegiatan Paskah ini sangat menarik, karena semua siswa ikut ambil bagian dalam kegiatan liturgi Ekaristi. Peserta didik SD Bruder Melati ambil bagian dalam koor, tarian iringan pembukaan misa, dan lektor. Sedangkan  petugas membawa  persembahan ke altar dipercayakan pada orangtua siswa, utusan murid dan beberapa guru SD bruder lainnya.


Menurut ketua panitia, kegiatan ini berjalan dengan lancar, karena masing-masing guru, orangtua dan siwa di lingkungan YPSB bersama-sama ambil bagian dalam liturgi Ekaristi.


“Saya senang, karena semua yang kita rencanakan semula hingga sampai pada pelaksanaan dapat berjalan dengan lancar,” tutur Bu M. Sajumiati dengan semangat.


Guru SD Bruder Melati ini mengapresiasi atas kehadiran orangtua yang turut berpartisipasi dan terlibat di acara Paskahan ini.


Semua terlibat dengan sukacita, termasuk Bu M. Sajumiati – Ketua Panitia (kanan bawah)

Semangat Paskah         


Br. Dismas MTB selaku Kepala Sekolah SD Bruder Melati ikut gembira, karena Paskah kali ini menjadi simbol kebersamaan siswa dan guru untuk membangkitkan semangat baru dalam meraih prestasi sekolah yang tidak hanya mengejar aspek akademik saja, tetapi non akademik juga menjadi perhatian para pendidik di zaman now.


“Ini agar bisa berjalan dalam kebersamaan dan kesuksesan pendidikan yang harus berkiblat dan menghidupi semangat spiritualitas guru sejati: Yesus Kristus,” papar guru kelahiran Boro, Kulon Progo, DIY, ini dengan nada riang.


Hal tersebut  ditegaskan  lagi dalam kotbah Pastor Alex. Menurut pastor, kita semua banyak belajar dari para murid tentang pengalaman kegalauan dalam hidup ini;  baik sebagai murid maupun sebagai pengajar. Kita belajar dari semangat para murid,  saat Yesus hadir lagi dalam hidup mereka.


“Tetapi juga jangan lupa kita mesti belajar dari sikap dua murid Emaus yang putus asa dan kecewa. Ketika Yesus hadir menyapa, mereka kembali bersemangat dan mengajak bisa berkumpul lagi dengan teman-temannya di Yerusalem,” demikian kata imam muda dari Nyarumkop ini dengan lantang.


Sekali-kali guru olahraga menjadi dirigen koor untuk mengiri Perayaan Ekaristi bersama Pastor Alex Pr.

Apa makna Paskah bagi kita? “Harapannya, kita semua bangkit terutama semangat belajar, tidak menyontek dan tidak menunda pekerjaan rumah,” ungkapnya di mimbar kotbah.


Pastor yang murah senyum ini di akhir renungannya memberi kuis kepada anak-anak seputar pengetahuan tentang kapan Pekan Suci dimulai, makna Tri Hari Suci hingga puncaknya Perayaan paskah.


Untuk menghibur mereka, pastor humoris ini bersama-sama menyanyikan potongan lagu ”Mari pergi ke seluruh dunia wartakan Injil.”


Baginya,  ini meruakan salah satu cara mewartakan Injil yang hidup dengan lagu gembira dan enjoy. Tepuk anak-anak dengan penuh girang.


Paskah multikultural


Dari siswa yang berjumlah 1.500  dengan didamping 100 guru, hampir 80 % non Katolik dan beretnis Tionghoa. Sisanya Katolik, Kristen, dan Muslim dengan berbagai etnisitas yang ada: Dayak, Jawa, dan lainnya.


Keanekaragaman siswa dan guru yang ada di YPSB ini menjadi sebuah perayaan multikultural untuk saling memberi dan merawat segala perbedaan yang ada itu menjadi sebuah komunitas dan keaneragaman budaya di negeri tercinta ini.


Semua senang bisa ikut terlibat.

Sesuai Injil Markus 16:9-15 yang dipilih, bacaan itu mengisahkan bagaimana Yesus menampakan keanekaragaman sifat para murid; mulai dari kaum perempuan dan laki-laki. Itu menjadi pengalaman untuk bisa berbagi dengan caranya masing-masing.


Demikian juga keharmonisan hidup bersama tidak disekat oleh perbedaan yang ada, tetapi bersama-sama merayakan Pesta Paskah dengan sukacita dan damai.


Rangkaian lanjutan acara ini -khususnya di SD Bruder Melati- menikmati bingkisan Paskah di kelas masing-masing dan diteruskan lomba menghias telur Paskah yang inspiratif dan kreatif.


Sampai jumpa di acara Paskah tahun depan yang akan di koordinir oleh SD Bruder Nusa Indah Pontianak sebagai ketua panitianya.


Proficiat untuk sekolah–sekolah Dasar YPSB Pontianak yang telah merayakan Paskah 2018 kemarin dengan sangat indah dan hebat.


Br. Flavianus Ngardi MTB

Bruder Maria tak Bernoda (MTB) dan tengah studi Ilmu Kajian Religi dan Budaya di Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.

Sumber: Sesawi

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply