Pasien Narkoba: Self-Change, Identity-Change

narkoba3RR atau biasa dipanggil CG telah meninggal pada tanggal 19 April 2013. Almarhum resmi menjadi staf sejak bulan Oktober 2012, sebelumnya dia adalah seorang resident di Panti Rehabilitasi Yayasan Sekar Mawar Keuskupan Bandung (YSM). (Baca juga: Yayasan Sekar Mawar Keuskupan Bandung untuk Pasien Pecandu Narkoba) Jika kita mau menengok kisah hidupnya, maka ini bisa membuat kita mengerti bahwa almarhum adalah manusia biasa dengan segala kelebihan dan kekurangannya. Sepanjang meniti jalan panjang sejarah hidupnya, katanya sekali waktu, dia pernah melewati masa-masa gelap, hingga ia jatuh dalam jerat narkoba. Jalan hidupnyapun tak selalu mulus, banyak kejadian menimpanya hingga ia terpuruk. Namun keterpurukan itu tidak berlangsung selamanya, dalam lembar hidup manusia selalu ada titik-titik baliknya. Titik balik itu salah satunya ia jalani dengan mengikuti program pemulihan di Panti Rehabilitasi. (Baca juga: Mengenal Therapeutic Community untuk Rehabilitasi Pasien Narkoba) Di Panti Rehabilitasi ia masuk dalam suatu komunitas yang disebut Therapeutic Community (TC). Didalam komunitas itu, almarhum aktif mengikuti program dengan baik, meski ada kendala yaitu kondisi fisik yang tidak begitu baik. Melalui program yang bermotto “Self Help Mutual Help” itu ia mulai belajar untuk: Mengerti dirinya sendiri. Bertanggungjawab terhadap hidupnya. Menerapkan perilaku, sikap, dan nilai dari cara hidup yang sehat. Menjadi pendamping Almarhum berhasil menyelesaikan program pada bulan September 2012, setelah itu ia memiliki tugas dan tanggungjawab baru yaitu sebagai staf pendukung rumah tangga. Tugas baru ini merupakan tantangan baru baginya, ia mulai belajar mengatur pengadaan barang di Panti, membuat laporan, dan mencatat di buku administrasi dengan baik. Ia menjalaninya dengan senang hati, hal-hal kecil dan detil selalu dia perhatikan seperti membuat minum, merawat tanaman, belanja keperluan dapur, dll. Teman-teman resident-pun menjadi subjek perhatiannya. Almarhum sering menasehati bagaimana harus berperilaku/bersikap dan selalu mengingatkan tugas-tugas yang harus dikerjakan. Sebagai seorang mantan pecandu narkoba, ia telah mengalami perubahan individu (self-change): ia menjaga fisik dan mentalnya, mampu mengontrol emosinya, mengatur dirinya, mengerti dan mau menerima kondisi dirinya. Ia juga mengalami perubahan identitas (identity-change): menyadari perilaku lamanya, menyadari reaksi orang lain terhadap dirinya, memiliki rasa percaya diri dan tujuan hidup. Pendek kata, identitas yang lama telah ia tinggalkan dan berganti dengan identitas yang baru. (Baca juga: Pendidikan Pencegahan Narkoba untuk Generasi Muda) Perubahan individu Salah satu ciri yang menonjol dari seorang yang telah mengalami perubahan individu adalah ‘keberanian’ dan kemampuannya menegaskan bahwa dulu dirinya adalah seorang mantan pecandu (addict), bahwa dirinya berada dalam pemulihan (recovery), dan bahwa ia menyediakan diri untuk membantu teman-teman lain dalam mengatasi kecanduan. Almarhum CG sangat mengerti kondisi dirinya, bisa menerima kondisi dirinya, dan dengan segala keterbatasannya ia berusaha berbuat sesuatu untuk membantu orang lain. Seorang yang bisa keluar dari kepentingan dirinya sendiri dan kemudian memperhatikan kepentingan orang lain adalah suatu bentuk kematangan diri. Dengan bentuk manusia baru seperti itu, maka ia sangat pantas untuk dijadikan role model bagi teman yang lain. Ia tidak hanya sekedar menaati aturan, namun telah membuat suatu perubahan mendasar pada cara hidupnya dan itulah yang membuat orang-orang yang berada di sekitarnya merasa tersentuh dan sangat menghargai kehidupannya. Semoga dengan contoh hidupnya ini akan ada banyak lagi orang yang mau berubah, sehingga segala kepedihan hidup akibat perbuatan seseorang dapat tergantikan dengan senyuman bahagia bagi orang di sekitarnya. Selamat jalan Bro CG. Kredit foto: Ilustrasi (Yayasan Sekar Mawar Keuskupan Bandung)

narkoba3

RR atau biasa dipanggil CG telah meninggal pada tanggal 19 April 2013. Almarhum resmi menjadi staf sejak bulan Oktober 2012, sebelumnya dia adalah seorang resident di Panti Rehabilitasi Yayasan Sekar Mawar Keuskupan Bandung (YSM). (Baca juga: Yayasan Sekar Mawar Keuskupan Bandung untuk Pasien Pecandu Narkoba)

Jika kita mau menengok kisah hidupnya, maka ini bisa membuat kita mengerti bahwa almarhum adalah manusia biasa dengan segala kelebihan dan kekurangannya. Sepanjang meniti jalan panjang sejarah hidupnya, katanya sekali waktu, dia pernah melewati masa-masa gelap, hingga ia jatuh dalam jerat narkoba.

Jalan hidupnyapun tak selalu mulus, banyak kejadian menimpanya hingga ia terpuruk. Namun keterpurukan itu tidak berlangsung selamanya, dalam lembar hidup manusia selalu ada titik-titik baliknya.

Titik balik itu salah satunya ia jalani dengan mengikuti program pemulihan di Panti Rehabilitasi. (Baca juga: Mengenal Therapeutic Community untuk Rehabilitasi Pasien Narkoba)

Di Panti Rehabilitasi ia masuk dalam suatu komunitas yang disebut Therapeutic Community (TC). Didalam komunitas itu, almarhum aktif mengikuti program dengan baik, meski ada kendala yaitu kondisi fisik yang tidak begitu baik. Melalui program yang bermotto “Self Help Mutual Help” itu ia mulai belajar untuk:

  1. Mengerti dirinya sendiri.
  2. Bertanggungjawab terhadap hidupnya.
  3. Menerapkan perilaku, sikap, dan nilai dari cara hidup yang sehat.

Menjadi pendamping
Almarhum berhasil menyelesaikan program pada bulan September 2012, setelah itu ia memiliki tugas dan tanggungjawab baru yaitu sebagai staf pendukung rumah tangga. Tugas baru ini merupakan tantangan baru baginya, ia mulai belajar mengatur pengadaan barang di Panti, membuat laporan, dan mencatat di buku administrasi dengan baik.

Ia menjalaninya dengan senang hati, hal-hal kecil dan detil selalu dia perhatikan seperti membuat minum, merawat tanaman, belanja keperluan dapur, dll. Teman-teman resident-pun menjadi subjek perhatiannya. Almarhum sering menasehati bagaimana harus berperilaku/bersikap dan selalu mengingatkan tugas-tugas yang harus dikerjakan.

Sebagai seorang mantan pecandu narkoba, ia telah mengalami perubahan individu (self-change): ia menjaga fisik dan mentalnya, mampu mengontrol emosinya, mengatur dirinya, mengerti dan mau menerima kondisi dirinya. Ia juga mengalami perubahan identitas (identity-change): menyadari perilaku lamanya, menyadari reaksi orang lain terhadap dirinya, memiliki rasa percaya diri dan tujuan hidup. Pendek kata, identitas yang lama telah ia tinggalkan dan berganti dengan identitas yang baru. (Baca juga: Pendidikan Pencegahan Narkoba untuk Generasi Muda)

Perubahan individu
Salah satu ciri yang menonjol dari seorang yang telah mengalami perubahan individu adalah ‘keberanian’ dan kemampuannya menegaskan bahwa dulu dirinya adalah seorang mantan pecandu (addict), bahwa dirinya berada dalam pemulihan (recovery), dan bahwa ia menyediakan diri untuk membantu teman-teman lain dalam mengatasi kecanduan.

Almarhum CG sangat mengerti kondisi dirinya, bisa menerima kondisi dirinya, dan dengan segala keterbatasannya ia berusaha berbuat sesuatu untuk membantu orang lain. Seorang yang bisa keluar dari kepentingan dirinya sendiri dan kemudian memperhatikan kepentingan orang lain adalah suatu bentuk kematangan diri.

Dengan bentuk manusia baru seperti itu, maka ia sangat pantas untuk dijadikan role model bagi teman yang lain. Ia tidak hanya sekedar menaati aturan, namun telah membuat suatu perubahan mendasar pada cara hidupnya dan itulah yang membuat orang-orang yang berada di sekitarnya merasa tersentuh dan sangat menghargai kehidupannya.

Semoga dengan contoh hidupnya ini akan ada banyak lagi orang yang mau berubah, sehingga segala kepedihan hidup akibat perbuatan seseorang dapat tergantikan dengan senyuman bahagia bagi orang di sekitarnya.

Selamat jalan Bro CG.

Kredit foto: Ilustrasi (Yayasan Sekar Mawar Keuskupan Bandung)

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply