Paroki St. Theresia Majenang: Pengelolaan Lingkungan di Tahun Pemberdayaan Paguyuban 2014

majenang ensembleADA kebiasaan baik di paroki-paroki di Indonesia, selain Perayaan Ekaristi (Misa) dilaksanakan di paroki dan stasi-stasi, juga diadakan misa wilayah (kumpulan dari beberapa lingkungan) atau misa di lingkungan. Ada berbagai cara menyelenggarakannya. Salah satu cara yang Paroki Theresia Majenang adakan selama setahun ini (Agustus 2013-2014) adalah dengan mengadakan Misa Lingkungan tematis. Ada 9 tema dalam […]

majenang ensemble

ADA kebiasaan baik di paroki-paroki di Indonesia, selain Perayaan Ekaristi (Misa) dilaksanakan di paroki dan stasi-stasi, juga diadakan misa wilayah (kumpulan dari beberapa lingkungan) atau misa di lingkungan. Ada berbagai cara menyelenggarakannya.

Salah satu cara yang Paroki Theresia Majenang adakan selama setahun ini (Agustus 2013-2014) adalah dengan mengadakan Misa Lingkungan tematis.

Ada 9 tema dalam 9 kali misa tematis setahun ini.

Dengan berdasarkan inspirasi dari buku Roh Baik dan Roh Jahat: Praktik Pembedaan Roh dan Pemilihan menurut Latihan Rohani St. Ignatius, Paroki Theresia Majenang (PTM) akhirnya mengusung tema: “Menemukan Tuhan dalam Hidup Harian: Roh Paguyuban Pemberdayaan”.

Tema ini dijabarkan dalam 9 tema misa lingkungan.

Inti homili dalam misa itu kami sampaikan begini. Kami sampaikan intinya, semoga ada hal yang bisa membantu pembaca untuk meningkatkan mutu hidup rohani kristiani kita.

Tahun depan, PTM akan menggarap tema yang berpangkal dari Ekaristi – dilihat dari segi spiritualitasnya.

Semoga setelah mendapat bekal olah rohani pribadi dalam pembedaan roh, umat makin mampu menggulirkan spiritualitas ekaristi: berbagi hidup penuh syukur. Berikut tema dan inti homili yang kami sampaikan dan ini dimuat dalam warta theresia edisi minggu ini. Semoga dengan demikian seluruh umat bisa menginat dan menikmatinya untuk digulirkan dalam olah hidup selanjutnya:

Sembilan (9) Kebutuhan Pokok

Meningkatkan Mutu Hidup Rohani

Ada sembilan hal pokok yang perlu diusahakan, bila kita mau maju dan bermutu dalam hidup rohani.

Kesembilan hal ini merupakan bahan tema-tema “Perayaan Ekaristi” rutin setiap bulan sekali di lingkungan Paroki St. Theresia Majenang. (Baca juga: Gereja Majenang, Rumah Bersama bagi Guru dan Pelajar Katolik Saat Pesta Natalan).

majenang omkDi akhir misa yang ke-9 ini, saya sampaikan 9 sari pokok renungan yang telah disampaikan untuk menjadi pegangan dan olahan hidup bagi kita yang ingin semakin maju dan bermutu dalam hidup rohani

Konflik dalam Hidup Rohani

Dalam batin dan hidup kita, ada dua pengaruh yang bertentangan, pengaruh baik dan roh jahat. Roh baik mempengaruhi kita untuk berbuat baik, roh jahat mempengaruhi kita untuk akhirnya berbuat kejahatan, menjauh dari Tuhan. Kita perlu peka terhadap kedua gerakan ini supaya bisa memilih dorongan roh baik.

Mengenali Kekuatan Dasar Kita

Dalam diri kita ada 3 kekuatan yang mempengarui pemikiran, penentuan, dan juga cara bertindak, yaitu kodrat kita sendiri, roh baik, dan roh jahat. Kodrat, pembawaan, atau sifat dan watak kita banyak mempengaruhi kita. Roh baik mengajak kita untuk hidup lebih baik. Roh jahat mempengaruhi untuk hidup dalam kejahatan. Pergolakan atau konflik dari tiga kekuatan ini mewarnai hidup batin kita.

Mengenali Kecenderungan Kita
Ada 2 keadaan dasar seseorang:

  •  maju dalam Tuhan
  •  menjauh dari Tuhan.

Orang yang maju: makin akrab dengan Tuhan dan terus memperbaiki diri.

Roh baik bekerja untuk memberikan semangat, kekuatan, hiburan, inspirasi, dan ketenangan untuk semakin maju lagi. Roh jahat menyesakkan orang itu dan menghalangi kemajuan orang itu dengan tipuan dan alasan-alasan palsu.

Yang menjauh: pelan-pelan menjauh dari Tuhan, dapat jatuh dalam dosa ke dosa yang lebih besar.

Roh jahat memberikan kesenangan palsu atau menyodorkan b-bayangan kenikmatan duniawi agar tetap jahat. Roh baik menyesakkan hati nurani dengan t-teguran pd budi orang.

Mensyukuri Hiburan Rohani (HR)
HR adalah keadaan jiwa yang mengalami gerak batin sehingga orang berkobar untuk mencintai Tuhan. Ini dapat pula berupa: kesedihan akan dosa, air mata, tambahnya iman, harapan, dan cinta.

HR adalah rahmat pemberian Tuhan, bukan terutama usaha manusia.

Menyikapi Kesepian Rohani (KR)
KR adalah keadaan batin seseorang yg tampak dalam kecenderungan menjauh dari Tuhan. Tanda-tandanya, misalnya: menipisnya iman-harapan-kasih, kekecauan batin yang membuat orang berbuat hina dan mencari hal-hal duniawi, kenikmatan duniawi, hilangnya tanggungjawab, kekacauan membedakan mana yang pokok dan sampingan, dll.exercises-title

Menyikapi Godaan
Godaan punya beberapa sifat:

  • Lemah bila dilawan, tetapi garang bila didiamkan.
  •  Seperti hidung belang, godaan ingin agar perbuatan dan bujuk rayunya disembunyikan, tidak dibukakan kepada orang yang dapat membantu (pengakuan dosa).
  •  Godaan selalu menyerang lewat kelemahan kita, maka kita perlu mengenali kelemahan kita dan berhati-hati terhadapnya.
  • Godaan kadang jg menyerang dgn menyangatkan sikap seseorang. Yang ceroboh makin dibuat ceroboh. Yang peka dibuat kelewat peka shg mrk mjd bingung.
  • Harta, gengsi, kehormatan, dan kekuasaan sering dijadikan alat untuk menggoda orang. Perlu dikap kritis. Sikap yg baik untuk menghadapi godaan adalah sikap TEGAS dan tidak tawar-menawar. Sekali sadar langsung tegas menyatakan TIDAK. Jangan main-main dgn roh jahat.

Mengembangkan pembedaan Roh
Ciri roh baik adalah memberikan sukacita dan kegembiraan sejati. Roh jahat melawan sukacita dan kegembiraan sejati, suka menyodorkan alasan-alasan, tipuan yg semua agar orang tertipu itu mengikutinya.

Hiburan tanpa sebab pasti berasal dri Tuhan. Tapi, hari-hari sesudahnya kita perlu hati-hati, karena roh jahat dan pikiran kita dapat mendorong ke sesuatu yg berlawanan dengan keinginan Allah.

Hiburan dengan sebab bisa berasal dari roh baik atau jahat. Roh baik mendekatkan pada Tuhan. Yang jahat bekerja sebaliknya. Roh jahat kadang menyamar sebagai roh baik, membimbing orang ke sesuatu yg tampaknya baik, tapi pelan-pelan menjatuhkannya agar menjauh dari Tuhan.

Maka, penting lihatlah: awal, tengah, dan akhir dari setiap pengaruh. Bila awal, tengah, dan akhir baik, maka itu pasti dari roh baik. Bila awal baik tapi akhirnya jahat, berasal dari roh jahat.

Memilih yang Terbaik Secara Tepat
Unsur yang penting menjadi patokan dalam pemilihan adalah tujuan hidup kita. Berdasarkan tujuan itu, kita pilih mana yg lebih menunjang tujuan hidup tersebut. Bahan yang dijadikan pilihan adalah yg baik atau netral. Kalau bahannya jahat, langsung tolak. Kapan waktunya kita harus mengadakan pemilihan?

St. Ignatius membedakan adanya 3 waktu pemilihan:

  • Dimana kita tidak ragu-ragu digerakkan Allah. Pilihlah itu.
  • Waktu kita mengalami hiburan. Pilihlah itu.
  • Waktu biasa di mana kita dapat mempertimbangkan halnya secara tenang. Dalam waktu tenang, kita dapat mempertimbangkan semua alasan pro dan kontra serta unsur-unsurnya, mana yang lebih sesuai dengan tujuan hidup kita. Yang paling banyak unsur pronya dijadikan pilihan kita dan dijadikan bahan doa kepada Tuhan.

Mengembangkan kepekaan Roh

  • Dalam pembedaan roh, kita diajak melihat apakah suatu gerakan berasal dari roh baik atau roh jahat. Bila dari roh baik, kita diajak untuk memilih dan menerimanya. Bila dari roh jahat, harus ditolak.
  • Suara hati yang peka dan jernih akan membantu kita untuk lebih mudah mengadakan pembedaan dan pemilihan roh. Semakin suara hati kita berkembang baik, semakin kemahiran pembedaan dan pemilihan juga berkembang baik pula. Semakin suara hati tumpul, semakin sulit pengembangan pembedaan roh.
  • Seperti pisau perlu diasah terus-menerus supaya tajam, kemahiran membedakan roh perlu dilatih terus menerus. Tidak cukup satu hari, seminggu, tapi perlu sepanjang hidup. Bahkan kemahiran itu perlu dilatih melalui pengalaman jatuh bangun dan kekeliruan. Yang diperlukan adalah kemauan terus belajar, selalu tekun mencoba mengadakan pemilihan. Bila salah, kembali adakan pembedaan dan pemilihan lagi. Sertai jg dengan doa, meditasi dan komtemplasi.
  • Untuk mengasah kepekaan, aku perlu mengadakan pemeriksaan batin. Setiap malam sebelum akhir hari.
  • Caranya melalui 6 langkah:
  1.  Diam dan bersyukur. Sadari aku berada di hadapan Tuhan.
  2. Mohon rahmat Allah agar bisa melihat gerakan-gerakan yang menonjol pada hidupku hari ini.
  3. Melihat pengalaman seluruh hari ini. Yang kuingat adalah p-pengalaman: A). manakah pengalaman yang mengesankan hari ini? Manakah yang membahagiakan? Yang memberi semangat? Yang menghibur
  4.  Setelah itu, kuingat pengalaman yang menyusahkan, menyedihkan, menggelisahkan, dan membuatku merasa kering. Meneliti gerakan-gerakan, dorongan-dorongan yg muncul dlm pengalaman tsb. Bagaimana gerakan roh baik, roh jahat atau diriku sendiri bekerja? Gerakan itu membawa kita kemana: lebih mendekatkan atau menjauh dari Tuhan? Bagaimana tanggapanku: puas? Bagaimana perasaanku?
  5. Mensyukuri hal-hal baik dan mohon besok lebih baik lagi. Meresapkan bagaimana roh baik bekerja pada diriku hari ini shg besok pagi aku lebih peka lagi.
  6. Mohon ampun atas hal-hal yg tidak baik. Ku lihat s-sebabnya dan mencoba bsk tidak berbuat lagi hal itu. Meneliti cara roh jahat bekerja, tipu dayanya, untuk lebih waspada besok pagi.
  7. Kuberterimakasih pada Tuhan atas kesadaran hari ini dan mohon berkat.

Paroki St. Theresia Majenang, Senin 25 Agst – Kamis, 28 Asgt 2014

Berkah Dalem

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply