Paroki Purworejo Adakan Pelatihan untuk Para Animator OMK

omkSYALOOM….Tanggal 10-11 Januari 2014 di Wisma Salam, Paroki Sta. Theresia Salam, 12 pendamping baru (usia OMK), 14 pendamping stasi (setiap stasi mengirimkan dua wakil kecuali Loano dan Kaliurip_dan dua pendamping tamu dari kutoarjo (Stasi Ngandagan dan Sr.Siska ADM) mengikuti pelatihan animator/animatris. Sasaran pelatihan ini ialah para pendamping baru yang ikut bergabung dan para pendamping di stasi-stasi. Tujuannya adalah memberi bekal bagi pendamping baru, animasi para pendamping stasi dan sosialisasi proker SEKAMI Paroki. Adapun para pendamping senior yang ikut hanya 5 orang yang juga mengambil bagian dalam proses ‘transfer ilmu’ ini. Pendamping lain (90% diantaranya adalah OMK tidak bisa ikut karena ada kegiatan OMK yang berwisata alam di salah satu curug di daerah Kalirejo) Adapun kegiatan pelatihannya terdiri dari session dan workshop : Sabtu, 10 Januari 2015 Session I “Mengajar dengan Hati Kristus” yang saya bawakan memberi secara global spiritualitas seorang pelayan vs pekerja (bdk. Evangelii Gaudium). Session II mengenai “Serikat Kepausan Anak Misioner” oleh Sr. Rosina PBHK, mantan direktris diosesan KKI Keuskupan Agung Merauke dan kini melayani rumah retret Parakan. Pada session II ini para peserta dihentak dengan proses pelayanan PIA di KAM yang ternyata berjibaku dengan aneka tantangan namun pantang mundur bagi Allah. Setelah makan malam dilanjutkan dengan workshop I mengenai ‘Bible telling’ oleh Mas Dendy (Tim PIA Paroki SPM) yang memberi dasar sekaligus praktik bagaimana menceritakan Alkitab secara menarik dan atraktif. Pkl.21.30 dilanjutkan dengan sharing pelayanan, usul/saran bagi Tim PIA Paroki sekaligus menegaskan niat dalam pelayanan ini. Minggu, 11 Januari 2015 Para peserta mengikuti misa di gereja Paroki Salam. Pkl.08.00 dilanjutkan dengan Workshop II yakni “Gerak dan Lagu a la SEKAMI” oleh Sr. Rosina PBHK. Workshop III yakni “Membuat kreatifitas dan alat peraga” oleh Mbak Dewi (Tim PIA Paroki SPM) yang menegaskan pentingnya kegiatan motorik anak melalui mebuat alat peraga dan kreatifitas (semacam prakarya di sekolah) dengan menekankan aspek-aspek kerohanian. Workshop IV yakni ‘Games’ oleh Mbak Rina (Tim PIA Paroki SPM) dan Kak Tyas (‘Kepala Sekolah’ PIA, siswa kelas XII SMA N 7 Purworejo) memberikan transfer pengalaman mengenai membuat games dengan memanfaatkan kondisi sekitar dan murah tetapi edukatif. Session III adalah sosialisasi Proker PIA 2015 oleh Pak Bagas. Pak Bagas bertanya sekaligus menjawab , ‘Siapakah lawan kita? TV!’ karena itu buku dan program PIA harus lebih menarik dibandingkan program TV. Karenanya pelayanan PIA harus serius dan matang. Sebagai salah satu keseriusan adalah TIM PIA MAfita SPM menyusun Buku Panduan Pembinaan PIA 2015 yang disusun oleh tim di Kaliurang, disetujui oleh rapat DPH dan diterima oleh DPP pada akhir Desember 2014. Pak Bagas menegaskan bahwa buku PIA 2015 mengacu pada kalender liturgi, situasi dan kondisi PIA di SPM, serta tema-tema pastoral 2015 (Tahun Hidup Bakti, Tahun keluarga, Tahun pendidikan dll). Pada akhir pelatihan, para peserta dibagikan sertifikat. Untuk stasi langsung menyusun aksi sedangkan para pendamping baru akan ‘magang’ bersama para pendamping senior, mulai tgl 18 Januari 2015. Dengan ini diharapkan PIA Mafita SPM semakin matang, profesional dan bertumbuh dalam iman. In Corde Iesu Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

omk

SYALOOM….Tanggal 10-11 Januari 2014 di Wisma Salam, Paroki Sta. Theresia Salam, 12 pendamping baru (usia OMK), 14 pendamping stasi (setiap stasi mengirimkan dua wakil kecuali Loano dan Kaliurip_dan dua pendamping tamu dari kutoarjo (Stasi Ngandagan dan Sr.Siska ADM) mengikuti pelatihan animator/animatris.

Sasaran pelatihan ini ialah para pendamping baru yang ikut bergabung dan para pendamping di stasi-stasi. Tujuannya adalah memberi bekal bagi pendamping baru, animasi para pendamping stasi dan sosialisasi proker SEKAMI Paroki.

Adapun para pendamping senior yang ikut hanya 5 orang yang juga mengambil bagian dalam proses ‘transfer ilmu’ ini. Pendamping lain (90% diantaranya adalah OMK tidak bisa ikut karena ada kegiatan OMK yang berwisata alam di salah satu curug di daerah Kalirejo)

Adapun kegiatan pelatihannya terdiri dari session dan workshop :

Sabtu, 10 Januari 2015
Session I “Mengajar dengan Hati Kristus” yang saya bawakan memberi secara global spiritualitas seorang pelayan vs pekerja (bdk. Evangelii Gaudium). Session II mengenai “Serikat Kepausan Anak Misioner” oleh Sr. Rosina PBHK, mantan direktris diosesan KKI Keuskupan Agung Merauke dan kini melayani rumah retret Parakan.

Pada session II ini para peserta dihentak dengan proses pelayanan PIA di KAM yang ternyata berjibaku dengan aneka tantangan namun pantang mundur bagi Allah. Setelah makan malam dilanjutkan dengan workshop I mengenai ‘Bible telling’ oleh Mas Dendy (Tim PIA Paroki SPM) yang memberi dasar sekaligus praktik bagaimana menceritakan Alkitab secara menarik dan atraktif. Pkl.21.30 dilanjutkan dengan sharing pelayanan, usul/saran bagi Tim PIA Paroki sekaligus menegaskan niat dalam pelayanan ini.

Minggu, 11 Januari 2015
Para peserta mengikuti misa di gereja Paroki Salam. Pkl.08.00 dilanjutkan dengan Workshop II yakni “Gerak dan Lagu a la SEKAMI” oleh Sr. Rosina PBHK.

Workshop III yakni “Membuat kreatifitas dan alat peraga” oleh Mbak Dewi (Tim PIA Paroki SPM) yang menegaskan pentingnya kegiatan motorik anak melalui mebuat alat peraga dan kreatifitas (semacam prakarya di sekolah) dengan menekankan aspek-aspek kerohanian.

Workshop IV yakni ‘Games’ oleh Mbak Rina (Tim PIA Paroki SPM) dan Kak Tyas (‘Kepala Sekolah’ PIA, siswa kelas XII SMA N 7 Purworejo) memberikan transfer pengalaman mengenai membuat games dengan memanfaatkan kondisi sekitar dan murah tetapi edukatif.

Session III adalah sosialisasi Proker PIA 2015 oleh Pak Bagas.

Pak Bagas bertanya sekaligus menjawab , ‘Siapakah lawan kita? TV!’ karena itu buku dan program PIA harus lebih menarik dibandingkan program TV. Karenanya pelayanan PIA harus serius dan matang.

Sebagai salah satu keseriusan adalah TIM PIA MAfita SPM menyusun Buku Panduan Pembinaan PIA 2015 yang disusun oleh tim di Kaliurang, disetujui oleh rapat DPH dan diterima oleh DPP pada akhir Desember 2014. Pak Bagas menegaskan bahwa buku PIA 2015 mengacu pada kalender liturgi, situasi dan kondisi PIA di SPM, serta tema-tema pastoral 2015 (Tahun Hidup Bakti, Tahun keluarga, Tahun pendidikan dll).

Pada akhir pelatihan, para peserta dibagikan sertifikat. Untuk stasi langsung menyusun aksi sedangkan
para pendamping baru akan ‘magang’ bersama para pendamping senior, mulai tgl 18 Januari 2015. Dengan ini diharapkan PIA Mafita SPM semakin matang, profesional dan bertumbuh dalam iman.

In Corde Iesu

Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply