Anggota-anggota Konferensi Waligereja Chili merilis sebuah pernyataan yang dalamnya mereka mengajukan pengunduran diri menyusul pelecehan seksual yang dilakukan klerus di negara mereka (AFP)

Anggota-anggota Konferensi Waligereja Chili merilis sebuah pernyataan yang dalamnya mereka mengajukan pengunduran diri menyusul pelecehan seksual yang dilakukan klerus di negara mereka (AFP)

Sebanyak 34 uskup Chili yang membentuk Konferensi Waligereja Chili merilis pernyataan pada hari Jumat, 18 Mei 2018, yang menganjuran pengunduran diri dan meletakkan nasib mereka di tangan Paus Fransiskus, demikian laporan Linda Bordoni dari Vatican News.

Setelah tiga hari pertemuan dengan Paus Fransiskus di Vatikan, para uskup Chili bertemu dengan pers dan membacakan pernyataan yang berisi ucapkan terima kasih kepada Paus karena telah mendengarkan mereka “secara kebapakan dan karena telah memberikan koreksi persaudaraan” selama hari-hari “refleksi dan doa” ini.

Berbicara singkat kepada pers setelah membaca pernyataan mereka, para uskup menjelaskan bahwa mereka telah menyerahkan jabatan mereka “ke tangan Bapa Suci dan akan membiarkan dia untuk bebas mengambil keputusan” atas mereka masing-masing.

Mereka juga merujuk dokumen yang diserahkan kepada mereka secara pribadi oleh Paus yang di dalamnya ditunjukkan serangkaian “hal yang benar-benar tercela yang telah terjadi di Gereja Chili terkait penyalahgunaan kekuasaan, hati nurani dan seksual yang tidak dapat diterima, dan yang telah menyebabkan berkurangnya semangat kenabian yang menunjukkan sifat Gereja.”

Di atas segalanya, kata para uskup, mereka memohon maaf atas penderitaan yang dialami para korban pelecehan seksual yang dilakukan klerus, kepada Paus, kepada umat Allah dan kepada negara mereka atas kesalahan dan kelalaian besar mereka.

Mereka juga berterima kasih kepada Uskup Agung Charles Scicluna dan kepada Pastor Jordi Bertomeu, para prelatus yang ditugaskan Paus untuk menyelidiki dan menyusun laporan sebanyak 2.300 halaman berkaitan dengan skandal pelecehan seks yang telah mengguncang Gereja Chili, atas dedikasi pastoral dan pribadi mereka, dan atas upaya mereka selama beberapa minggu untuk menyembuhkan luka-luka masyarakat dan Gereja di negara mereka.

“Kami berterima kasih kepada para korban atas ketekunan dan keberanian mereka dalam menghadapi semua kesulitan berat secara pribadi, spiritual, sosial dan keluarga,” sebuah beban yang sering diperburuk oleh ketidakpahaman dan serangan umat gerejani.

Seraya menggambarkan hari-hari “dialog jujur” yang baru berlalu itu sebagai tonggak sejarah dalam proses perubahan mendalam yang dipandu oleh Paus Fransiskus, para uskup mengatakan bahwa dalam persekutuan dengan Paus, mereka ingin menegakkan kembali keadilan dan berkontribusi untuk memperbaiki kerusakan yang ada, guna memberikan dorongan baru bagi misi kenabian Gereja di Chili. Di sana, kata mereka, “Kristus seharusnya selalu menjadi pusat.”

Seraya bersumpah untuk bertanggung jawab sepenuhnya pada jalan baru ini, para uskup mengakhiri pernyataan mereka dengan mengungkapkan keinginan mereka agar “wajah Tuhan bisa bersinar lagi” di Gereja Chili dan dengan “kerendahan hati dan pengharapan” mereka menghimbau semua orang untuk membantu mereka dalam upaya mereka.(paul c pati berdasarkan Vatican News)

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.