Para Malaikat Pelindung dan Pesta Santa Faustina

Kamis 02 Oktober 2014. PW Para Malaikat Pelindung Keluaran 23:20-23a; Mzm 91:1-6.10-11; Matius 18:1-5.10 “Aku berkata kepadamu: Malaikat mereka ada di surga, dan selalu memandang wajah Bapa-Ku yang di surga.” HARI  ini adalah kenangan wajib atas peranan Para Malaikat Pelindung. Mari kita merenungkannya. Yesus bersabda kepada para muridNya, “Aku berkata kepadamu: Malaikat mereka ada di […]

Kamis 02 Oktober 2014. PW Para Malaikat Pelindung Keluaran 23:20-23a; Mzm 91:1-6.10-11; Matius 18:1-5.10

“Aku berkata kepadamu: Malaikat mereka ada di surga, dan selalu memandang wajah Bapa-Ku yang di surga.”

HARI  ini adalah kenangan wajib atas peranan Para Malaikat Pelindung. Mari kita merenungkannya. Yesus bersabda kepada para muridNya, “Aku berkata kepadamu: Malaikat mereka ada di surga, dan selalu memandang wajah Bapa-Ku yang di surga.”

Dalam pikiran saya, itu berarti bahwa kita sebagai anak-anak Allah kita mempunyai malaikat-malaikat di surga yang menjaga kita di dunia. Merekalah para penjaga dan pelindung kita sebagaimana dikatakan pemazmur, “sebab malaikat-malaikat-Nya akan diperintahkan-Nya kepadamu untuk menjaga engkau di segala jalanmu (Mazmur 91:11).

Syukur kepada Allah yang tinggal di antara kita dengan rendah hati dan memperhatikan kita dengan penuh belas kasihan melalui para malaikat-Nya. Melalui mereka Allah membimbing kita dalam perjuangan hidup kita sehari-hari, khususnya dalam menolak yang jahat dan memilih yang baik (cfr. Yesaya 7:15).

Kini kita tahu bahwa para malaikat adalah utusan-utusan Allah dan pelindung kita di dunia dan menjadi penghubung kita menuju surga. Dalam Alkitab kita menemukan begitu banyak contoh bagaimana para malaikat menjalankan peran sebagai utusan dan pelindung. Misalnya, saat Daniel dilempar ke sumur mati dengan singa-singa lapar di dalamnya, malaikat melindunginya terluka (Daniel 6:22); waktu Petrus dipenjara, para malaikat membebaskanya (Kis  12:11).

Suatu hari, kepada St. Faustina, Yesus berkata bahwa siapapun yang bersembah sujud pada-Nya dalam Adorasi Ekaristi (Abadi) itu laksana malaikat yang menguatkan-Nya saat Yesus bergumul dalam sakratul maut di Taman Getsemani (Luk 22:43). Jadi, dengan menyembah-Nya dalam Adorasi Ekaristi Abadi, kita datang di hadirat-Nya laksana malaikat sebagaimana dinyatakan Yesus kepada St. Faustina.

Tuhan Yesus Kristus, syukur bagi-Mu atas bimbingan dan perlindungan-Mu melalui para malaikat. Engkaulah penuntun dan pelindung kami tempat kami berlari. Semoga kami selalu menyadari tuntunanMu dan pertolonganMu melalui para malaikatMu yang mlendungi kami dari yang jahat, kini dan selamanya. Amin.

»̶·̵̭̌·̵̭̌✽̤̈̊•Ɓέяќǎђ•Đǎlєm•✽̤̥̈̊·̵̭̌·̵̭̌«̶
“abdi Dalem palawija”
Majalah INSPIRASI, Lentera yang Membebaskan
Komisi Hubungan Antaragama dan Kepercayaan Keuskupan Agung Semarang

Kredit foto: Santa Faustina (Ist)

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply