Para Jubilaris SJ Rayakan 60 Tahun Hidup Membiara dan Pesta Emas Imamat

RESMINYA pesta Perayaaan Santo Ignatius de Loyola jatuh setiap tanggal 31 Juli. Namun, khusus untuk wilayah Jakarta dan sekitarnya, pesta peringatan Perayaan Ignasiusan ini akan berlangsung pada tanggal 2 Agustus 2012. Sekaligus pada hari Kamis tanggal 2 Agustus nanti juga akan berlangsung misa sederhana merayakan pesta emas, pesta perak untuk sejumlah jubilaris SJ yang tahun ini genap 60 tahun, 50 tahun, 40 tahun, 25 tahun hidup menjadi Jesuit dan 50 tahun, 25 tahun menjadi imam. 

Berikut ini adalah acara peringatan Ignasiusan 2012 dan ekaristi dan ramah tamah untuk merayakan berbagai pesta para jubilaris SJ. Acara ini akan berlangsung di Gereja Paroki Santo Petrus & Paulus di Jl. Mangga Besar Raya 55, Jakarta Barat, hari Kamis (2/8) pukul 18.00 sampai selesai. 

Para jubilaris SJ tahun ini adalah:

  1. Romo Fransiskus Xaverius Danuwinata SJ merayakan 60 tahun hidup sebagai rohaniwan dalam SJ. Sekarang ini, Romo Danu lebih banyak menghabiskan waktunya untuk menulis dan tinggal menetap di Wisma SJ Johar Baru IV, Jakarta Pusat. Sebelum memasuki masa purnawira, Romo Danu pernah ditugasi SJ sebagai Rektor Unika Atma Jaya Jakarta, Rektor Universitas Sanata Dharma Yogyakarta, Ketua STF Driyarkara Jakarta, dan sekali waktu juga pernah menjabat Provinsial SJ Provinsi Indonesia. Di kalangan internal SJ, Romo F. Danu dikenal sebagai sosok sederhana, tidak banyak omong, dan jarang tersenyum.
  2. Romo Gerardus Koelman SJ merayakan pesta emas 50 tahun imamat. Sebelum berkarya di Malang sebagai pastur pembimbing rohani untuk para calon imam diosesan Keuskupan Malang, Romo G. Koelman lebih banyak berkarya di bidang pendidikan anak-anak muda. Beliau pernah menjadi Rektor SMA/Kolese Loyola Semarang dan kemudian menjadi pembimbing retret di Sangkal Putung dan Girisonta. Di kalangan internal SJ, Romo G. Koelman dikenal sebagai orang yang suka naik vespa kemana pun harus pergi. Sekarang ini, Romo G. Koelman SJ mendapat tugas sebagai pembimbing rohani untuk para frater diosesan/praja KAJ dan tinggal menetap di Wisma Cempaka Putih Timur.
  3. Romo Bernardus Subroto Mardiatmadja SJ merayakan pesta emas 50 tahun menjadi Jesuit. Sekarang ini, Romo BS Mardi –demikian Jesuit ini biasa dipanggil akrab—berkarya di Keuskupan Agung Jakarta sebagai pembantu Uskup untuk pelayanan bidang tertentu. Sejak bertahun-tahun lamanya hingga kini , teolog lulusan Inssbrug Austria ini tetap mengajar teologi di STF Driyarkara Jakarta. Meski sering terganggu ginjalnya, namun Romo BS Mardi ini tetap semangat dan murah senyum menjalani hidup imamatnya dengan riang, hangat dan murah senyum.
  4. Romo FX Adisusanto SJ merayakan pesta emas hidup rohaniwan sebagai Jesuit sekaligus pesta 40 tahun imamat. Sekian tahun lamanya, Romo Adi –demikian beliau ini biasa dipanggil akrab—lebih banyak berkarya sebagai tenaga pengajar di STKateketik Pradnyawidya Yogyakarta. Selepas dari lingkungan STKat, beliau sempat menjadi Rektor Seminari Menengah Mertoyudan dan akhirnya mendapat tugas baru sebagai Sekretaris Eksekutif Komisi Kateketik KWI hingga sekarang. Di lingkungan internal SJ, Romo Adi dikenal sebagai sosok sederhana, pendiam, dan punya baju ya hanya itu-itu saja.
  5.  Romo Martinus Hadisiswoyo SJ merayakan pesta perak 25 tahun imamat. Sebelum mendapat tugas baru sebagai Direktur Yayasan Strada Jakarta dan membantu tugas pastoral sebagai kapelan di Gereja Paroki St. Theresia Jakarta, Romo Hadi lebih banyak berkarya di bidang pendidikan. Romo Hadi pernah menjadi Direktur Seminari Mertoyudan, setelah sebelumnya menjadi Direktur Yayasan Kanisius Cabang Solo dan tinggal di Pasturan Gereja St. Antonius Purbayan di Solo. Di lingkungan internal SJ, dia sering disapa dengan sebutan “Pak Lik Hadi”;
  6. Romo Antonius Gustawan SJ juga merayakan pesta perak 25 tahun imamat. Saat ini, Romo Gustawan SJ menjabat Rektor Kolese de Britto Yogyakarta, setelah sebelumnya menjabat Rektor Seminari Menengah Mertoyudan. Teman seangkatan “Paklik Hadi” ini dikenal sebagai sosok pendiam.
  7. Romo Yosep Edi Mulyono SJ merayakan pesta perak menjadi Jesuit. Sejak muda, Romo Edi dikenal suka terlibat di banyak karya-karya sosial. Karena itu, tidak heran SJ lalu menugasi Romo Edi berkarya di Jesuit Refugee Service (JRS), lalu kemudian di Lembaga Daya Dharma KAJ, dan akhirnya menjadi Direktur Caritas Indonesia di KWI. 

Para mantan anggota SJ yang tergabung dalam Paguyuban SESAWI (SEsama WArga Ignatian) juga diundang untuk menghadiri ekaristi penuh syukur dan acara ramah tamah di Gereja Santo Petrus & Paulus Mangga Besar ini. 

Sebelumnya, Pesta Ignasiusan untuk para SJ di wilayah Yogya telah berlangsung di Kolese de Brito tanggal 31 Juli 2012.

Photo credit: Provinsialat SJ Provindo 

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

1 Comment

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: