Para Imam Perlu Mahir Gunakan Media Komunikasi

twitters

PARA gembala gereja dan umat beriman perlu bekerjasama mengusahakan agar upaya-upaya komunikasi sosial dimanfaatkan secara efektif lewat aneka macam karya kerasulan serta mencegah usaha-usaha yang merugikan.

“Karena itu perlu didukung prakarsa-prakarsa dari umat katolik dalam pengembangan pers yang sehat maupun pers katolik yang sejati,”ujar Ketua Komsos Keuskupan Agung Semarang Romo Noegroho Agoeng Sri Widodo Pr dalam pelatihan bertajuk “Media Sosial Sarana Pewartaan” di Labuan Bajo, Flores, Nusa Tenggara Barat, Rabu (2/7/2014).

Sementara itu, menurut Agoeng, umat beriman perlu membaca dan menyebarkan pers katolik, menyebarluaskan serta membahas dengan cermat peristiwa-peristiwa yang menyangkut kehidupan gereja, medorong dan menjamin mutu produksi dan penayangan film, serta menyediakan siaran-siaran radio dan televisi yang bermutu.

Seni sandiwara yang mendukung pembinaan kemanusiaan dan kesusilaan para penonton juga harus terus menerus dipelihara dan dikembangkan.

“Para imam, para religius dan kaum awam, menurut dokumen Inter Mirifca juga perlu mempunyai kemahiran secukupnya agar mampu mengarahkan media komunikasi kepada tujuan kerasulan,”ujar Romo Agoeng.

Sementara, putera-puteri Gereja wajib menopang kelestarian serta membantu harian-harian atau majalah-majalah katolik, kegiatan-kegiatan perfilman katolik, dan pemancar-pemancar serta siaran-siaran radio maupun televisi katolik, yang tujuan utamanya ialah : serentak mewartakan dan membela kebenaran, dan menyelenggarakan pendidikan kristen bagi masyarakat luas seperti tertuang dalam dekrit  Inter Mirifica art.17.

Biro Nasional
Berdasarkan pertimbangan itu pula, Romo Agoeng menyebutkan bahwa perlu ada biro nasional untuk media cetak, film, radio, dan televisi yang menyatukan rencana dan usaha-usaha serta kerjasama internasional.

Ini karena semua keuskupan, atas kebijaksanaan para uskup, setiap tahun merayakan hari komunikasi sosial. Bahkan Takhta suci pun memiliki sekretariat khusus untuk mendampingi Sri Paus.

“Para uskup tentu saja mempunyai wewenang untuk menyimak dan memajukan kegiatan-kegiatan serta usaha-usaha di bidang itu dalam keuskupan mereka, dan mengarahkannya sejauh menyangkut kerasulan umum,”ujar Romo Agoeng.

Intinya, Konsili mengundang semua orang yang beritikad baik, terutama mereka yang mengatur penggunaan media itu, supaya berusaha mengarahkan upaya-upaya itu kepada kesejahteraan masyarakat semata-mata.

“Maka dari itu hendaklah nama Tuhan diluhurkan oleh penemuan-penemuan baru itu,”ujar Romo Agoeng.

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: