Panggilan sebagai Pelindung/Penyayang Hewan (1)

Ayat bacaan: Kejadian 1:28======================”Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: “Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan a…

Ayat bacaan: Kejadian 1:28
======================
“Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: “Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi.”

Saya tidak mengerti bagaimana orang bisa sangat kejam terhadap hewan. Beberapa hari lalu saat sedang berada di jalan, tepat di depan saya ada sebuah mobil pickup dengan banyak kandang dari kayu berisi anjing. Kejamnya, ada seekor anjing yang dirantai di belakang mobil dan harus berlari mengikuti laju mobil yang cepat. Berkali-kali anjing malang itu terseret apabila ia melambat karena tidak tahan mengejar kecepatan mobil. Sontak saya dan istri mengejar mobil itu dan meneriakkan si pengemudi yang tidak punya perasaan. Beberapa pengendara lain yang ada di tempat kejadian hanya tertawa, bahkan ada polisi yang naik motor melewati mereka tanpa bereaksi apa-apa. Setelah saya sampai di tujuan, istri saya kemudian menangis karena tidak tahan melihat ada anjing yang secara tega disiksa seperti itu. Anjing adalah hewan yang bisa menjadi teman manusia yang sangat setia harus mengalami nasib begitu tragis. Entah bagaimana nasib anjing malang itu setelahnya, saya tidak tahu. Selain tidak habis pikir bagaimana orang bisa berlaku sangat kejam, saya melihat bahwa sebagai penyayang anjing (dog lovers), istri saya menangis melihat kejadian itu, meski ia tidak mengenal anjing itu sama sekali. Artinya, itu merupakan panggilannya. Di waktu lain saya sering menemani istri saya untuk sekedar berkeliling sambil membawa sosis untuk memberi makan anjing-anjing jalanan yang kami temui secara acak. Saya mengerti panggilannya dan dengan senang hati keluar bersamanya untuk memenuhi panggilan yang ada pada dirinya tersebut.

Sebuah pertanyaan pun hadir: apakah pelayanan terbatas hanya untuk manusia saja? Benar bahwa kita masih harus bekerja keras untuk membawa jiwa-jiwa menuju keselamatan. TApi bagaimana dengan hewan-hewan terlantar, terabaikan, atau malah yang disiksa seperti anjing di atas? Apakah kita tidak bisa menjadi terang dan menyenangkan hati Tuhan apabila kita bergerak di bidang penyelamatan atau kepedulian terhadap hewan-hewan terlantar, mendukung animal atau dog/animal shelters dengan apapun yang kita bisa, atau bahkan ikut serta dalam pelestarian hewan langka yang hampir punah? Apakah tidak mungkin jika Tuhan memberi panggilan kepada sebagian orang untuk bekerja di ladang yang satu ini?

Manusia adalah ciptaan Tuhan, hewan pun sama, merupakan ciptaan Tuhan yang Dia bentuk dengan sangat baik. Ada begitu banyak hewan yang butuh pertolongan. Di beberapa acara televisi kita bisa melihat dimana-mana ada hewan yang sekarat, dalam kondisi sangat buruk dan akan segera mati jika tidak mendapatkan pertolongan. Banyak yang tega menyiksa atau memperlakukan hewan piaraannya secara kejam, ada yang tega meninggalkan begitu saja, di rantai dengan panjang rantai yang terlalu pendek, bahkan anjingnya sampai tidak bisa duduk saking pendeknya. Atau yang tega meracun dan menganiaya hewan-hewan malang ini tanpa perasaan. Tertawa ketika melempari hewan dengan batu. Ada anjing yang diikat diluar sepanjang hidupnya, terkena panas terik dan hujan begitu saja, ada yang tidak diberi makan, dibiarkan ketika diserang kutu, sekarat tertabrak mobil atau disiksa orang dan sebagainya. Ada beberapa lembaga yang aktif melakukan pelayanannya dan saya bersyukur karena ternyata masih banyak orang yang mau membantu mereka untuk menolong hewan-hewan ini bersama-sama tanpa memandang latar belakang masing-masing.

Manusia merupakan ciptaan Tuhan yang istimewa, itu benar. Tetapi bukan berarti bahwa Tuhan tidak mengasihi hewan dan tumbuhan yang notabene merupakan ciptaanNya juga. Manusia merusak lingkungan, menebang pohon sembarangan, merusak habitat hewan bahkan memburu mereka termasuk hewan-hewan langka di dalamnya tanpa merasa bersalah. Padahal ini pun sebenarnya sudah melanggar Firman Tuhan, karena sejak semula Tuhan sudah mengingatkan tugas kita dalam menjaga kelestarian alam beserta isinya.

Itu tertulis dalam kitab Kejadian. Sejak di awal penciptaan sesungguhnya kita bisa melihat bagaimana Tuhan telah berpesan langsung kepada kita mengenai hal ini. Lihatlah ayat berikut yang tertulis dalam kitab Kejadian “Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: “Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi.” (Kejadian 1:28). Menaklukkan dan berkuasa disini bukanlah  dimaksudkan bahwa kita bisa seenaknya mengeksploitasi isi bumi tanpa memikirkan kelangsungan hidup atau kelestariannya, tapi justru sebaliknya. Kepada kita disematkan sebuah tanggung jawab secara penuh untuk mengurus dan melestarikan segala yang ada di muka bumi ini, termasuk pula di dalamnya berbagai spesies atau jenis hewan yang hidup di bumi. Mengapa demikian? Sebab Tuhan telah menciptakan segalanya itu bukan sekedar baik saja, tetapi dikatakan “sungguh amat baik.” “Maka Allah melihat segala yang dijadikan-Nya itu, sungguh amat baik.” (ay 31). Kalau Tuhan telah menciptakan segala sesuatu dengan amat sangat baik dan Dia menugaskan kita untuk menjaganya dengan baik, bagaimana kita bisa tega memperlakukan alam beserta tumbuhan dan hewan di dalamnya dengan buruk, kasar bahkan kejam? Dan jika demikian, bukankah Tuhan pun menginginkan kita untuk melakukan hal-hal yang baik bagi ciptaan-ciptaan Tuhan ini?

(bersambung)

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply