Orang Katolik dan Isteri-isterinya

Ilustrasi: Ist

SYELLOM, wilujeng, rahayu. Sugeng Paskah, sugeng kawilujengan.


Kembali cerita, berbagai rasa. Menjelang Paskah trail-mot-nas naik ke kawasan pegunungan. Sebuah wilayah antara Sidareja-Cidadap-Ciporos.


Di sebuah dusun sana, ada seorang bernama SK. Apa menariknya Pak SK ini? Ia adalah seorang katolik, namun isterinya empat. Namun jangan keburu sangka. Dia tidak poligami.


Bagaimana bisa?  Bisa.


Begini. Ketika masih kuat, muda, Pak SK ini hidup sebagai pedagang hasil bumi. Ia piawai berdagang, meski tak sekolah. Bisa baca-tulis, karena dulu ikut program PBH alias Pemberantasan Buta Huruf.


Pertama kali ia menikah, dia lalu punya anak. Kemudian isteri kesatu, meninggal. Menikah lagi dengan seorang perempuan, jadilah ia punya isteri kedua. Punya anak satu. Tak tahu kenapa, kemudian isterinya meninggal lagi. Kemudia menikah lagi. Jadilah ada kemudian istri ketiga. Dengan yang ini, Pak SK dikaruniai 5 anak.


Perjalanan iman katolik, terbangun di masa istri ketiga. Sering kontak dengan berbagai orang di kota dan di desa, dia lalu bisa membedakan warna-warni orang katolik. Karena pengalaman pergaulan, dia lalu berproses menjadi orang katolik. Model hidup orang katolik yang baik, menjadi mengesankan dirinya.


Itulah awal ketertarikannya. Jadilah kemudian ia warga gereja.


Istri ketiga itu pu  juga lalu meninggal. Lalu dia menduda. Suatu saat,  seorang wanita tetangga, yang juga janda menarik hati asmaranya. Dilamarnya kemudian untuk menjadi istri yang nomor empat.


Menariknya, istri keempat ini, bersedia disunting oleh Pak SK  karena satu alasan, yakni Pak SK adalah orang katolik. Istri keempat ini pernah kerja di Jakarta. Majikannya seorang Kristen yang saleh. Kesalehan ini mengesan dalam hatinya.


Pengalaman Si Isteri, menjadi literatur, dasar bersedia dinikahi untuk menjadi Ni SK.


Jika didatangi, Ni SK pun juga menemui, bikinkan wedang. Dan nyangoni kopi sasetan plus salak.


Beriman Ikut Tuhan Yesus, kerap lewat contoh hidup. Kesaksian. Hidup katolik yang soleh menjadi mengesankan bagi orang-orang tertentu.


Selamat hidup soleh model katolik. Siapa tahu, ada yang terkesan.


Wasalam


-+Peng oedoed ’76+-

Imam praja anggota Diosis Purwokerto; sekarang berkarya pastoral di Paroki Subah, Weleri, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah.

Sumber: Sesawi

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply