Orang Bijak Mendengar

Ayat bacaan: Amsal 1:5
=================
“baiklah orang bijak mendengar dan menambah ilmu dan baiklah orang yang berpengertian memperoleh bahan pertimbangan”

bijak mendengar, rajin bertanya

Sekian lama melakukan wawancara dengan berbagai musisi baik dalam negeri, asia dan manca negara, dari yang mulai menapak karir hingga yang sudah sangat terkenal, saya menemukan satu kepuasan dalam melakukan itu. Apa yang membuat saya puas? Saya puas karena saya bisa mengajukan pertanyaan, dan jawaban dari mereka menambah pengetahuan saya. Saya menjadi tahu lebih banyak soal perkembangan musik di luar, perjuangan bagaimana mereka bisa mencapai sukses dan sebagainya. Selalu saja ada hal yang saya tidak tahu sebelumnya, dan saya sampai pada satu kesimpulan: semakin banyak yang saya tahu, semakin banyak pula yang saya tidak tahu. Karenanya semakin banyak wawancara, semakin besar pula keinginan saya untuk tahu lebih banyak lagi. Sebelum melakukan wawancara, saya pun biasanya mempersiapkan diri dengan mengenal calon narasumber saya terlebih dahulu. Biasanya saya memanfaatkan internet untuk mencari tahu siapa mereka sebenarnya, hal-hal penting dalam karir mereka, hingga latar belakang lagu-lagu yang mereka bawakan jika ada. Hasilnya? Saya berhasil menghindari pertanyaan-pertanyaan klise seperti: “sudah berapa album?” , “albumnya sudah dirilis belum?” ,  “lagi sibuk apa?” dan sebagainya. Puji Tuhan, sejauh ini semua musisi yang pernah saya wawancarai menyatakan rasa puas dan senang, karena menurut mereka saya beda dengan kebanyakan wartawan yang kerap kali mengajukan pertanyaan klise yang membosankan. Betapa senangnya mereka ketika mengetahui orang yang bertanya mengenal mereka, jenis musik yang mereka bawakan dan pola permainan mereka. Dan saya pun bisa menggali sisi-sisi teknik maupun seluk beluk lainnya dengan lebih mendalam.

Salomo mengingatkan bahwa agar menjadi bijak, hendaklah kita mau mendengar dan senantiasa haus akan ilmu pengetahuan. Selanjutnya orang yang bijaksana hendaknya selalu punya bahan pertimbangan yang luas dan tidak terlalu cepat menyimpulkan sesuatu hanya menurut pendapatnya sendiri. Masih ada begitu banyak hal yang belum kita ketahui, yang dapat menambah pengetahuan kita akan segala sesuatu, dan akhirnya bisa menjadikan kita sebagai orang dengan wawasan pemikiran luas serta bijaksana. Ketika menghadapi suatu persoalan, kita akan mampu melihat dari berbagai sisi dengan lebih tenang. Terkadang kita hanya ingin mendapat jawaban yang cepat, tapi sesungguhnya untuk membuat hidup menjadi lebih kuat, kita membutuhkan lebih banyak lagi hikmat yang bisa kita peroleh dengan banyak mendengar dan mau tetap belajar. Tidak ada orang yang sudah tahu segalanya. Kita masih harus terus belajar selama kita masih mampu untuk itu. Jangan pernah gengsi untuk bertanya kepada orang lain. Kemudian dengarkan lawan bicara dengan baik, dan berilah kesempatan pada mereka untuk mengungkapkan ide, pola pikir, kebiasaan, pengalaman, nasihat, tips, trik dan lain-lain.

Ada kalanya kita perlu menyampaikan pendapat, ada kalanya kita harus diam dan memberi kesempatan pada orang lain untuk berbicara. Di saat kita diam dan mendengar, disana kita menghargai mereka dan memiliki kesempatan untuk menyerap dan memahami hal-hal baru. Memasang gengsi terlalu tinggi atau bersikap sok tahu hanya akan merugikan kita sendiri. Terhadap suara Tuhan pun demikian. Jangan berdoa hanya satu arah, hanya menjadikan doa sebagai sarana untuk menyampaikan berbagai keinginan dan permintaan ini-itu saja, tapi pakailah doa sebagai saat-saat indah dalam hubungan dengan Tuhan, dimana kita mendengarkan apa kata Tuhan, pesan, nasihat maupun teguran dengan hati yang lapang. “…”Pada hari ini, jika kamu mendengar suara-Nya, janganlah keraskan hatimu!” (Ibrani 4:7). Ingatlah bahwa sesungguhnya Tuhan terus berbicara mengingatkan diri kita agar jangan sampai tersesat dan terjatuh, baik lewat hati nurani, nalar ataupun dari pengalaman kita sendiri atau orang lain. Jangan sampai kita lalai,melewatkan banyak kesempatan untuk bertumbuh dan menjadi orang bebal. “Sebab orang yang tak berpengalaman akan dibunuh oleh keengganannya, dan orang bebal akan dibinasakan oleh kelalaiannya.” (Amsal 1:32). Miliki roh yang peka agar kita selalu bisa mendapat berbagai masukan dari hal disekeliling kita maupun dari orang lain. Ketika kita berpura-pura tahu segalanya, disitulah kita melewatkan kesempatan untuk ditambahkan.

Belajarlah dengan mendengar lewat hati yang lunak

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply