Olahragawan

Ayat bacaan: 2 Timotius 2:5
======================
“Seorang olahragawan hanya dapat memperoleh mahkota sebagai juara, apabila ia bertanding menurut peraturan-peraturan olahraga.”

olahragawan, steve bruce, john stephen akhwari

Para penggemar sepakbola di televisi tentu sering melihat pemain yang terus bermain meski dalam keadaan cedera. Ada yang terkadang hanya butuh waktu untuk mendapatkan perawatan, mungkin dijahit dan diperban, lalu mereka kembali lagi bermain di lapangan. Tiga belas tahun yang lalu ada seorang center back luar biasa yang menjadi palang pintu kokoh di Manchester United. Ia bernama Steve Bruce, yang kini menekuni karir sebagai pelatih yang cukup sukses. Pada masa ketika ia aktif membela Manchester United, ia sempat mendapat kehormatan memegang ban kapten selama beberapa tahun. Kepemimpinannya luar biasa, begitu pula teknik bermainnya. Ia menjadi sosok yang sangat tangguh yang berpengaruh penting dalam keberhasilan Manchester United pada masa itu. Selain back, ia pun bisa menjadi penyerang berbahaya lewat tandukan-tandukannya menerima umpan dari sepak pojok. Dan yang lebih hebat lagi, Bruce terkenal sebagai pemain yang gigih, penuh semangat dan kuat. 6 kali hidungnya patah disaat bermain, beberapa kali kepalanya berdarah karena terbentur, namun ia terus melanjutkan permainan. Beberapa bulan yang lalu, penggemar sepakbola kaget melihat seorang gelandang kesebelasan Valencia di Liga Spanyol, Manuel Fernandez, yang masih terus bermain apik selama 60 menit meski kakinya patah! Bagaimana mungkin terus berlari dan menendang bola ketika kaki patah? Tapi itulah yang terjadi. Tulang betisnya yang patah ternyata tidak mengendurkan semangat Fernandez. Ia terus dengan mati-matian membela timnya. Timnya pun pada saat itu menang 4-1. Itu dalam dunia sepakbola. Di Olimpiade pernah pula terjadi sebuah kisah mengharukan. Olimpiade Meksiko tahun 1968 mencatat sebuah kisah luar biasa dari pelari maraton asal Tanzania. John Stephen Akhwari menjadi harum dalam sejarah Olimpiade bukan karena memecahkan rekor finish tercepat, tidak pula mendapat medali emas, ia malah menjadi pelari yang memasuki finish paling akhir, ketika pelari-pelari lain bahkan telah pulang beberapa jam sebelumnya. Apa yang membuatnya harum dalam catatan sejarah adalah ini: Akhwari memasuki stadion dengan tertatih-tatih. Di lutut kanannya terdapat luka menganga dan persendian bahunya bergeser. Cedera ini ia dapatkan akibat terjatuh karena bertubrukan. Semangatnya luar biasa, ia masih bisa mencapai finish dalam kondisi demikian. Itulah yang membuatnya tercatat dalam sejarah Olimpiade dan terus dikenang orang hingga kini, sementara pemenang medali emas pada saat itu tidak lagi diingat orang.

Kehidupan iman Kristiani tidaklah mudah. Yesus sendiri sudah mengingatkan demikian: “Lalu Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: “Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku.” (Matius 16:24). Ini menunjukkan bahwa menjadi pengikut Kristus bukanlah berarti kita mendapat keistimewaan untuk hidup santai, bermalas-malasan, tanpa masalah dan hanya menunggu berkat jatuh dari langit. Ada kalanya kita dipanggil untuk ikut menderita. Dan pesan itulah yang disampaikan Paulus kepada Timotius. Dalam suratnya yang kedua (2 Timotius 2:3-6), Paulus mengingatkan Timotius dan kita semua sebagai pengikut Kristus agar bisa hidup sebagai prajurit, olahragawan dan petani. Jika kemarin kita sudah melihat gambaran kehidupan keimanan sebagai prajurit Kristus, hari ini kita melihat gambaran sebagai olahragawan. Hidup sebagai olahragawan saat ini mungkin terlihat sebagai hidup yang bergelimang harta, namun tidak banyak yang menyadari bahwa proses pembentukan mereka untuk menjadi atlit handal butuh waktu dan pengorbanan yang tidak sedikit. Mereka pun harus bisa menjunjung tinggi sportivitas, tidak boleh terpancing emosi dalam kondisi apapun. Mereka harus mampu bertanding dengan jujur dan bersih, dan ada kalanya harus menyampingkan kondisi mereka secara pribadi demi klub atau negara mereka agar mampu meraih kemenangan. Ini tidaklah mudah, dan jelas butuh proses yang tidak sebentar, juga butuh keseriusan yang tidak main-main. Tanpa itu semua, seorang olahragawan tidak akan bisa berhasil menjadi olahragawan yang baik dan dikenang orang dari segi positif.

Seperti halnya kegigihan dan semangat pantang mundur olahragawan di dunia olah raga, dalam kehidupan keimanan Kristiani kita pun demikian. Kita dituntut untuk mau tekun berlatih dan taat kepada peraturan yang berlaku. Jika kita melanggar aturan kita pun akan didiskualifikasi dan dikeluarkan dari pertandingan. Patuh kepada firman Tuhan, dan tekun dalam berlatih mendisiplinkan diri agar tetap fokus pada tujuan akhir, tidak melenceng sana sini. Itu menjadi dasar yang penting bagi kita agar bisa mengakhiri pertandingan dengan baik dan mendapatkan mahkota juara. Ini bukanlah tugas yang mudah, dan dalam prosesnya terkadang kita harus pula siap untuk berkorban dan menderita. Namun hasil akhirnya akan harum dan berbuah keselamatan. Jika dalam dunia olah raga latihan teratur memegang peranan penting bagi keberhasilan, begitu pula halnya dalam keimanan kita. Melatih diri kita terus menerus agar taat terhadap firman Tuhan menjadi syarat mutlak. “Latihlah dirimu beribadah. Latihan badani terbatas gunanya, tetapi ibadah itu berguna dalam segala hal, karena mengandung janji, baik untuk hidup ini maupun untuk hidup yang akan datang.” (1 Timotius 4:7b-8). Latihan untuk ibadah jauh lebih penting, karena berhubungan untuk kehidupan baik di dunia maupun yang akan datang nanti. Bertekunlah terus dalam iman. Penulis Ibrani mengingatkan juga sebagai berikut: “Karena kita mempunyai banyak saksi, bagaikan awan yang mengelilingi kita, marilah kita menanggalkan semua beban dan dosa yang begitu merintangi kita, dan berlomba dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan bagi kita.” (Ibrani 12:1). Bagaimana caranya agar kita bisa berlomba dengan tekun? Ayat selanjutnya memberikan caranya. “Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan, yang dengan mengabaikan kehinaan tekun memikul salib ganti sukacita yang disediakan bagi Dia, yang sekarang duduk di sebelah kanan takhta Allah.” (Ibrani 12:2). Ya, caranya adalah dengan mengarahkan fokus pandangan kepada Yesus, bukan kepada permasalahan hidup, bukan kepada kesusahan, himpitan beban dan lain-lain. Fokus pada hasil akhir, terus mempertahankan iman dalam Kristus meski badai sekuat apapun menghadang, akan menghasilkan kemenangan demi kemenangan baik di kehidupan saat ini hingga kehidupan selanjutnya. Fokus yang berbeda akan menghasilkan akhir yang berbeda, semuanya tergantung pada pilihan dan keputusan kita.

Hari ini ambillah keputusan untuk menjalani hidup dengan iman yang teguh dan penuh disiplin seperti olahragawan yang baik. Paulus berkata demikian: “Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman.  Sekarang telah tersedia bagiku mahkota kebenaran yang akan dikaruniakan kepadaku oleh Tuhan, Hakim yang adil, pada hari-Nya; tetapi bukan hanya kepadaku, melainkan juga kepada semua orang yang merindukan kedatangan-Nya.” (2 Timotius 4:7-8). Saya rindu kita semua pada saatnya nanti bisa berkata hal yang sama seperti apa yang dikatakan Paulus. Untuk bisa mencapai tahapan itu dibutuhkan kerja keras dan keseriusan, serta kerelaan untuk berkorban bahkan menderita buat sementara. Jika kita mau terus tekun dan berdisiplin menuruti firman Tuhan, no matter what you’re facing today, in the end, you will be the winner! Dibalik semua penderitaan dan pengorbanan yang harus kita jalani saat ini, pada saat yang tepat kita akan menuai hasilnya. Ada mahkota juara yang disediakan Tuhan di garis finish, yang di dalamnya terkandung berkat-berkat Tuhan yang akan senantiasa menyertai kehidupan kita, termasuk ganjaran keselamatan bagi setiap “olahragawan” iman yang baik dan benar. Siapkah anda menjadi olahragawan tangguh dalam iman akan Kristus? Mulailah pegang komitmen dari sekarang. On your marks, get set… GO!

Olahragawan yang baik adalah olahragawan yang tekun berlatih, taat aturan dan punya fokus benar

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply