Nyala Api

15 Juli - RmT

“Lalu Malaikat TUHAN menampakkan diri kepadanya di dalam nyala api yang keluar dari semak duri. Lalu ia melihat, dan tampaklah: semak duri itu menyala, tetapi tidak dimakan api.” (Kel 3, 2)

BEBERAPA hari yang lalu, tetangga depan rumah mengumpulkan dedaunan dan sampah kering yang berserakan di depan rumah dan gang masuk. Dedaunan dan sampah tersebut kemudian dibakar. Saya melihat nyala api kecil dari korek. Nyala api itu kemudian membesar dan membakar daun-daun jati dan ranting kering. Semuanya terbakar menjadi abu.

Beberapa waktu yang lalu, di Purwokerto juga ada nyala api yang berkobar di sebuah bank. Api tersebut pun membesar dan membakar gedung serta menyisakan puing-puing. Mungkin inilah yang menjadi salah satu sifat api, yakni menyala dan membakar segala sesuatu yang dijumpainya.

Musa mempunyai pengalaman yang berbeda. Musa melihat semak api yang bernyala. Namun demikian, nyala api tersebut tidak membakar semak duri menjadi abu. Nyala api tersebut rupanya menjadi tanda kehadiran Tuhan. Tuhan menampakkan diri kepada Musa, seorang yang pada saat masih bayi dibuang di Sungai Nil dan pada saat dewasa pun diancam oleh Firaun dan mau dibunuh. Maka Musa melarikan diri dan hidup bersama Yitro sebagai penggembala kambing domba. Musa sebagai gambaran pribadi yang hidupnya penuh dengan ancaman atau penderitaan, seperti juga dialami oleh bangsanya sendiri. Semak duri tersebut mungkin bisa menjadi gambaran kehidupan manusia yang penuh ancaman, kesulitan dan penderitaan. Namun demikian Musa tidak hancur dan hangus oleh penderitaan yang dialami. Dalam semak duri itu ada nyala api, yakni kehadiran Tuhan yang menguatkan dan bukan menghancurkan. Bahkan Tuhan mengutus Musa untuk memimpin bangsanya keluar dari penindasan dan penderitaan. Tuhan memberikan keberanian kepada Musa untuk kembali kepada bangsanya dan menghadap Firaun.

Dalam peristiwa atau pengalaman apa ‘nyala api’ itu juga ada dalam kehidupan kita?

Teman-teman selamat malam dan selamat beristirahat. Berkah Dalem.

Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply