Nobody Understand?

Ayat bacaan: Mazmur 139:1
=======================
“TUHAN, Engkau menyelidiki dan mengenal aku”

“Nobody understands..” Demikian status BB salah seorang teman yang masih belia beberapa waktu lalu. Ketika saya tanya, ia bercerita bahwa orang tuanya tidak mengerti apa impiannya sejak kecil dan memaksakannya untuk masuk ke jurusan sesuai keinginan orang tuanya tersebut. Dari pihak keluarga lainnya, ternyata mereka pun sama saja. Ia merasa sendirian menghadapi semua orang, bagaikan satu lawan seribu katanya. Kasihan juga, tapi saya tidak berani mencampuri urusan keluarga orang lain. Saya hanya berpesan agar ia membawa dalam doa masalah ini dan meminta Tuhan untuk membukakan jalan yang terbaik baginya. Bisa jadi orang tuanya justru melihat potensi si anak yang ia sendiri belum tahu, atau mungkin saja orang tuanya memang hanya memaksakan tanpa melihat kemana minat dan bakat anaknya. Entahlah. Tapi satu hal yang pasti, seperti yang saya bilang kepadanya, disaat ia merasa tidak ada orang yang mengerti, selalu ada Tuhan yang mengerti dia. Tuhan mengenalnya dan tahu apa yang terbaik untuk ia jalani. Maka membawa masalah dalam doa merupakan langkah yang paling baik di atas hal lainnya.

Apa yang ia rasakan mewakili keadaan yang sewaktu-waktu bisa terjadi pula pada kita. Terkadang kita sulit mengharapkan orang untuk mengerti atau peduli keadaan kita. Mungkin mereka pun sedang bergumul dengan banyak masalah juga sehingga sulit membagi waktu untuk mencoba mengerti kita. Atau mungkin mereka peduli, tetapi mereka tidak tahu bagaimana menunjukkannya sehingga terlihat seperti tidak bagi kita. Dan tentu saja tidak menutup kemungkinan pula mereka memang tidak peduli dan tidak mau mengerti, dan kita tidak bisa memaksa mereka.

Apabila anda tengah menghadapi masa-masa seperti itu, alangkah baiknya jika anda pegang satu poin penting ini: ada Tuhan yang sangat mengenal anda. Dia tahu pasti apa yang menjadi permasalahan anda. Dia mengenal anda luar dalam dengan sangat baik, lebih dari apapun yang anda ketahui tentang diri anda sendiri. Potensi-potensi terpendam, hal istimewa dalam diri anda yang anda belum temukan, kelebihan dan kekurangan, tidak ada yang tersembunyi bagiNya. Dia tahu isi hati kita yang terdalam. Dia sudah merencanakan yang terbaik dan sudah membekali masing-masing dengan keistimewaan sendiri-sendiri. Apalagi Tuhan sendiri yang menciptakan kita, tentu Dia-lah yang paling tahu segalanya tentang kita. Dan yang luar biasa, Tuhan adalah Bapa yang sangat mengasihi kita. Bentuk kasih itu pun diwujudkan dengan kepedulian yang luar biasa besar pula terhadap anak-anakNya. Dia siap tertawa gembira bersama kita, Dia pun turut bersedih bersama kita.

Daud menyadari betul akan hal ini. Maka ia menulis: “TUHAN, Engkau menyelidiki dan mengenal aku” (Mazmur 139:1). Ayat ini adalah pembuka dari sebuah perikop yang berjudul “Doa di hadapan Allah yang maha tahu” (Mazmur 139:1-24). Rangkaian ini menggambarkan pemahaman Daud akan pengenalan Tuhan tentang dirinya secara penuh. Lanjut Daud lagi: “Engkau mengetahui, kalau aku duduk atau berdiri, Engkau mengerti pikiranku dari jauh. Engkau memeriksa aku, kalau aku berjalan dan berbaring, segala jalanku Kaumaklumi.” (ay 2-3).

Ada sebuah Firman Tuhan dalam Yesaya 29 yang menggambarkan betapa Tuhan sungguh mengetahui kita, karena kita adalah ciptaanNya sendiri. “..Apakah tanah liat dapat dianggap sama seperti tukang periuk, sehingga apa yang dibuat dapat berkata tentang yang membuatnya: “Bukan dia yang membuat aku”; dan apa yang dibentuk berkata tentang yang membentuknya: “Ia tidak tahu apa-apa”? (Yesaya 29:16). Jika Tuhan diibaratkan sebagai tukang periuk, dan kita adalah bejana yang dibentuk dari tanah liat olehNya sendiri, mungkinkah Tuhan, Sang Pencipta, tidak mengenal apa-apa tentang kita? Jika orang tua kita di dunia saja mengenal kita secara pribadi dan mendalam, apalagi Bapa di Surga.

Tuhan sungguh sangat mengenal kita dengan baik. Dia sungguh peduli, tetapi masalahnya, kitalah yang seringkali tidak mau mengenal Dia dengan sungguh-sungguh. Ketika Tuhan peduli, kita malah tidak peduli padaNya dan hanya menggantungkan harapan kepada manusia. Ketika kita merasa sendirian, kita tidak mau mencoba untuk datang kepadaNya. Kita hanya berharap bisa dimengerti oleh orang lain dan melupakan kasih Tuhan yang selalu dicurahkan atas kita semua. Manusia bisa mengecewakan, tapi Tuhan tidak akan pernah mengecewakan. Karenanya, andalkanlah Tuhan selalu.“Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN!” (Yeremia 17:7). Ayat ini menyebutkan dengan jelas bahwa menaruh pengharapan kepada Tuhan tidak akan pernah berujung kepada sesuatu yang sia-sia.

Penegasan lainnya disampaikan pula oleh Yesus sendiri yang mengenal hati BapaNya dengan sangat baik. “Bukankah burung pipit dijual lima ekor dua duit? Sungguhpun demikian tidak seekorpun dari padanya yang dilupakan Allah,bahkan rambut kepalamu pun terhitung semuanya. Karena itu jangan takut, karena kamu lebih berharga dari pada banyak burung pipit.” (Lukas 12:6-7). Kalau burung saja diperhatikan Tuhan, apalagi kita yang diciptakan secara sangat istimewa menurut gambarNya sendiri. Sedekat-dekatnya dan sepeduli-pedulinya manusia, adakah yang sampai tahu jumlah rambut kita? Tapi Tuhan tahu berapa persisnya jumlahnya. Itu menunjukkan bahwa kepedulian dan pengenalanNya akan kita adalah sangat detail.

Betapa indahnya janji Tuhan akan penyertaan dan perlindunganNya atas kita yang tertulis berulang kali di dalam Alkitab. Dalam kitab Ulangan dikatakan: “Sebab TUHAN, Dia sendiri akan berjalan di depanmu, Dia sendiri akan menyertai engkau, Dia tidak akan membiarkan engkau dan tidak akan meninggalkan engkau; janganlah takut dan janganlah patah hati.” (Ulangan 31:8). Atau lihatlah ayat berikut: “Jauhilah yang jahat dan lakukanlah yang baik, maka engkau akan tetap tinggal untuk selama-lamanya; sebab TUHAN mencintai hukum, dan Ia tidak meninggalkan orang-orang yang dikasihi-Nya. Sampai selama-lamanya mereka akan terpelihara..” (Mazmur 37:27-28). Peringatan yang disampaikan Penulis Ibrani pun mengacu akan hal ini: Karena Allah telah berfirman: “Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau.” (Ibrani 13:5). Tuhan Yesus sendiri sudah berjanji untuk menyertai kita senantiasa sampai kepada akhir zaman (Matius 28:20), dan siap memberi kita kelegaan. “Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.” (11:28). Ini janji yang menunjukkan betapa Tuhan mengenal kita dan betapa Dia peduli terhadap segala pergumulan kita.

Ketika tidak ada orang mengerti, ada Tuhan yang mengerti. Ketika tidak ada yang peduli, Tuhan selalu peduli. Ketika tidak ada yang mau mengenal anda lebih jauh, Tuhan sudah mengenal anda bahkan lebih dari anda mengenal diri anda sendiri. Tuhan tahu pasti apa yang menjadi pergumulan anda saat ini. Meski anda tengah merasa sendirian dan punya hal-hal yang mungkin terlalu berat untuk diucapkan, Tuhan mengetahui semua itu. Tuhan sungguh mendengar dan selalu mengerti. Anda merasa sendirian saat ini menghadapi segala sesuatu? Datanglah pada Tuhan. Dia sangat mengenal anda, mengerti anda, dan peduli.

Tuhan mengenal, mengerti dan peduli pada kita

Follow us on twitter: http://twitter.com/dailyrho

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply