No Man Is An Island

Ayat bacaan: Kejadian 2:18a
======================
“TUHAN Allah berfirman: “Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja.”

kesendirian

Ingatkah anda pada pepatah klasik yang mengatakan “no man is an island?” Kata bijak yang ditulis oleh John Donne pada tahun 1624 ini mengacu kepada jati diri manusia yang memang diciptakan bukan untuk hidup terisolasi sendirian melainkan untuk hidup berpasangan, berkelompok atau berkomunitas. Sudah menjadi sifat dasar manusia untuk hidup membangun hubungan dengan orang lain. Hidup dalam lingkungan, komunitas, pertemanan dan tentu saja berpasangan. Sulit sekali membayangkan jika harus menjalani hidup sendirian, totally alone, karena kita memang merupakan mahluk sosial yang harus saling terhubung satu sama lain untuk bisa hidup dengan lebih baik.

Salah satu bentuk hukuman terberat bagi narapidana ternyata bukanlah siksaan fisik melainkan ketika diisolasi dalam sebuah ruang yang gelap untuk sekian waktu tertentu. Saya pernah membaca sebuah kisah narapidana yang mengungkapkan hal ini. Diisolasi sendirian, tanpa ada kesempatan untuk bertatap muka dengan orang lain, berkomunikasi dan sebagainya, itu yang ia rasakan paling menyiksa. Kita adalah manusia yang butuh kasih sayang, perhatian dan dukungan. Tanpa itu semua rasanya sulit bagi kita untuk bisa menjalani hidup dengan baik dan terus maju. Kesendirian itu bisa sangat menyiksa, dan itu pun bukanlah sesuatu yang diinginkan Tuhan bagi kita.

Ini pun sejalan dengan apa yang dikehendaki Tuhan. Tuhan tidak menciptakan manusia untuk sendiri-sendiri. Interaksi sosial dengan orang lain jelas kita butuhkan. Dan Tuhan tahu itu. Lihatlah apa kata Tuhan di awal penciptaan. “TUHAN Allah berfirman: “Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja.” (Kejadian 2:18). Tuhan bilang, “IT IS NOT GOOD!” Tidak baik! Dan itulah landasan Tuhan menciptakan seorang penolong yang sepadan dengan kita, dan Hawa pun hadir lewat tulang rusuk Adam. Tuhan pun berpesan “Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: “Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi.” (1:28). Beranak cuculah dan bertambah banyak, lalu berkuasalah atas segala ciptaan Tuhan seisi bumi. Untuk apa kita diminta untuk terus bertambah banyak memenuhi bumi jika kita harus hidup sendiri-sendiri? Tuhan tahu dibutuhkan interaksi sosial di antara sesama manusia agar kita bisa terus berkembang lebih baik, apalagi dengan diserahkannya tugas untuk menaklukkan dan menguasai seisi bumi yang sama sekali tidak mudah itu? Secara spesifik kita bisa melihat bahwa manusia diciptakan berpasang-pasangan seperti halnya Adam yang didampingi Hawa, namun secara luas Tuhan pun mengingatkan kita untuk hidup berdampingan dengan orang lain, baik dalam komunitas maupun lingkungan tertentu, dimana kita bisa saling membangun, menolong, mengisi, mengingatkan satu sama lain dan sama-sama bertumbuh ke arah yang lebih baik.

Dalam Pengkotbah kita bisa melihat bahwa kita dianjurkan untuk berinteraksi dan menjalin hubungan dengan sesama. dengan sesama. “Berdua lebih baik dari pada seorang diri, karena mereka menerima upah yang baik dalam jerih payah mereka.” (Pengkotbah 4:9) Atau dalam versi BIS dikatakan “Berdua lebih menguntungkan daripada seorang diri. Kalau mereka bekerja, hasilnya akan lebih baik.” Dan lebih lanjut dikatakan “Karena kalau mereka jatuh, yang seorang mengangkat temannya, tetapi wai orang yang jatuh, yang tidak mempunyai orang lain untuk mengangkatnya!” (ay 10). Kita butuh kehadiran teman yang bisa menolong kita bangkit ketika terjatuh, teman yang siap menguatkan ketika kita lemah, teman yang sanggup meringankan ketika kita ditimpa beban berat, teman yang mampu memberi penghiburan ketika kita berduka.

Tidak hanya butuh sesama kita saja, tapi jangan lupa pula bahwa kita pun harus membangun sebuah hubungan dengan Tuhan. Tuhan juga ingin kita berhubungan dekat dan berinteraksi denganNya. Lihatlah bagaimana sebuah hubungan yang sangat dekat bersama dengan Allah itu, “Lalu aku mendengar suara yang nyaring dari takhta itu berkata: “Lihatlah, kemah Allah ada di tengah-tengah manusia dan Ia akan diam bersama-sama dengan mereka. Mereka akan menjadi umat-Nya dan Ia akan menjadi Allah mereka.” (Wahyu 21:3). Dan hasil dari kebersamaan dengan Tuhan ini pun sungguh indah pula. “Dan Ia akan menghapus segala air mata dari mata mereka, dan maut tidak akan ada lagi; tidak akan ada lagi perkabungan, atau ratap tangis, atau dukacita, sebab segala sesuatu yang lama itu telah berlalu.”(ay 4).

Tuhan Yesus sendiri pun mengingatkan kita akan pentingnya sebuah persekutuan baik dengan sesama maupun dengan Tuhan. “Dan lagi Aku berkata kepadamu: Jika dua orang dari padamu di dunia ini sepakat meminta apapun juga, permintaan mereka itu akan dikabulkan oleh Bapa-Ku yang di sorga. Sebab di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam Nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka.” (Matius 18:19-20). Jelaslah bahwa kita memang diciptakan sebagai mahluk sosial yang harus terhubung satu sama lain untuk bisa hidup lebih baik. Hanya saja kita harus berhati-hati dalam memilih teman, sebab firman Tuhan berkata “Siapa bergaul dengan orang bijak menjadi bijak, tetapi siapa berteman dengan orang bebal menjadi malang” (Amsal 13:20) dan “Pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik.” (1 Korintus 15:33).

Apapun yang menjadi alasan bagi orang untuk menyendiri, apakah itu rasa malu, dosa, depresi, rasa kehilangan, penderitaan akibat sakit dan sebagainya, jawaban Tuhan akan hal itu tetap sama, “it is not good”. Oleh karena itu “Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat.” (Ibrani 10:25). Sekali lagi, we are created to build a close relationship with others (Pengkotbah 4:9-12) and with God Himself. (Wahyu 21:3). No man is an island, so let’s reach out and develop a tight friendships, for our own sake and theirs.

Mari membangun hubungan yang baik dengan sesama agar hidup kita menjadi semakin baik

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: