Nasehat untuk Selalu Bersyukur


SAAT Yesus menyusuri perbatasan Samaria dan Galilea, datanglah sepuluh orang kusta yang berteriak memohon belas kasihanNya. Yesus sangat peduli akan penderitaan mereka, dan menjadikan mereka tahir. Namun hanya seorang dari mereka, yakni seorang Samaria yang dianggap kafir oleh bangsa Yahudi, yang justru kembali menemui Yesus untuk mengucap syukur kepadaNya. Ia sungguh-sungguh mengalami kesembuhan jasmani dan rohani.


Banyak orang yang mengingat nama Tuhan hanya pada saat mereka sudah kehabisan cara dan tak berdaya lagi. Tetapi ketika pertolonganNya tiba, mereka lupa untuk bersyukur dan berterima kasih kepadaNya.


Orang Samaria pada kisah injil hari ini, mengajarkan kita untuk senantiasa datang ke hadapan Tuhan, mengucap syukur kepadaNya dengan penuh iman dan kerendahan hati. Meskipun saat ini kita tidak memahami mengapa Ia izinkan hal-hal buruk menimpa diri kita, berjuanglah untuk tetap taat, setia dan bertekun di dalam Tuhan. Hanya dengan demikian iman kita akan bertumbuh dan pengharapan kita kepadaNya tidak pernah sirna.


Mari melangkah dalam iman, belajar untuk mengucap syukur di setiap waktu dan di dalam segala keadaan. Tuhan Maha Pemurah dan Maha Pengasih, Ia pasti mendatangkan kebaikan bagi kita semua.


Kredit foto: Ilustrasi (Ist)


Insinyur elektro alumnus ITB dan umat Paroki St. Yakobus, Kelapa Gading, Jakarta Utara; bergiat ‘merangkai’ kata-kata renungan yang menjadi ‘kata hati’ untuk satu hari (thoughts of the day); Anggota Komunitas Meditasi Katolik Ancilla Domini St. Yakobus.

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply