Nama

16 Juli - Rm T 1“Lalu Musa berkata kepada Allah, ‘Tetapi apabila aku mendapatkan orang Israel dan berkata kepada mereka: Allah nenek moyangmu telah mengutus aku kepadamu, dan mereka bertanya kepadaku: bagaimana tentang nama-Nya?? Apakah yang harus kujawab kepada mereka?’”  (Kel 3, 13) DI tengah padatnya arus mudik, sebuah bis mengalami kecelakaan di jalan tol Palimanan. Disebutkan bahwa sopir tidak mampu mengendalikan laju bis. Kecelakaan itu menewaskan belasan orang. Sementara jenazah sudah diidentifikasi, artinya telah diketahui identitasnya, baik nama maupun asalnya. Sedangkan jenasah lainnya belum selesai diidentifikasi. Salah satu identitas dari seseorang adalah nama. Dalam situasi seperti ini, nama menjadi sesuatu yang penting, agar jenasah bisa segera diurus sebagaimana mestinya. Setiap orang mempunyai nama, entah nama kecil, nama dewasa, nama marga atau nama panggilan. Banyak orang tua telah memilih dan mempersiapkan nama untuk anak-anaknya jauh-jauh hari sebelum mereka dilahirkan. Mereka mempertimbangkan banyak hal dalam memilih nama bagi anaknya, entah hari kelahiran, silsilah keluarga atau arti dari nama yang mereka pilih. Orang tua biasanya tidak sembarangan atau asal-asalan dalam memberikan nama kepada anak-anak mereka. Sekalipun orang tua telah memberikan nama secara resmi, rekan dan sahabat akrab seringkali juga memberikan nama tertentu, yang berlaku di kalangan mereka. Nama atau julukan yang seringkali berbeda dengan nama sebenarnya. Nama tidak hanya menjadi milik manusia, tetapi juga dimilik oleh ciptaan lain. Banyak binatang diberi nama; makhluk di dalam air juga punya nama; burung di udara juga mempunyai nama; tanaman dan tumbuhan pun mempunyai nama. Nama membuat seseorang tidak salah atau keliru dalam memanggil seseorang, mengambil sesuatu atau mempergunakan sesuatu. Nama tidak hanya dimiliki oleh ciptaan. Allah pun mempunyai nama. Salah satu kesulitan Musa adalah bagaimana menyebut ‘nama Allah’ dan menjelaskan-Nya kepada bangsanya. Musa berusaha untuk memahami nama Allah. Bagaimana dengan kita? Siapakah Allah yang selama ini kita kenal dan kita imani? Teman-teman selamat malam dan selamat beristirahat. Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

16 Juli - Rm T 1

“Lalu Musa berkata kepada Allah, ‘Tetapi apabila aku mendapatkan orang Israel dan berkata kepada mereka: Allah nenek moyangmu telah mengutus aku kepadamu, dan mereka bertanya kepadaku: bagaimana tentang nama-Nya?? Apakah yang harus kujawab kepada mereka?’”  (Kel 3, 13)

DI tengah padatnya arus mudik, sebuah bis mengalami kecelakaan di jalan tol Palimanan. Disebutkan bahwa sopir tidak mampu mengendalikan laju bis. Kecelakaan itu menewaskan belasan orang. Sementara jenazah sudah diidentifikasi, artinya telah diketahui identitasnya, baik nama maupun asalnya. Sedangkan jenasah lainnya belum selesai diidentifikasi. Salah satu identitas dari seseorang adalah nama. Dalam situasi seperti ini, nama menjadi sesuatu yang penting, agar jenasah bisa segera diurus sebagaimana mestinya.

Setiap orang mempunyai nama, entah nama kecil, nama dewasa, nama marga atau nama panggilan. Banyak orang tua telah memilih dan mempersiapkan nama untuk anak-anaknya jauh-jauh hari sebelum mereka dilahirkan. Mereka mempertimbangkan banyak hal dalam memilih nama bagi anaknya, entah hari kelahiran, silsilah keluarga atau arti dari nama yang mereka pilih. Orang tua biasanya tidak sembarangan atau asal-asalan dalam memberikan nama kepada anak-anak mereka. Sekalipun orang tua telah memberikan nama secara resmi, rekan dan sahabat akrab seringkali juga memberikan nama tertentu, yang berlaku di kalangan mereka. Nama atau julukan yang seringkali berbeda dengan nama sebenarnya.

Nama tidak hanya menjadi milik manusia, tetapi juga dimilik oleh ciptaan lain. Banyak binatang diberi nama; makhluk di dalam air juga punya nama; burung di udara juga mempunyai nama; tanaman dan tumbuhan pun mempunyai nama. Nama membuat seseorang tidak salah atau keliru dalam memanggil seseorang, mengambil sesuatu atau mempergunakan sesuatu.

Nama tidak hanya dimiliki oleh ciptaan. Allah pun mempunyai nama. Salah satu kesulitan Musa adalah bagaimana menyebut ‘nama Allah’ dan menjelaskan-Nya kepada bangsanya. Musa berusaha untuk memahami nama Allah.

Bagaimana dengan kita? Siapakah Allah yang selama ini kita kenal dan kita imani?

Teman-teman selamat malam dan selamat beristirahat.

Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply