< ![endif]-->

TIDAK ada wahana yang lebih lengkap dan sempurna kalau ingin menyaksikan tingginya seni dan budaya masyarakat Asmat di Kabupaten Agats, selain mengunjungi Museum Pengembangan Seni dan Budaya Asmat. Terletak persis di depan Kompleks Keuskupan Agats, museum ini memang sekilas tak mengesankan sebuah bangunan lazimnya museum.

Meski model bangunannya terkesan usang dan lusuh, namun jangan tanya isi di dalam gedung ini. Ratusan koleksi benda-benda seni bernilai tinggi hasil khas masyarakat Asmat di Papua yang terkenal dengan seni ukir patungnya yang hebat dan artistik.

Berdirinya Museum Pengembangan Seni dan Budaya Asmat ini tidak terlepas dari upaya keras Uskup pertama Diosis Agats Mgr. Alphonsus Augustus Sowada OSC yang bermimpi besar ingin ‘membawa terbang’ budaya dan seni Asmat keluar agar semakin dikenal masyarakat luas. Di museum ini banyak disimpan karya-karya seni bernilai tinggi dengan sentuhan artistiknya yang sangat kuat.

Museum Asmat ok

Menurut kurator museum Erik Sarkol,  selain memamerkan kekayaan seni dan budaya tinggi masyarakat Asmat, Museum ini juga menyimpan berbagai koleksi foto sejarah ‘misi’ katolik di Kabupaten Agats. Sebuah foto lawas masih dengan format hitam putih menunjukkan bagaimana kisah heroik para imam dan bruder misionaris dari Ordo Salib Suci (0SC) dari Provinsi Amerika Serikat dalam membangun Agats dan masyarakat Asmat.

Museum ini adalah bukan milik pemerintah lokal Kabupaten Agats, melainkan menjadi harta milik Keuskupan Agats.Koleksi foto misi Asmat di Museum 2

Sebenarnya, selain kehadiran museum Asmat ini, harta penting lainnya adalah perpustakaan di Keuskupan Agats dimana Bapak Uskup Agats Mgr. Aloysius Murwito OFM sehari-hari berkantor. Di sini banyak buku antropologi dengan nilai berharga juga masih disimpan rapi. Semuanya warisan almarhum Mgr. Alphonsus A. Sowada OSC yang menaruh perhatian besar akan pengembangan seni dan budaya Asmat di Kabupaten Agats ini.

Photo credit: Museum Pengembangan Seni dan Budaya Asmat di Kabupaten Agats, Papua (Mathias Hariyadi)

Tautan:

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.