Mulut Bisa Manis, tapi Juga Pahit

mulut manis by ist“Lalu aku mengambil kitab itu dari tangan malaikat itu, dan memakannya: di dalam mulutku ia terasa manis seperti madu, tetapi sesudah aku memakannya, perutku menjadi pahit rasanya.” (Why 10, 10) MADU  terasa manis di mulut. Demikian juga permen, gula, sirup serta makanan lain. Banyak minuman atau makanan yang terasa manis di mulut. Bahkan kata-kata juga […]

mulut manis by ist

“Lalu aku mengambil kitab itu dari tangan malaikat itu, dan memakannya: di dalam mulutku ia terasa manis seperti madu, tetapi sesudah aku memakannya, perutku menjadi pahit rasanya.” (Why 10, 10)

MADU  terasa manis di mulut. Demikian juga permen, gula, sirup serta makanan lain. Banyak minuman atau makanan yang terasa manis di mulut. Bahkan kata-kata juga bisa terasa manis di mulut.

Mulut yang manis tidak hanya menunjuk bentuknya, tetapi juga kata-kata lembut, indah, puitis, bujuk rayu, yang bisa memikat dan mempesona banyak orang. Mulut manis tidak hanya dimiliki oleh para wanita.

Kaum pria pun banyak yang bermulut manis. Banyak orang, entah pria maupun wanita, bisa terpikat oleh mulut manis atau bahkan menjadi korban mulut manis.

Dalam hal ini ada ungkapan, “Mulut manis berbisa.”

Yohanes pun merasakan sesuatu yang manis dalam mulutnya, saat ia mengambil dan memakan kitab. Namun demikian, rasa manis itu hilang setelah sampai perut dan berganti rasa pahit.

Peristiwa ini mau menunjukkan bahwa Sabda Tuhan dirasakan manis oleh Yohanes dan mungkin juga oleh para murid yang lain. Sabda Tuhan memberikan penghiburan, peneguhan dan kekuatan. Sabda Tuhan mendatangkan suka cita dan kegembiraan.

Namun demikian, Sabda Tuhan juga bisa terasa pahit, karena Sabda itu terasa keras, mengkritik dan menegur sikap yang salah, jahat dan tidak benar. Mengikuti panggilan Tuhan, sebagai imam, religius atau awam, pun demikian, bisa terasa manis dan juga terasa pahit. Banyak pengalaman manis dirasakan dan semakin meneguhkan serta menguatkan panggilan hidup.

Namun demikian, pengalaman pahit pun sering terjadi, sehingga membuat krisis, kecewa, putus asa. Kasih dan cinta pun sering mengandung dual hal ini, manis dan pahit. Manis dan pahit selalu datang. Yohanes tetap harus bernubuat dan bersaksi atas dasar pengalaman manis dan pahit itu. Para murid pun harus tetap bersaksi atas pengalaman manis dan pahit hidupnya.

Manis jangan cepat ditelan, pahit jangan segera dimuntahkan.

Teman-teman selamat pagi dan selamat berkarya. Berkah Dalem.

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply