Mudik, Kembali ke Akar Hidup

ANTROPOLOG Pater Dr Gregorius Neonbasu, SVD berpendapat makna mudik bagi umat muslim adalah sesuatu yang luhur dan terpuji, karena setiap manusia diingatkan untuk kembali ke akar kehidupanya.

“Secara budaya, mudik adalah gerakan kembali ke kampung halaman dan itu merupakan sesuatu yang luhur dan terpuji, karena setiap orang diingatkan untuk kembali ke akar kehidupanya yang sangat hakiki,” kata rohaniawan Katolik itu di Kupang, Rabu, ketika dimintai komentarnya soal mudik dalam perspektif antropologi sosial dan budaya.

Dia menjelaskan, dalam perspektif budaya, mudik adalah sebuah trend untuk mengingatkan orang akan dasar kehidupan setiap manusia pada keluarga, orang dekat, leluhur dan tanah kelahiran atau tanah asal.

“Pekerjaan yang serba menyenangkan di kota selalu tidak menjadi alasan bagi warga untuk kembali ke kampung asal dan tempat dari mana mereka memperoleh inspirasi untuk menyusun strategi hidup baru,” katanya.

Sementara secara antropologis, katanya, mudik ini berkaitan dengan tata kehidupan manusia bahwa seusai sebuah perjuangan, dalam hal ini selama puasa Bulan Ramadhan, warga berduyun-duyun pergi ke tempat asal untuk merayakan pesta kemenangan bersama keluarga dan handai taulan.

“Jadi gerakan kembali ke tempat asal merupakan sebuah tren antropologis untuk pergi berjumpa dengan sumber kehidupan yang selama ini menopang kehidupan pribadi, keluarga dan masyarakat luas,” katanya.

Perjuangan untuk kembali ke tempat asal atau gerakan pulang kampung ini tidak saja dilihat dari faktor kesulitannya, melainkan harus ditempatkan pada suasana bagaimana warga berjuang untuk dapat mengatasi berbagai kesulitan yang muncul selama hari-hari mudik.

“Perasaan selalu ada dalam hati dan budi warga untuk pergi dari keramaian agar bisa berjumpa dengan akar kehidupan yakni keluarga dan leluhur,” katanya.

Nilai yang sering mengemuka dalam menghadapi suasana mudik ini adalah kesabaran untuk saling memperhatikan dengan sikap yang tulus dan ikhlas, walau sering terjadi sesuatu bentrokan yang tidak diinginkan, katanya.

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: