Morning/Wake Up Call

Ayat bacaan: Ibrani 10:25
=====================
“Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat.

morning call

Jika kita menginap di hotel, kita bisa meminta resepsionis atau front desk untuk membangunkan kita di pagi hari supaya tidak kebablasan tidur. Ini dikenal juga dengan istilah morning call atau wake up call. Ini adalah sebuah fasilitas yang tentunya sangat diperlukan karena jarang sekali kita membawa jam weker ketika menginap di hotel. Kita bisa tidur tenang dan nyenyak, tidak perlu khawatir karena kita tahu ada orang yang akan membangunkan kita di pagi hari. Sebuah morning call bukan saja berguna di hotel, tetapi ada waktu-waktu dimana kita akan memerlukannya juga dalam kehidupan kita. Kebiasaan saya yang tidur sampai larut dahulu sering dimanfaatkan teman saya untuk membangunkannya agar bisa melanjutkan tugas-tugas. Dengan mengetahui bahwa saya pasti akan meneleponnya sesuai waktu yang ia inginkan, ia pun bisa beristirahat sejenak sebelum kembali mengerjakan tugasnya.

Sebagai manusia kita tidak mampu hidup sendirian. Dalam kehidupan kerohanian kita pun demikian. Kesadaran bahwa kita tidak diciptakan sendirian, we are not made to live alone, penting untuk kita miliki dalam menjalani kehidupan kita. Hidup ini penuh perjuangan, termasuk pula kehidupan rohani kita yang harus terus berjuang melawan arus dunia dengan segala penyesatan di dalamnya. Segala tantangan dan kesulitan yang kita hadapi ketika melewati hari demi hari ini tentu sangat melelahkan dan selalu berpotensi membuat kita menyerah dan putus asa. Oleh karena itulah kita seharusnya sadar bahwa kita tidak boleh berjuang sendirian. Kita harus menghadapinya bersama-sama dengan rekan-rekan seiman yang bisa saling mendukung, saling bantu, saling menasihati, menegur dan menguatkan. Penulis Ibrani mengingatkan hal ini dengan jelas. Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat. (Ibrani 10:25). Apakah itu di gereja, persekutuan dan sebagainya, itu akan sangat berguna untuk dipakai sebagai sarana untuk menjalankan prinsip saling di atas. Kita akan lebih kuat apabila kita bertumbuh bersama-sama.

Selalu saja ada alasan yang bisa kita pakai untuk melewatkan waktu-waktu persekutuan. Banyak tugas, sibuk, lelah, kurang sehat, atau hujan akan menggoda kita untuk melewatkannya. Padahal kita akan kehilangan banyak hal apabila kita melewatkan sekali saja. Pengkotbah meningatkan Berdua lebih baik dari pada seorang diri, karena mereka menerima upah yang baik dalam jerih payah mereka.” (Pengkotbah 4:9)  Dan ayat selanjutnya berbunyi Karena kalau mereka jatuh, yang seorang mengangkat temannya, tetapi wai orang yang jatuh, yang tidak mempunyai orang lain untuk mengangkatnya!” (ay 10). Tidak peduli sekuat apapun kita, kita selalu butuh kehadiran saudara-saudari seiman yang akan siap menolong kita bangkit ketika terjatuh, siap menguatkan di kala lemah, siap meringankan ketika kita berbeban, memberi penghiburan ketika kita berduka. Sebaliknya di lain waktu, kita pun harus siap melakukan ini ketika mereka membutuhkannya.

Semangat kebersamaan dalam bertumbuh ini pun sangat penting di mata Tuhan. Firman Tuhan berkata “Bertolong-tolonganlah menanggung bebanmu! Demikianlah kamu memenuhi hukum Kristus.” (Galatia 6:2). Hukum Kristus akan kita penuhi apabila kita peduli satu sama lain, saling bertolong-tolongan dalam segala hal. Tuhan tidak menciptakan kita untuk menjadi individu-individu yang egois, kita diciptakan sebagai mahluk sosial yang harus saling isi satu sama lain untuk menuju ke arah yang lebih baik. Lihatlah dalam kitab Kejadian, dengan tegas Tuhan berkata: “Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja.” (Kejadian 2:18). The Lord said “IT IS NOT GOOD.” Ini artinya kebersamaan dalam bertumbuh, semangat kepedulian yang berisi prinsip saling bertolong-tolongan ini merupakan sebuah keharusan yang penting dalam kehendak Tuhan bagi kita. Ada saat dimana kita lemah, bukankah indah apabila kita tahu ada teman-teman yang tidak akan membiarkan kita jatuh? Atau sebaliknya, tidakkah indah jika kita bisa menjadi embun penyejuk dan berkat bagi teman kita yang sedang kesusahan?

Jangan lewatkan kesempatan untuk mengikuti persekutuan, jangan pula melewatkan beribadah bersama, memuji dan menyembah Tuhan, merasakan hadirat Tuhan bersama-sama dengan keluarga dan saudara seiman. Ada banyak manfaat yang bisa dipetik dibalik itu, dan itu akan menutupi begitu banyak kelemahan kita sebagai manusia yang tidak sempurna. Temukan komunitas yang tepat bagi anda, temukan “habitat” anda, dan bertumbuhlah disana. Kelak anda akan merasakan betapa beruntung dan bahagianya memiliki sebuah komunitas yang erat. Let’s give the morning call to each other.

Bersekutulah dengan sesama saudara seiman dalam pertumbuhan iman

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: