Monumen Kebanggaan Nasional

Ayat bacaan: 2 Korintus 5:1
===========================
“Karena kami tahu, bahwa jika kemah tempat kediaman kita di bumi ini dibongkar, Allah telah menyediakan suatu tempat kediaman di sorga bagi kita, suatu tempat kediaman yang kekal, yang tidak dibuat oleh tangan manusia.”

monumen nasional, warga sorga

Manusia tidak henti-hentinya membangun bangunan pencakar langit yang menjadi bisa simbol kebanggaan. Gedung Empire State Building (381 m) yang dibangun dengan gaya Art Deco yang sangat indah menjadi gedung tertinggi selama 40 tahun. Kemudian banyak gedung-gedung tinggi yang silih berganti merebut posisi teratas sebagai gedung tertinggi di dunia dengan segala kelebihannya. Petronas Twin Towers di Kuala Lumpur Malaysia yang selesai dibangun tahun 1998 misalnya, mencapai tinggi 452 m, 88 lantai. Twin Towers ini dilengkapi jejantas udara atau jembatan udara di lantai 41 dan 42. Ketinggian gedung ini sebentar lagi akan dikalahkan oleh Burj Dubai (Menara Dubai). Burj Dubai kini masih dalam pengerjaan dan diperkirakan akan mencapai ketinggian 800-an meter. Indonesia memiliki Tugu Monas (Monumen Nasional). Meski ketinggiannya jauh dibawah gedung-gedung pencakar langit di atas, tapi Monas yang diresmikan Presiden pertama RI Soekarno memiliki keunikannya sendiri. Puncak Monas berbentuk obor dibuat dari emas seberat 35 kg. Pada saat itu proyek pembangunan Monas menjadi sesuatu yang kontroversial karena dibangun pada saat dimana-mana terjadi antrian untuk mendapatkan beras. Terlepas dari kontroversialnya, Monas yang dibangun sebagai monumen peringatan untuk mengenang perjuangan rakyat adalah salah satu simbol kebanggaan Indonesia.

Dari masa ke masa manusia selalu berlomba-lomba untuk mencatat rekor atau mencari kebanggaan lewat berbagai hal, salah satunya seperti membangun gedung-gedung monumental yang menarik perhatian dunia. Tidak ada yang salah memang, tapi satu hal yang patut diingat adalah semua pujian, kehormatan dan kebanggaan di dunia ini hanyalah sementara sifatnya. Monumen-monumen istimewa akan terus muncul, setiap saat pencapaian yang lebih baik akan selalu hadir menggantikan yang lama. Penulis kitab Ibrani menyadari hal itu dan berkata bahwa ada hal yang lebih membanggakan untuk kita capai. Disana tertulis bahwa para saksi iman akan selalu menyadari bahwa mereka hanyalah orang asing dan pendatang di bumi ini (Ibrani 11:13). Kewarganegaraan sebenarnya bagi kita adalah surga (Filipi 3:20), dan oleh sebab itu Allah pun dengan bangga menyediakan kota bagi kita. “…Sebab itu Allah tidak malu disebut Allah mereka, karena Ia telah mempersiapkan sebuah kota bagi mereka.” (Ibrani 11:16). Dengarlah apa yang dikatakan Yesus mengenai hal ini. “Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu.Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamupun berada.” (Yohanes 14:2-3). Ketika satu saat nanti dunia berakhir, bagi kita telah disediakan suatu tempat kediaman di surga, sebuah tempat yang sangat indah penuh damai sukacita dimana tidak ada lagi penderitaan dan air mata. Semua itu adalah janji Allah yang disediakan bagi kita. Inilah hal yang sepantasnya membuat kita bangga.

Kita hanyalah sebentar di dunia ini. Semua kebanggaan, kehormatan dan kehebatan yang kita buat di dunia inipun hanya sementara. Tapi ingatlah, bagi kita yang selalu fokus hidup untuk menyenangkan Tuhan memiliki tempat tinggal yang kekal, lengkap dengan kebanggaan yang juga kekal sifatnya. Siapakah kita ini sehingga semua itu dipersiapkan Kristus bagi kita? Tapi kasih Allah begitu besar, sehingga kita manusia yang sebenarnya tidak layak menerima semuanya itu diberikan anugrah yang sungguh luar biasa. Dan inilah sebuah bentuk kebanggaan tanpa akhir yang sesungguhnya. Tetaplah hidup untuk menyenangkan hati Tuhan, dan nikmatilah tempat penuh kebahagiaan dan sukacita yang disediakan Tuhan bagi kita.

Dunia hanyalah tempat transit sementara. Tuhan telah persiapkan tempat kediaman kekal yang indah dan penuh sukacita bagi kita yang selalu menyenangkan hatiNya

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Comment