Misa Tabur Bunga di Girisonta: 750 Guru dan Karyawan Kanisius DIY Membuncah Bungah

TEMAN-TEMAN, para putra-putri Kanisius, beserta para pendoa, penderma dan pencinta Kanisius DIY. Salam sejahtera dan berkah Dalem Gusti.

Hari  Senin 4 November 2013 lalu, sekitar 750 guru-karyawan sekolah-sekolah Kanisius Daerah Istimewa Yogyakarta  (DIY) awal pekan ini baru saja mengadakan misa di Gereja St. Stanislaus Kotska Girisonta yang kemudian berlanjut dengan acara tabur bunga di makam para romo Jesuuit yang pernah berkarya di Yayasan Kanisius.

Para romo Jesuit yang sudah meninggal ini telah dimakamkan beberapa tahun silam di Taman Getsemani Girisonta.

Saya sendiri memimpin perayaan ekaristi mengenang para sesepuh senior Jesuit yang sudah almarhum di Taman Getsemani Girisonta. Bersama saya berdiri sebagai konselebran adalah  FX. Widyatmaka SJ, Pastur Paroki Girisonta dan Romo Synesius Suyitna SJ yang kini menjadi Rektor Kolese Stanislaus  Girisonta.

Ekaristi berlangsung lancar dan khidmat, mulai pukul 10.00 dan berakhir pukul 11.30.

Setelah misa selesai, acara dilanjutkan dengan perarakan umat menuju Taman Getsemani untuk berdoa dan menaburkan bunga di pusara para Yesuit yang dimakamkan di situ, terutama para Yesuit yang pernah menjadi direktur Yayasan Kanisius Cabang Yogyakarta.

Mereka adalah almarhum Romo Joannes Muller SJ, Romo Guido van Delft SJ, Romo Harry van Voorst tot Voorst SJ, Romo Oosthout SJ, dan Romo T. Suyudanta SJ.

Misa Peringatan 95 tahun Yayasan Kanisius Yogyakarta

 

Pada kesempatan homily, saya mengatakan bahwa misa dan tabur bunga menjadi rangkaian acara syukur 95 tahun Kanisius, sekaligus untuk mengenang jasa para pendahulu: guru, karyawan, dan terutama para romo yang pernah menjadi Direktur Yayasan Kanisius Cabang Yogyakarta yang sudah dipanggil Tuhan.

Kegiatan ini sekaligus untuk memperkuat Komunitas Kanisius DIY yang memiliki tema tahun ini: Satu Hati Satu Tekad untuk Kanisius.

Romo Suyitna SJ pada kesempatan sama lalu ambil bagian dalam sharing tentang pengalamannya menjadi seorang alumus SMP Kanisius Sleman. Beliau juga sekilas mengenalkan kehidupan Komunitas Novisiat SJ Girisonta.

Sedangkan Romo Widyatmaka SJ bercerita tentang keterlibatannya sebagai romo paroki yang ikut serta memperhatikan sekolah-sekolah Kanisius. Taruhlah itu  misalnya: ikut memperhatikan sekolah-sekolah Kanisius di Paroki Weleri dan di Paroki Girisonta.

Di penghujung homili, sebagai ungkapan terima kasih terutama untuk Romo Widyatmaka dan Romo Suyitna, kami lalu mengajak semua guru-karyawan yang hadir mengikuti misa untuk memberi hadiah berupa “Tepuk Kanisius”.

Setelah misa, kegiatan dilanjutkan dengan tabur bunga di Getsemani.

Doa yang dipimpin Frater Sutomo SJ mengawali acara tabur bunga pada setiap pusara para Yesuit, dan terutama pada pusara para “mantan” Direktur Yayasan Kanisius DIY. Usai tabur bunga, guru-karyawan mencari tempat yang nyaman dan teduh untuk makan siang bersama. Sepanjang halaman kompleks gereja dan sekitar depan Rumah Retret Girisonta menjadi tempat hijau dan segar bagi para guru-karyawan Kanisius untuk makan siang dan ngobrol satu sama lain.

Kira-kira pukul 13.15 para guru-karyawan Kanisius kembali ke Yogyakarta menurut kelompok masing-masing. Ada yang langsung kembali, ada yang mampir ke tempat-tempat wisata seperti Bandungan, dan ada pula yang mampir di daerah Magelang untuk belanja.

Guru Yayasan Kanisius ok

 

Wajah-wajah para guru-karyawan tampak gembira.

“Kami merasakan gembira lahir dan batin, Romo,” ungkap salah satu peserta tanpa menjelaskan apa maksudnya gembira lahir dan batin.

Barangkali, gembira batin karena memperoleh santapan rohani, dan gembira lahir karena memperoleh santapan jasmani berupa minum, makan dan perjumpaan akrab dengan teman-teman.

Terima kasih Romo Suyitna dan Komunitas Girisonta. Termasuk  Romo Albertus Rutten Rudito SJ yang ikut menyalami para guru-karyawan Kanisius DIY di Gerbang Getsemani.

Terima kasih Romo Widyatmaka dan Komunitas Paroki Girisonta. Terima kasih kepada para panitia yang diketuai oleh Ibu Nur Sukapti, Kepala SMP Kanisius Sleman.

Pesan dan kesan alumni Kanisius

Sungguh  luar biasa kerja dan kekompakan teman-teman.

“Romo Mintara dan seluruh guru-karyawan Yayasan Kanisius Cabang Yogyakarta, khususnya para panitia, proficiat acaranya bagus, berlangsung tertib dan lancar, tampak guyub. Terima kasih atas kunjungan dan kerjasamanya,” demikian Romo Synesius Suyitna menuliskan kesannya melalui email.

Sementara, Romo Leo Agung Sardi SJ  yang tengah mengikuti program studi doktoral di Spanyol dan pernah menjadi frater asisten direktur Kanisius Pusat, menulis dalam emailnya:

“Halo Mint, tur nuwun. Kok nambah ayem aku uga ya. Mungkin karena saya juga alumnus SMPK Klepu. TOK di Kanisius Semarang. Ning ya marakke kangen lan kepengin mulih heeeee. OK Padre. Sugeng makarya lan nyelengi swarga para kanca guru lan wong kabeh sing mambu Kanisius.”

Sedangkan Romo Rutten Rudito SJ yang sudah senior dan kini menjadi salah satu anggota Rumah Emmaus (rumah para purna tugas Yesuit, yang ditugasi oleh Serikat Yesus menjadi pendoa), menuliskan dalam emailnya demikian:

“Romo Mintara, melihat perarakan guru-guru Kanisius 750 orang sesudah Misa Suci di Gereja Girisonta masuk ke Gethsemani, saya merasa bahwa mereka itu gembira dan bahagia karena kebersamaan dan keakraban antar mereka dan barangkali juga karena makam itu ada suatu rasa damai yang berbeda dengan nama yang menyedihkan. Melihat para guru dan karyawan Kanisius itu saya juga merasa gembira.”

Guru Yayasan Kanisius Yogyakarta

Tentu saja, ungkapan Romo Rutten ini sangat menggetarkan, bukan hanya karena kata-katanya, namun karena diungkapkan oleh Yesuit tua dari kedalaman batinnya dan dari pengalaman hidupnya sendiri.

Ada pula email yang ditulis oleh Fr. Surya Awangga SJ  yang juga lulusan dari sekolah Kanisius DIY.

Tulisnya  demikian: “Romo Mintara, turut bergembira. Tentu para guru saya juga hadir di sana, meski sebagian sudah pensiun. Guru Yayasan Kanisius membekas di hati saya. Tiap pagi sebelum pukul 07.00 kami para murid tanpa dikomando rebutan membawakan tas hitam pak dan bu guru, bahkan dibela-belain menjemput ke rumah guru, berarak bersama ibarat menjemput sang pejuang. Sebagian membantu mendorong sepeda unta pak guru, begitu melihat dia memasuki gerbang sekolah. Saya dididik 8 tahun oleh guru-guru TK dan SD Kanisius (m)Bandung 1 yang berdedikasi tinggi dan kuat mengajarkan kristianitas. Kalau di ijazah saya, tanda tangan direkturnya masih Romo Harry tot  Voorst van Voorst SJ. Ndherek bingah, semoga Yayasan Kanisius Cabang Yogyakarta maju!”

Photo credit: Ilustrasi (Yayasan Kanisius Yogyakarta)

Sumber: Sesawi.net

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

1 Comment

  • Hati hati dengan orang ini – synesius suyitno sj – perbuatannya memalukan gereja dan serikatnya. Orang ini terbukti melanggar perintah allah ke 6 & 9, perzinahan & percabulan.

    Umat katolik, keluarga2 katolik, bapak2 kepala keluarga katolik, harap hati2 dan waspada dengan orang ini – synesius suyitno sj –

    Cari pastur yg lain, untuk bimbingan, misa dll jangan orang ini

    Sudah dilaporkan ke keuskupan dan provinsialat sj

    Sekali lagi hati2 dan waspada dengan orang ini

    Jenis serigala berbaju gembala

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: