Prosesi perarakan Hosti Maha Kudus saat Misa Kamis Putih di Gereja MRPD Pancasila, Pontianak. (Yohanes Kurnia Irawan)

UMAT Katolik merayakan Misa Kamis Putih di Gereja Maria Ratu Pencinta Damai (MRPD) Pontianak untuk mengenangkan peristiwa Perjamuan Malam Terakhir  bersama para murid-Nya. Misa dilaksanakan pada tanggal 29 Maret 2018 pukul 18.00 dan dipimpin oleh Pastor John Rustam bersama Pastor Pio Kristi.

Perayaan mengenang Sang Guru  membasuh kaki sang murid ini menjadi momen penting dalam Pekan Suci,  karena mengandung makna mendalam mengenai teladan Kristus dan para pengikut-Nya untuk saling melayani antara satu dengan yang lain.

Misa Kamis Putih merupakan kenangan akan perjamuan antara Yesus dengan para murid-Nya. Perjamuan Kristus dengan murid-Nya ini bukan merupakan perayaan keputusasaan, bukan pula perjamuan kesedihan melainkan perjamuan yang penuh keakraban, perjamuan persaudaraan dan penuh makna. Perjamuan ini menjadi simbol penyerahan hidup-Nya yang luhur.

Prosesi pembasuhan kaki “Para Rasul” oleh imam saat berlangsung Misa Kamis Putih di Gereja MRPD Pontianak.

Tubuh dan darah-Nya dicurahkan demi keselamatan murid-murid-Nya. Itulah Ekaristi Kudus. Semangat Yesus itu dilambangkan pula dalam upacara pembasuhan kaki para rasul. Untuk semua pengorbanan dan cinta Tuhan, kita diajak untuk juga memberi perayaan yang sama yaitu rela memahami dengan kasih dan cinta. Sumber kekuatan akan senantiasa ditemukan saat kita merayakan perjamuan Tuhan dalam Ekaristi ini.

Perayaan Perjamuan Tuhan sesungguhnya merupakan momen yang setiap kali kita rayakan dalam perayaan Ekaristi sampai saat sekarang. Selanjutnya, Perjamuan Tuhan merupakan momen di mana Yesus sebagai guru melakukan apa yang disebut sebagai pelayanan sampai sehabis-habisnya. Ia mencuci kaki para rasul, lambang dari sebuah pelayanan seorang pemimpin bukan dilayani melainkan melayani.

Seperti perayaan Misa Kamis Putih biasanya, di akhir misa dilaksanakan perarakan monstran oleh imam diiringi para petugas liturgi dan para misdinar menuju ruang tuguran yang berada pada ruang sebelah kanan dari altar. Satu per satu umat baik dari komunitas, lingkungan, OMK dan lain-lain menunggu giliran ibadat tuguran hingga tengah malam.

Pentahtaan monstrans jelang berlangsungnya tuguran usai Misa Kamis Putih.

Kredit foto: Yohanes Kurnia Irawan.

Francesco Agnes Ranubaya Anggota Ordo Fransiskan Sekular (OFS) St. Elisabeth dari Hungaria Regio Kalimantan tdi Pontiana; tenaga pendidik di SD Katolik Marie Joseph Pontianak.

Sumber: Sesawi

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.