Minum

26 Juli - RmT

“Sesudah itu diambilnyalah anak lembu yang dibuat mereka itu, dibakarnya dengan api dan digilingnya sampai halus, kemudian ditaburkannya ke atas air dan disuruhnya diminum oleh orang Israel.” (Kel 32, 20)

SEROMBONGAN ibu-ibu duduk-duduk di pantai selatan. Mereka tidak hanya melihat bergulungnya ombak lautan, tetapi juga menikmati segarnya es kelapa muda. Suasana panas dan kering telah membangkitkan keinginan banyak orang untuk minum.

Minum merupakan suatu kebutuhan hidup manusia setiap harinya. Banyak orang mempunyai kebiasaan tertentu dalam hal minum. Mereka minum kopi di pagi hari atau sore hari. Selebihnya, mereka minum air putih beberapa gelas. Kebiasaan seperti ini terjadi setiap hari dalam sebuah rumah tangga atau keluarga atau pada saat orang berada di dalam rumah.

Pada saat bepergian, banyak orang juga membawa minuman seturut kesukaan dan kebiasaan mereka di dalam botol. Mereka bisa minum di dalam kendaraan atau pada saat berada di dalam perjalanan. Kelupaan membawa minuman bukanlah suatu kemalangan, sebab mereka bisa mendapatkan minuman dengan mudah di sepanjang jalan. Saat ini banyak sekali orang berjualan minuman dalam kemasan botol yang beraneka ragam warnanya dan rasanya. Berbagai jenis minuman suplemen pun banyak dijual untuk menjaga stamina dan tenaga di dalam perjalanan. Para pejalan tidak hanya dengan mudah membeli minuman dalam kemasan botol, tetapi mereka juga bisa mendapatkan minuman dari buah tertentu yang dicampur dengan bahan lain. Bahkan orang sering minum ramuan tertentu bukan untuk mengusir dahaga, tetapi demi pemulihan kesehatan.

Setelah turun dari Gunung Sinai, Musa mengambil anak lembu emas, membakar dan menggilingnya sampai halus dan menaburkannya ke dalam air. Musa minta agar bangsa terpilih meminumnya. Mereka minum air tersebut bukan karena rasa haus atau dahaga; juga bukan demi pemulihan kesehatan. Minum sebagai ungkapan bahwa mereka harus bertanggung jawab atas perbuatannya. Mereka harus menanggung sendiri perbuatan dosanya terhadap Tuhan. Mereka harus memikul sendiri akibat dari ketidaksetiaan mereka terhadap Tuhan.

Teman-teman selamat malam dan selamat beristirahat. Berkah Dalem.

Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply