Minggu Panggilan di Paroki St. Lukas Pemalang

minggu panggilan by santo silverius

SEPERTI halnya di paroki-paroki lain, moment Minggu Panggilan 26 April 2015 tak dibiarkan lewat begitu saja oleh umat Paroki St. Lukas Pemalang.

Tahun ini ada kegiatan “Expo Panggilan” yang bertujuan untuk menggugah kembali kesadaran umat dalam menumbuhkan benih-benih panggilan religius dan imam. Sudah lama sekali tak ada kegiatan khusus yang mempromosikan hidup bakti sebagai biarawan, biarawati dan imam. Meski demikian kehadiran imam, bruder dan suster sudah menjadi hal yang biasa.

Pada tahun ini kegiatan Minggu Panggilan terlaksana begitu semarak dan menarik perhatian umat. Dalam ekaristi disampaikan kesaksian orangtua imam yaitu Ibu Yuliana Wartini dari Gombong yang menyampaikan suka dukanya menjadi orangtua dari dua anaknya yang menjadi ima: Rm. Hery
Setiawan dan Rm. Dedy Setiawan.

Kesaksiaannya mampu menolak anggapan sebagian besar orangtua bahwa mereka akan kehilangan anak atau “ilang-ilangan ndog siji” ketika anaknya masuk seminari dan menjadi imam. Hal itu tidak benar dan tak perlu dikawatirkan. Rasa syukur kepada Tuhan dan kebahagiaan dirasakan saat menyadari bahwa dengan imamat kedua anaknya persaudaraan dan kekeluargaan dengan berbagai macam orang semakin luas.

Kemeriahan ekaristi juga didukung dengan para Romo, Bruder, Suster dan Frater yang berbagi tugas dalam liturgi. Romo menjadi pemazmur, ikut bertugas koor, bruder suster menjadi dirigen dan lainnya bertugas koor. Dilibatkan pula anak-anak TK Pius dengan busana liturgis imam dan pakaian kebiaraan suster bruder lalu mengiringi persembahan dan perarakan masuk keluar misa. Beberapa remaja juga bertugas lektor dan doa umat dengan busana biarawan biarawati.

Meski tampil palsu didambakan agar kelak mereka menjadi asli sesuai dengan pakaiannya. Kemeriahan pesta minggu panggilan sungguh menjadikan liturgi hidup dan bersemangat. Kegiatan non liturgis juga menyedot perhatian umat baik dari lingkungan-lingkungan maupun stasi-stasi. Ada tiga tempat untuk promosi panggilan yaitu bruder FIC, Suster PBHK dan Imam Diosesan.

Anak-anak terlihat senang dan betah mengunjungi stand-stand yang ada, melihat gambar, foto-foto yang dipajang, pakaian-pakaian dan mengenal sarana-sarana hidup bakti. Setelah itu mereka berkumpul di aula untuk mengikuti Talkshow bersama romo, para bruder, para suster dan para frater. Acaranya menarik dengan pemutaran film pendek, gambar, pembagian door price, tanya jawab berhadiah, penjelasan sekilas tentang hidup bakti, dan permainan.

Anak-anak dan para orangtua bertahan dari pukul 10.00 wib hingga selesai acara pada pukul 13.00 wib. Semoga dengan kegiatan ini tergugah semangat dan kesadaran umat untuk menyuburkan benih-benih panggilan dan menjadikan keluarga semakin kondusif, serta mendorong anak-anaknya untuk aktif dalam hidup menggereja.

Para Bruder, suster dan imam pun ditantang untuk makin memaknai kehadiran dan karyanya di tengah umat sebagai bentuk kesaksian nyata dari kegembiraannya menanggapi panggilan Tuhan.

Telah lama dirindukan agar ada lagi imam, biarawan dan biarawati yang berasal dari Pemalang sebagai buah kematangan hidup beriman pada Yesus Sang Gembala Baik.

Kredit foto: Ilustrasi (Santo Silverius)

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: