Minggu 4.2.18: 1Kor. 9:16-19.22-23, Mrk. 1:29-39: Misi Gereja

The Mission Of The Church

DI akhir bulan Januari dan awal bulan Febuari tahun ini, kita membaca atau mendengar berita berita yang meresahkan. Aksi intoleran, kekerasan seorang murid kepada gurunya, balas dendam dan masih banyak lagi berita berita yang sungguh menggelisahkan.

Anehnya,  kita ikut ‘senang’ telah menyebarluaskan berita berita macam itu. Tidak mengherankan akhirnya berita yang mencekam dan meresahkan itu menjadi viral. Di satu sisi menumbuhkan simpati, tapi di sisi lain mengembangkan antipati.

Pada hari Minggu kelima ini, kita diajak untuk belajar dari Paulus. Bukan kekerasan dan keresahan yang ia tulis sebagai sebuah kesaksian dalam hidupnya. St. Paulus memotivasi kita supaya dalam pewartaan yang harus kita sampaikan adalah warta Injil. Warta yang harus kita suarakan adalah Kabar Gembira Injil. “Celakalah aku, jika aku tidak memberitakan Injil.”

Bacaan Injil hari ini juga menggambarkan bagaimana Yesus mewartakan hadirnya Kerajaan Allah. Ia nenyembukan mertua Petrus. Bahkan tidak hanya sakit yang lumrah-seperti yang dialami mertua Petrus- tetapi juga sakit yang tidak lumrah; orang yang kerasukan setan dibebaskannya. Orang yang lumpuh dibuatNya berjalan. Yang tuli bisa mendengar dan seterusnya. Dengan kata lain, Yesus sebagai utusan Allah menghadirkan dan mewujudkan Kerajaan Allah.

Misi Gereja

Tugas mewartakan Kabar Gembira di zaman ini dilanjutkan oleh Gereja.

Gereja adalah kita semua yang telah dibaptis. Maka kita dituntut untuk mewartakan kabar gembira. Kita jangan mudah terpancing untuk  ikut mewartakan kabar kabar yang meresahkan.

Konkretnya kita diajak untuk ikut menghentikan berita berita bohong yang kita terima.

Semangat St. Paulus yang mengatakan celakalah aku jika aku tidak memberitakan injil, diharapkan juga menjadi semangat bagi kita.

Selamat mewartakan Kabar Gembira. Tuhan memberkati [email protected]

Romo Andrianus Maradiyo Pr Imam diosesan KAS asal Paroki St. Stanislaus Girisonta, sekarang berpastoral di Paroki St. Perawan Maria Bunda Kristus Wedi – Klaten.

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: