Minggu, 28 Desember 2014: Pesta Keluarga Kudus

keluarga kudus by the catholic traditionSirakh 3:2-6,12-14; Ibrani 11:8.11-12.17-19; Lukas 2:22-40 HARI  ini adalah pesta Keluarga Kudus Yesus, Maria dan Yosef. Setelah kelahiran Yesus, Maria dan Yosef memenuhi hukum Yahudi dengan pemurnian pascakelahiran anak. Karena mereka tidak mampu membeli seekor anak kambing apalagi lembu, sebagai gantinya mereka mempersembahkan sepasang anak burung merpati, persembahan kaum anawim. Yesus lahir dalam keluarga yang […]

keluarga kudus by the catholic tradition

Sirakh 3:2-6,12-14; Ibrani 11:8.11-12.17-19; Lukas 2:22-40

HARI  ini adalah pesta Keluarga Kudus Yesus, Maria dan Yosef. Setelah kelahiran Yesus, Maria dan Yosef memenuhi hukum Yahudi dengan pemurnian pascakelahiran anak. Karena mereka tidak mampu membeli seekor anak kambing apalagi lembu, sebagai gantinya mereka mempersembahkan sepasang anak burung merpati, persembahan kaum anawim.

Yesus lahir dalam keluarga yang sederhana dan biasa tanpa kemewahan. Maria dan Yosef mendidik Kanak-Kanak Yesus dalam semangat taat dan takwa kepada Allah. Yesus pun tumbuh sebagai Pribadi yang taat kepada orangtua dan tumbuh dalam kebijaksanaan dan rahmat.

Tuhan memberikan kepada kita sukacita rohani yang memampukan kita menanggung derita dan luka hingga hidup maupun maut dapat kita tanggung. Itu semua terjadi dalam doa.

Dalam Adorasi Ekaristi Abadi, kita mempersilahkan Tuhan Yesus membanjiri hati kita dengan damai, sukacita dan kasih-Nya. Kita persembahkan pula kepada Allah segala yang kita punya dan damba yakni hidup kita, keluarga, sahabat, kemuliaan, kekayaan dan masa depan kita. Jika kita mencari Kerajaan-Nya lebih dahulu maka semua yang lain akan dinugerahkan kepada kita hingga kita mampu untuk mengasihi dan melayani Tuhan dalam sukacita.

Tuhan Yesus Kristus, Engkaulah harapan dan hidup kami. Semoga kami tak pernah berhenti menaruh harapan kami kepadaMu. Penuhilah kami dengan sukacita dan keuatan Roh Kudus hingga kami mewartakan Dikau kepada sesama dan semesta selamanya. Amin.

Di sela-sela Haul ke-5 Gus Dur di Ciganjur bersama keluarga besar Ciganjur dan Gusdurian kutulis renungan ini dan baru bisa kirim dari Girli Kebon Dalem Semarang

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply