Minggu, 14 September 2014: Salib Tanda Kasih

Salib celtic PESTA Pemuliaan Salib Suci. Bilangan 21:4-9; Mazmur 78:1-2.34-38; Filipi 2:6-11; Yohanes 3:13-17 “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.” (Yohanes 3:16) Apa makna (Pesta) Salib Suci bagi kita? Dalam Salib Suci-Nya, Yesus Kristus telah […]

Salib celtic

 PESTA Pemuliaan Salib Suci.

Bilangan 21:4-9; Mazmur 78:1-2.34-38; Filipi 2:6-11; Yohanes 3:13-17

“Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.” (Yohanes 3:16)

Apa makna (Pesta) Salib Suci bagi kita? Dalam Salib Suci-Nya, Yesus Kristus telah memperdatukan dunia dengan sorga. Kita yang di dunia pun dibawa ke dalam kemuliaan sorgawi.

Sebagaimana kita baca dalam Injil hari ini, Yesus menerangkan itu kepada Nicodemus. Yesus bersabda, Anak Manusia diutus Bapa untuk memulihkan hubungan kita dengan-Nya yang rusak dan hancur. Seperti Musa membebaskan umat-Nya dari kematian di pafang gurun dengañ meninggikan ular tembagà, demikianlah Anak Manusia ditinggikan pada kayu salib. Maknanya, iman akan Yesus Kristus akan membawa penyemuhan seluruh hidup.

Injil Yohanes menerangkan bahwa kemenangan Yesus pada kayu salib laksana penyelamatan Musa. Bedanya, penyembuhan Musa betsifat sementara sedangkan prnyembuhan Yesus itu menyeluruh dan menyelamatkan secara definitif melalui peristiwa Salib Suci. Yesus menyelamatkan kita dari dosa dan kematian.

Salib Suci melahirkan hidup baru bagi kita dalam Roh Kudus. Dalam Salib Suci kita diangkat menjadi putri putra Bapa Surgawi. Allah tak hanya menyekamatkan kita tetapi juga memberikan hidup ilahi-Nya bagi kita oleh Roh Kudus.

Salib Suci Kristus merupakan bukti kasih Allah bagi kita. Begitu besar kasih Allah kepada dunia sehingga Allah berkenan mengutus Putra-Nya yang tunggal menjadi manusia dalam diri Yesus Kriatus yang wafat dan bangkit bagi kita. Allah mengutus Yesus Kristus sebagai Putra-Nya yang Tunggal untuk membebaskan kita dari belenggu dosa dan kutukan maut.

Kematian-Nya pada Salib Suci adalah wujud kasih yang begitu besar itu. Itulah persembahan sempurna dan total demi penebusan atas dosa kita sekaligus ketaatan penuh kasih kepada Bapa Surgawi.

Dalam Adorasi Ekaristi Abadi, kita mencari Allah yang telah menyatakan kasih-Nya yang begitu besar itu bagi kita. Allah mengasihi kita seakan hanya kitalah yang harus dikasihi-Nya. Allah mengasihi kita dalam diribYesus Kristus yang wafat pada kayu Salib Suci dan kita sembah dalam Adorasi Abadi. Yang kita kasihi menunjukkan pilihan kesukaan kita. Mari memilih yang terbaik melalui sembah sujud kita kepada Allah, kasih Allah yang mengatasi segalanya. Lebih dari segalanya mari kita cari Dia yang lebih dahulu mengasihi kita dengan segala daya, pikiran, perhatian dan tindakan kita.

Tuhan Yesus Kristus, wafat dan kebangkitan-Mu di Salib Suci membawa kehidupan baru dan abadi bagi kami. Bantulah kami dengan Roh Kudus-Mu sehingga kami boleh berjalan dalam kebebasan, kegembiraan dan kebahagiaan sebagai anak-anak Bapa Surgawi, kini dan selamanya. Amin

Girli Kebon Dalem
»̶•̵̭̌•̵̭̌✽̤̈̊•Ɓέяќǎђ•Đǎlєm•✽̤̥̈̊•̵̭̌•̵̭̌«̶
Majalah INSPIRASI, Lentera yang Membebaskan

Kredit foto: Salib gaya Celtic

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply