Milik Kristus

0
4

Ayat bacaan: Galatia 3:29
==================
“Dan jikalau kamu adalah milik Kristus, maka kamu juga adalah keturunan Abraham dan berhak menerima janji Allah.”

Sebagian dari anda tentu masih ingat dengan lagu January Christy di tahun 80’an yang berjudul Aku Ini Punya Siapa. Lagu ini dibuat ringan dan jenaka bercerita tentang seorang wanita yang kebingungan karena memiliki kekasih yang matanya jelalatan. Barusan saya mendengar lagu ini dan sebuah pemikiran muncul di benak saya. Sebagai seorang manusia, kita ini sebenarnya punya siapa? Mudah bagi kita untuk berkata bahwa kita punya Kristus, tapi apakah kehidupan kita sudah mencerminkan itu, atau masih dengan jelas tergambar bahwa kita ini milik dunia atau jangan-jangan malah berorientasi ke si jahat? Pertanyaan berikutnya, apa yang akan kita terima kalau kita menjadi milik Kristus?  

Banyak orang menjadi lupa kepada Tuhan ketika sudah menjadi orang sukses, saat mereka mendapat popularitas, kaya raya dan sebagainya. Ada banyak pula yang sampai rela menjual/menggadaikan hak kesulungannya, meninggalkan atau bahkan mencampakkan Tuhan ketika segala yang dianggap dunia sebagai penjamin kemakmuran sudah berhasil diraih. Padahal seharusnya kita menyadari bahwa setiap jengkal keberhasilan kita berasal dari Tuhan, segala anugerahNya, kesempatan yang Dia bukakan dan talenta yang sudah Dia bekali. Kalau begitu sudah selayaknya semua kita persembahkan kembali kepadaNya. Bersyukur bahwa kita milik Kristus, dan semakin giat menunjukkan jatidiri kita sebagai milikNya.

Saat kita menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat pribadi, kita pun menjadi milikNya. Dalam posisi sebagai milikNya, apa saja yang dijanjikan Allah? Sebelum menjawab itu, mari kita berandai-andai sejenak. Bayangkan seandainya anda adalah rakyat jelata lalu diberi kehormatan dengan diangkat anak oleh seorang raja. Itu akan membuat anda otomatis mendapat posisi terhormat dan memperoleh hak-hak sebagai anak raja, termasuk hak untuk menerima warisan. Seperti itu pula yang terjadi saat kita menjadi anak-anak Allah, sebuah status yang kita peroleh dengan menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat dan percaya dalam namaNya. (Yohanes 1:12). Menerima Kristus, itu artinya kita menjadi milikNya, dan dengan demikian kita pun berhak atas janji Tuhan. Firman Tuhan berkata: “Dan jikalau kamu adalah milik Kristus, maka kamu juga adalah keturunan Abraham dan berhak menerima janji Allah.” (Galatia 3:29). Ayat ini singkat tetapi mengandung makna yang luar biasa besar. Setiap orang yang menerima Yesus akan menjadi keturunan Abraham, dan oleh karena itu berhak untuk menerima apa yang dijanjikan Allah.

Seperti apa janji yang diberikan Tuhan itu? Tuhan menjanjikan segala kebaikan kepada kita seperti janjiNya yang telah Dia tepati kepada Abraham. Kalau Abraham terbukti menerimanya, janji yang sama diberikan kepada kita. Janji itu diwariskan kepada kita, ketika kita menjadi keturunan Abraham dengan menerima Kristus. Mari kita lihat apa kata Yesaya ratusan tahun sebelumnya. “Dengarkanlah Aku, hai kamu yang mengejar apa yang benar, hai kamu yang mencari TUHAN! Pandanglah gunung batu yang dari padanya kamu terpahat, dan kepada lobang penggalian batu yang dari padanya kamu tergali. Pandanglah Abraham, bapa leluhurmu, dan Sara yang melahirkan kamu; ketika Abraham seorang diri, Aku memanggil dia, lalu Aku memberkati dan memperbanyak dia. Sebab TUHAN menghibur Sion, menghibur segala reruntuhannya; Ia membuat padang gurunnya seperti taman Eden dan padang belantaranya seperti taman TUHAN. Di situ terdapat kegirangan dan sukacita, nyanyian syukur dan lagu yang nyaring.” (Yesaya 51:1-3). Lihatlah bagaimana Tuhan memanggil Abraham ketika ia seorang diri. Tuhan kemudian memberkati dan memberikan keturunan yang banyak. Tuhan memberi penghiburan, kegirangan dan sukacita, Tuhan memeliharanya dan membuat padang gurun menjadi taman Eden dan belantara seperti tamannya Tuhan. Seperti itulah janji Tuhan yang akan diberikan pula kepada semua umat yang menjadi milik Kristus.

Seperti halnya Abraham, kitapun dipanggil untuk memisahkan diri dari segala kesesatan dunia ini. “Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.” (Roma 12:2). Itu akan membuat berkat-berkat Tuhan bisa mengalir deras tanpa hambatan dalam kehidupan yang terus meningkat. Kita perlu melepaskan diri dari pengaruh dan kebiasaan serta pola pikir dunia agar bisa menerima segala janji yang telah diberikan Tuhan. Dalam Yesaya 51:3 diatas kita bisa melihat kerinduan Tuhan untuk menghibur dan memulihkan segala sesuatu yang selama ini terbuang atau hancur dari dalam hidup kita. Kekuatan Tuhan sanggup merubah padang gurun yang paling gersang sekalipun untuk menjadi seindah taman Eden, dimana yang terdapat hanyalah kegirangan dan sukacita, nyanyian syukur dan lagu puji-pujian yang nyaring. Semua janji ini bisa turun pada kita saat kita menjadi milik Yesus.

Menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat, percaya kepadaNya, akan membuat kita berhak menerima janji seperti yang diberikan Tuhan kepada Abraham. Selanjutnya tetaplah menjaga setiap langkah agar jangan sampai segala hak yang sudah dianugerahkan kepada kita menjadi lenyap. Anugerah untuk menjadi milik Kristus dan karenanya menerima janji-janji Allah sudah ada pada kita, jangan tergiur oleh apapun sehingga kita tanpa sadar tidak lagi menjadi milik Kristus melainkan milik berbagai penguasa dunia maupun si jahat. Tuhan rindu untuk mengubah segala padang gurun dan padang belantara yang tengah kita alami menjadi taman Eden, tamannya Tuhan yang penuh dengan kegirangan, sukacita dan nyanyian syukur. Itu menjadi bagian kita, itu merupakan janji Allah, jangan lepaskan itu dengan alasan apapun.

Menjadi milik Kristus melayakkan kita menerima janji Allah

Follow us on twitter: http://twitter.com/dailyrho

Loading...

Tulis gagasan

Please enter your comment!
Please enter your name here