Mgr. Pujasumarta: Sekolah Katolik Mesti Tinjau Kembali Model Pramuka

Anggota pramuka tingkat siaga mengikuti upacara di lapangan Sempur, Kota Bogor, Jabar, Kamis (14/8).MENJADI  100 persen beriman katolik yang mendalam dan tangguh serta menjadi 100 persen negarawan yang mencintai tanah air merupakan cita-cita dari seorang negarawan. “Pahlawan Nasional kita, Rama Kanjeng Soegijapranata SJ pada waktu menggemakan cita-cita dan mimpi tersebut berharap agar jangan sampai terjadi dikotomi antara hidup beriman dan hidup berbangsa,”ujar Uskup Agung Semarang, Mgr. Pujasumarta dalam […]

Anggota pramuka tingkat siaga mengikuti upacara di lapangan Sempur, Kota Bogor, Jabar, Kamis (14/8).

MENJADI  100 persen beriman katolik yang mendalam dan tangguh serta menjadi 100 persen negarawan yang mencintai tanah air merupakan cita-cita dari seorang negarawan.

“Pahlawan Nasional kita, Rama Kanjeng Soegijapranata SJ pada waktu menggemakan cita-cita dan mimpi tersebut berharap agar jangan sampai terjadi dikotomi antara hidup beriman dan hidup berbangsa,”ujar Uskup Agung Semarang, Mgr. Pujasumarta dalam surat gembala menyambut hut ke-69 kemerdekaan Republik Indonesia.

Menurut Puja, hidup beriman semestinya akan semakin memperkuat kehidupan berbangsa dan sebaliknya kehidupan berbangsa semakin mewujudnyatakan kehidupan iman.

Cita-cita dan mimpi ini tentu tidak akan menjadi matang dalam waktu sekejap. Menjadi negarawan Katolik yang matang membutuhkan waktu dan pengolahan yang panjang.

“Saya berharap agar kelompok-kelompok yang mendampingi generasi muda menekankan pendampingan untuk menumbuhkembangkan negarawan katolik sejati,”tegas Mgr. Puja.

Mgr. Puja berharap, sekolah-sekolah katolik meninjau kembali model pendidikan pramuka dengan mengamalkan Tri Satya dan Dasa Dharma Pramuka agar bisa menjadi ‘rumah’ atau gugus depan untuk pembentukan karakter bangsa yang berprestasi, melatih anggota untuk meraih keberhasilan melalui kerja keras secara cerdas dan ikhlas.

Melalui kegiatan kepramukaan dan model pembinaan yang dikoordinasi dengan baik, remaja dan kaum muda dapat meningkatkan semangat bela negara, memantapkan tekad sebagai patriot pembangunan yang berani dan bisa mengutamakan kepentingan bangsa dan negra di atas segalanya.

Karena itu, semua lembaga pendidikan katolik dari PAUD sampai perguruan tinggi, kelompok-kelompok kaderisasi yang berada Keuskupan Agung Semarang pada khususnya dan seluruh umat katolik pada umumnya diharapkan Monsinyur menjadi lembaga atau kelompok yang melahirkan negarawan sejati.

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply