Meski Siswa Muslim Minim, SD Karangturi Semarang Gelar Kegiatan Ramadhan

SEKOLAH Dasar (SD) Karangturi Semarang yang mayoritas siswanya beragama Kristen menggelar kegiatan-kegiatan Ramadhan 1433 Hijriah untuk memfasilitasi siswa muslim yang minoritas.

Pada kegiatan bertajuk “Pesantren Kilat Ramadhan Merdeka” yang digelar di Aula SD Karangturi Semarang, Jumat, tampak ratusan siswa berbaur dalam kegiatan yang berlangsung sesaat sebelum waktu berbuka puasa.

Setelah berbuka puasa, para siswa yang beragama Islam tetap melanjutkan kegiatan, seperti shalat Maghrib berjamaah, dan tadarus Alquran, sementara para siswa non-muslim meninggalkan ruang aula.

Menurut Kepala SD Karangturi Semarang Megasari Wibawa di sela-sela kegiatan itu, mayoritas siswa di sekolah itu memang beragama Kristen, selebihnya mereka memeluk Katolik, Buddha, Islam, dan Konghucu.

“Jumlah siswa kami yang beragama Islam sebanyak 38 orang, dari total siswa yang mencapai 641 siswa, mulai kelas I hingga VI. Sebanyak 16 guru kami juga beragama Islam, dari jumlah keseluruhan 51 guru,” katanya.

Meski siswa muslim merupakan minoritas, kata dia, sekolah tetap memfasilitasi setiap perayaan keagamaan sesuai yang dipeluk siswa, seperti kegiatan selama Ramadhan 1433 H untuk memfasilitasi siswa beragama Islam.

“Kami ingin menumbuhkan rasa saling memahami perbedaan, termasuk agama. Perbedaan yang dimiliki tidak boleh disikapi dengan pertentangan dan pertikaian, tetapi harus saling menghargai satu sama lain,” kata Megasari.

Pengawas Agama Islam Kementerian Agama Kota Semarang Amhal Kaefahmi dalam kesempatan itu mengapresiasi SD Karangturi yang memfasilitasi dan memberi kesempatan siswa minoritas berkegiatan keagamaan.

“Meski siswa muslim di sini minoritas, SD Karangturi tahun ini meraih peringkat tujuh dalam Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) Pendidikan Agama Islam se-kecamatan. Ini prestasi yang membanggakan,” katanya.

Amhal mengharapkan penghargaan atas kemajemukan agama yang dilakukan SD Karangturi Semarang bisa diikuti oleh sekolah-sekolah lain untuk menumbuhkan rasa saling menghormati, menghargai, dan memahami satu sama lain.

Sementara itu, Julian Rafli (11) siswa kelas VI SD Karangturi Semarang mengaku sekolah sangat menghormati perbedaan agama siswa-siswanya dan memperlakukannya secara adil, termasuk pada dirinya yang memeluk Islam.

“Saya sangat senang mengikuti kegiatan Ramadhan ini, ada buka puasa, tadarus, tausiah, dan shalat tarawih berjamaah. Untuk pembelajaran agama Islam sehari-hari juga ada guru yang membimbing kami,” katanya.

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: