Merek

Ayat bacaan: Keluaran 20:7
====================
“Jangan menyebut nama TUHAN, Allahmu, dengan sembarangan, sebab TUHAN akan memandang bersalah orang yang menyebut nama-Nya dengan sembarangan.”

merek

Memakai benda-benda bermerek merupakan impian banyak orang. Tidak jarang orang rela mengeluarkan biaya mahal demi memiliki sesuatu dengan merek terkenal. Jika tidak sanggup yang asli, maka yang palsu dengan kualitas yang tidak jauh pun menjadi pilihan, sepanjang mereknya ada dan bisa terlihat menyerupai asli. Sepatu, tas, baju, celana, parfum, dan aksesori lainnya, merek-merek terkenal akan selalu menghiasi dan menggoda kita untuk bisa memilikinya. Meski tidak banyak barang yang tidak bermerek terkenal yang memiliki kualitas tidak jauh atau bahkan hampir sama, tetapi kebanyakan orang akan cenderung memilih sesuatu yang bermerek. Sedemikian pentingnya merek bagi manusia, itulah sebabnya ada begitu banyak benda-benda palsu yang beredar di pasaran baik dengan mempergunakan merek terkenal maupun yang selintas terlihat sama dengan merubah satu atau dua huruf.

Tidak saja pada aksesoris, tetapi dalam kerohanian pun manusia suka mempergunakan atribut-atribut tertentu yang dengan langsung menunjukkan kepercayaan mereka. Baik seperti yang dianjurkan oleh kepercayaan masing-masing, atau didasari atas rasa bangga, atribut-atribut keagamaan yang dipakai sedikit banyak akan menggambarkan kepercayaan yang dianut oleh pemakainya. Bagi kita pun demikian. Ada begitu banyak kalung salib dengan corak indah beragam, stiker mulai dari yang serius sampai yang unik dan lucu, kaos-kaos dengan desain tertentu dan sebagainya, semua itu tersedia dan tidak sulit untuk kita peroleh. Kita pun bangga memakainya. Tetapi apakah kita tahu bahwa Tuhan tidak ingin kita hanya merasa bangga tetapi tidak menunjukkan atribut yang benar sebagai anakNya lewat perbuatan kita sehari-hari. Kenyataannya ada banyak orang yang mempergunakan atribut atau simbol keagamaan tetapi justru melakukan tindakan yang tidak terpuji. Melakukan kekerasan mengatasnamakan Tuhan misalnya, perbuatan tidak terpuji seperti itu bukan saja mempermalukan pelakunya tetapi juga Tuhan bahkan bisa membawa pengenalan yang salah terhadap kepercayaan tertentu yang sama sekali tidak kita inginkan. Tetapi perilaku-perilaku buruk bukanlah harus selalu berbicara mengenai hal-hal yang “berat” seperti itu. Bagaimana jika kita memakai kaos beratribut Kristen tetapi kita malah ugal-ugalan di jalan? Bagaimana ketika kita mengumpat sambil memakai kalung salib di leher, atau mobil dengan stiker bertuliskan sesuatu yang bernafaskan kekristenan tetapi tidak mematuhi peraturan lalu lintas dan menghormati sesama pengemudi di jalan raya? Sadarkah kita bahwa ketika kita berjalan dengan atribut-atribut tersebut, kita sesungguhnya sedang membawa nama Yesus kemanapun kita pergi? Baik atau tidak namaNya dikenal orang, benar atau tidak pemahaman orang tentang Dia, itu akan sangat tergantung dari gerak langkah kita, sikap, tindakan dan perbuatan kita sehari-hari ditengah masyarakat.

Firman Tuhan dengan jelas berkata: “Jangan menyebut nama TUHAN, Allahmu, dengan sembarangan, sebab TUHAN akan memandang bersalah orang yang menyebut nama-Nya dengan sembarangan.” (Keluaran 20:7, Ulangan 5:11). Ini adalah satu dari 10 Perintah Allah atau dikenal juga dengan Ten Commandments yang sudah sangat kita kenal. Menyebut nama Tuhan bukan saja harus berupa keluarnya suara-suara kita lewat perkataan, tetapi bisa pula tampil lewat atribut yang kita pergunakan. Kita harus memperlakukan Tuhan dengan penuh hormat dan takut, dan sikap kita ketika menyandang namaNya akan menunjukkan seberapa besar hormat dan takut kita kepadaNya. Selain itu, mari kita baca ayat dalam Efesus 6:15 berikut: “kakimu berkasutkan kerelaan untuk memberitakan Injil damai sejahtera.” Bersepatukan kerelaan untuk memberitakan Injil damai sejahtera, ini menunjukkan juga bahwa ketika kita memakai atribut Kekristenan, Tuhan pun ingin kita memberitakan Injil yang membawa damai sejahtera dan keselamatan. Jika Tuhan ingin seperti itu, bukankah kita berlaku jauh sebaliknya ketika kita menunjukkan perbuatan-perbuatan yang tidak terpuji?

Lebih dari segala atribut yang kita kenakan, bentuk-bentuk mengasihi yang kita keluarkan dalam kehidupan kita akan menunjukkan siapa jati diri kita sebenarnya. Yesus berkata: “Dengan demikian semua orang akan tahu, bahwa kamu adalah murid-murid-Ku, yaitu jikalau kamu saling mengasihi.” (Yohanes 13:35). Memakai atribut yang bergambarkan kekristenan tetapi melakukan tindakan-tindakan yang tidak terpuji akan memberi pemahaman yang salah terhadap Tuhan, mempermalukanNya dan tentu saja hal itu akan dipandang sebagai sebuah kesalahan di mata Tuhan. Lalu jangan lupa bahwa Firman Tuhan juga berkata “..”Setiap orang yang menyebut nama Tuhan hendaklah meninggalkan kejahatan.” (2 Timotius 2:19). Kemanapun kita melangkah, seharusnya kita ingat bahwa kita sedang membawa Kabar Sukacita kepada orang lain. Apakah itu lewat kata-kata, sikap, bahasa tubuh kita, perbuatan dan sebagainya, kita haruslah bisa menunjukkan sikap yang benar sebagai murid Yesus. Itu akan memberi kesaksian tersendiri kepada orang lain, dan lewat itu kita bisa memuliakan Tuhan dan dengan sendirinya bisa memberitakan Kabar Keselamatan yang akan jauh lebih bermakna ketimbang sekedar perkataan saja. Paulus mengingatkan kita: “Karena telah ternyata, bahwa kamu adalah surat Kristus, yang ditulis oleh pelayanan kami, ditulis bukan dengan tinta, tetapi dengan Roh dari Allah yang hidup, bukan pada loh-loh batu, melainkan pada loh-loh daging, yaitu di dalam hati manusia.” (2 Korintus 3:3). Marilah kita menjadi orang-orang yang berkualitas penuh dengan nilai-nilai luhur berdasarkan kasih seperti yang diinginkan Tuhan, sehingga orang bisa mengenalNya secara benar lewat diri kita.

Tunjukkan nilai-nilai kebenaran dalam setiap langkah kita sehari-hari

Follow us on twitter: http://twitter.com/dailyrho

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: