Menyimpang Dari Tujuan

8 Juli - RmT

“Kedua belas murid itu diutus oleh Yesus dan Ia berpesan kepada mereka, ‘Janganlah kamu menyimpang ke jalan bangsa lain atau masuk ke dalam kota orang Samaria, melainkan pergilah kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel.’” (Mat 10, 5-6)

HARI ini saya ikut kunjungan Unio ke Tegal. Bersama sopir, saya berangkat sekitar pk. 09.30, menyusur jalur ‘Longok-longok barangayu’ atau Cilongok, Ajibarang dan Bumiayu. Di jalan lingkar Bumiayu, perjalanan terhambat. Rupanya ada truk molen yang guling dan menutup separuh jalan. Kerumunan orang banyak terlibat mengatur jalan. Kendaraan harus menyimpang jalan, agar tidak menabrak truk molen yang terkapar di tengah jalan itu.

‘Menyimpang’ merupakan suatu tindakan yang seringkali harus diambil pada saat seseorang berada di dalam perjalanan, agar kendaraan terhindar dari benturan atau tabrakan. Menyimpang artinya menghindar, mengambil jalan lain yang tidak sesuai dengan arah atau tujuan yang seharusnya. Dalam perjalanan, seseorang bisa menyimpang jalan, karena berbagai alasan, seperti terjadi kecelakaan, tanah longsor, jembatan putus atau karena suatu tujuan lain, yang tiba-tiba muncul di dalam perjalanan. Para pejalan seringkali melihat dan menemukan banyak hal bagus dan indah untuk dinikmati. Dengan segera mereka berhenti sejenak untuk ‘berselfie’ atau foto rame-rame. Ada juga pejalan yang dengan segera mengambil jalan lain atau menyimpang dari jalur utama untuk mampir ke obyek tertentu yang banyak dikunjungi orang, entah obyek wisata atau sekedar kuliner.

Menyimpang sesungguhnya tidak hanya dialami oleh banyak orang di dalam perjalanan, tetapi juga bisa terjadi di dalam kehidupan para murid yang diutus oleh Sang Guru. Maka Sang Guru pun dengan jelas dan tegas berpesan, “Janganlah kamu menyimpang ke jalan bangsa lain.” Para murid diutus kepada domba-domba yang hilang, agar mereka ditemukan kembali. Mereka tidak diutus untuk pergi kepada domba-domba yang lain. Bisa terjadi bahwa seorang murid lupa akan tugas perutusannya yang pokok, karena mereka terlalu asik dengan pikirannya, minatnya, hobinya atau hal lain. Hal-hal seperti itu bisa membuat para murid berjalan menyimpang, tidak lagi di jalur dan arah yang benar; tidak lagi sesuai dengan tujuan yang dipesankan oleh Sang Guru.

Dalam hal apa, saya pernah punya pengalaman ‘menyimpang?’

Teman-teman selamat malam dan selamat beristirahat. Berkah Dalem.

Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

Artikel lain yang banyak dibaca:

5 pencarian oleh pembaca:

  1. mazmur104:19-30 dan ilustrasinya
Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: