Menyimak Surat Gembala KWI tentang Pilpres 2014

pilpres

Menyongsong Pilpres tanggal 9 Juli, KWI – forum Para Uskup Katolik Se Indonesia – telah mengeluarkan Surat Gembala. Walaupun Surat itu ditujukan kepada umat Katolik, tetapi harapan-harapannya untuk semua orang. Ada 5 poin pokok, yaitu:

1. Umat Katolik agar menjadi orang KATOLIK 100%, artinya melaksanakan perintah Tuhan untuk (a) mengasihi Allah di atas segalanya dan (b) mengasihi sesamanya seperti ‘kepada dirinya sendiri’! Disamping itu harus menjadi orang INDONESIA 100%, artinya umat Katolik adalah bagian ‘SEPENUHNYA’ dari bangsa Indonesia, yang harus menyatu dalam kegembiraan dan harapan, dalam keprihatinan dan kecemasan bangsa kita (bdk. Gaudium et Spes 1).

2. Sebagai Warganegara yang bertanggung-jawab, harus terlibat aktif pada setiap tahap Pilpres, jangan GOLPUT. Memilih secara bertanggungjawab sesuai suara hati nurani karena yang akan dipilih adalah Presiden yang akan memimpin bangsa kedepan menuju ke kesejahteraan umum (bonum commune).

3. Tantangan bangsa kedepan bukan main besarnya, oleh karena itu Presiden harus memenuhi SYARAT UTAMA punya INTEGRITAS MORAL!! Utk itu perlu diketahui rekam-jejaknya apakah sungguh2 mempunyai watak pemimpin yang MELAYANI dan memperjuangkan nilai2 seperti menghormati kehidupan dan martabat manusia (HAM), berjuang untuk kepentingan rakyat (bukan mengejar kepentingan pribadi, keluarga dan kelompoknya) dan memihak kepada warganegara yang kurang beruntung: yang miskin, lemah, sakit, cacat dan menderita.

4. Menghimbau agar pelaksanaan KAMPANYE berjalan dengan santun dan beretika-bermartabat, tidak ada kampanye HITAM (fitnah, dll), tidak membawa isu SARA (suku, agama, ras, dan antar golongan). Agar MEDIA membawakan berita yang damai dan berimbang, mendukung kerukunan dan persaudaraan, mencerdaskan rakyat dan tidak menyesatkan. Sebaliknya menjadi corong kebaikan dan kebenaran.

5. Akhirnya, siapapun yang terpilih sebagai Presiden harus didukung. Kita berikan loyalitas kita. Segala perbedaan dan pertentangan selama kampanye harus berhenti dengan terpilihnya Presiden baru. Kita adalah satu bangsa.

A. Sandiwan Suharto, Sekretaris Executif Gaudium et Spes Community (GSC)

 

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: