Menyenangkan Hati Tuhan

Ayat bacaan: Hosea 6:6
===================
“Sebab Aku menyukai kasih setia, dan bukan korban sembelihan, dan menyukai pengenalan akan Allah, lebih dari pada korban-korban bakaran.”

Seorang musisi senior baru saja dengan bangga bercerita tentang anaknya yang berprestasi dalam pendidikan musiknya di luar sana. Ia belajar disana dengan beasiswa dan biaya hidupnya ditanggung oleh sebuah departemen di Indonesia. Si anak ternyata tidak menyia-nyiakan kesempatan berharga ini. Dalam waktu singkat ia pun segera menuai banyak prestasi disana. Tapi meski bangga, sang ayah bercerita bahwa ia merindukan kehadiran anaknya didekatnya. Untunglah teknologi jaman sekarang memungkinkan orang untuk bisa berhubungan dengan lebih mudah, murah dan cepat. Surat elektronik pun menjadi alternatif bagi mereka untuk bisa melepas rindu. Komunikasipun tidak lagi menjadi masalah dengan adanya internet. “Itu sangat bisa mengobati kerinduan saya. Lelah sehabis mengajar pun tidak lagi terasa ketika saya mendapat email dari dia.” kata sang ayah. Ternyata kehadiran, kepedulian atau setidaknya kontak rutin dari seorang anak mampu membuat orang tua bersukacita. Itu membuat mereka gembira dan kembali segar meski kesibukan sehari-hari mungkin menguras energi mereka.

Jika orang tua kita bisa merasa senang ketika kita tetap menjalin hubungan yang erat dengan mereka, Tuhan, Bapa yang penuh kasih pun demikian. Dia selalu menantikan dan memiliki kerinduan agar kita datang kepadaNya dan menyenangkan hatiNya. Masalahnya banyak orang yang tidak tahu bagaimana caranya. Apakah kita bisa mengirim email kepadaNya? Bertelepon? Memeluk? Atau membuat secangkir kopi? Bukankah itu tidak bisa kita lakukan karena Tuhan tidak berada secara fisik di dekat kita seperti halnya ayah kita di dunia? Lalu bagaimana caranya? Sesungguhnya Alkitab sudah menyebutkan apa yang bisa menyenangkan hati Tuhan.

Salah satunya bisa kita lihat dalam kitab Hosea. Disana dikatakan  “..Aku menyukai kasih setia, dan bukan korban sembelihan, dan menyukai pengenalan akan Allah, lebih dari pada korban-korban bakaran.” (Hosea 6:6). Kasih yang setia yang tidak lekang dimakan jaman, tidak gampang pudar karena godaan duniawi, dan kerinduan kita tanpa henti untuk semakin mengenal pribadi Bapa, itulah yang menyenangkan Tuhan, lebih dari segala perbuatan baik kita atau amal kita. Kita bahkan tidak perlu repot-repot mempersembahkan korban-korban sembelihan, karena itu tidaklah menyenangkanNya lebih daripada kasih setia yang tulus dari kita sendiri. Hal senaada disampaikan oleh Pemazmur. Dalam Mazmur dikatakan “TUHAN senang kepada orang-orang yang takut akan Dia, kepada orang-orang yang berharap akan kasih setia-Nya.” (Mazmur 147:11). Menyenangkan hati Tuhan ternyata bisa kita lakukan dengan hidup takut akan Tuhan dan terus percaya penuh kepadaNya tanpa keraguan, tanpa banyak tanya. Hal-hal seperti inilah yang bisa kita lakukan untuk menyenangkan hatiNya. Lewat pengenalan akan Tuhan, mengasihiNya dengan setia, menyadari dan percaya sepenuhnya kasih setia Tuhan dalam kondisi apapun yang kita alami, dan terus menjalani hidup dengan rasa takut akan Tuhan, itulah yang bisa kita perbuat untuk menyenangkan hati Tuhan.

Disamping itu kita pun harus terus mewaspadai setiap langkah dalam hidup ini karena ada begitu banyak keinginan daging yang akan selalu berusaha untuk menjauhkan kita dari Tuhan. Seringkali kita terjebak dan memberi toleransi kepada keinginan-keinginan kedagingan, dan mengira bahwa itu tidaklah apa-apa. Padahal Tuhan sama sekali tidak berkenan kepada orang-orang yang memilih untuk hidup dalam daging dan menomor duakan keinginan Roh! “Mereka yang hidup dalam daging, tidak mungkin berkenan kepada Allah.” (Roma 8:8). Kemudian, apakah kita sudah berkenan meluangkan waktu untuk berdoa bagi orang lain, untuk pemerintah, bangsa dan negara kita? Sudahkah kita menaikkan doa syafaat dan ucapan syukur buat orang lain, buat pemimpin-pemimpin kita? Hal ini pun penting untuk kita cermati, karena firman Tuhan berkata “Itulah yang baik dan yang berkenan kepada Allah, Juruselamat kita” (1 Timotius 2:3).

Lebih dari korban bakaran, Tuhan lebih menyukai kasih setia kita dan usaha kita untuk semakin jauh mengenal pribadiNya. Tuhan rindu untuk dapat bergaul karib dengan kita, dan seharusnya kita bisa menyikapi hal ini secara serius. Kepada kita yang menyenangkan hatiNya, yang berkenan di hadapanNya, Tuhan sudah menyatakan bahwa Dia tidak akan menahan-nahan berkatNya untuk tercurah. “Sebab TUHAN Allah adalah matahari dan perisai; kasih dan kemuliaan Ia berikan; Ia tidak menahan kebaikan dari orang yang hidup tidak bercela.” (Mazmur 84:11). Ini janji Tuhan kepada setiap anakNya yang selalu berusaha menyenangkan hatiNya semata-mata karena mengasihi Tuhan lebih dari segala sesuatu. Tuhan akan sangat senang jika kita menjadikan diriNya prioritas utama dalam hidup kita. Dia akan sangat bangga jika kita mempersembahkan ibadah sejati kita dengan mempersembahkan tubuh kita sendiri sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepadaNya. (Roma 12:1). Tetap percaya dan berpegang teguh kepadaNya dalam kondisi dan situasi seperti apapun. Selalu melakukan kehendakNya dengan sepenuh hati, tetap bersukacita dan bersyukur meski dalam kesesakan sekalipun, dan tentunya tidak sekali-kali menomorduakan apalagi meninggalkan Tuhan demi kepentingan sesaat. Hari ini mari kita sama-sama belajar untuk menyenangkan hati Bapa lebih dari sebelumnya.

Bukan korban sembelihan dan bakaran, tetapi kasih setia dari orang benar, itulah yang menyenangkan hatiNya

Follow us on twitter: http://twitter.com/dailyrho

Artikel lain yang banyak dibaca:

5 pencarian oleh pembaca:

  1. khotbah kristen tentangmenyenangkan hati Allah
Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: