Menyembah Yesus, Mengasihi sesama

menyembah tuhan

Jumat, 31 Oktober 2014

Flp. 1:1-11; Mzm. 111:1-2,3-4,5-6; Luk. 14:1-6.

“Diperbolehkankah menyembuhkan orang pada hari Sabat atau tidak?”

DALAM kontroversi tentang hari Sabat antara orang Farisi dan Yesus, kita belajar tentang karya kasih dan belaskasihan Allah yang tak pernah berhenti. Berbuat baik dan menyembuhkan tak boleh terhalang oleh Sabat.

Yesus menunjukkan bahwa hukum kasih mengatasi hukum sabat. Orang Farisi gagal dan memalsukan hukum Sabat melawan kehendak baik Allah. Mereka terjebak dalam legalisme yang antikasih.

Yesus menegur mereka dan mengajak kita bahwa Sabat berarti saat untuk mengenang dan merayakan kebaikan Tuhan. Hari untuk memuliakan Tuhan, karya dan penebusan-Nya. Bukan yang lain.

Dalam Adorasi Ekaristi Abadi, kita mengambil waktu untuk beristirahat dalam Yesus Tuhan hari Sabat. Kita menyembah Dia yang berkuasa untuk menyembuhkan dan membebaskan kita dari keangkuhan, kesesatan, ketidakpedulian dan prasangka. Mari kita menyembah-Nya dengan penuh iman hingga kita mampu mengasihi dan peduli kepada sesama setiap saat.

Tuhan Yesus Kristus, semoga kami selalu menyembah-Mu dalam Adorasi Abadi. Semoga kami menyembah-Mu pula dalam karya dan hidup kami pun dalam perjumpaan dengan sesama. Penuhilah kami dengam kasih-Mu sehingga kami pun setia melayani Engkau dan sesama, selamanya. Amin.

Pastoran Sanjaya Muntilan
»̶·̵̭̌·̵̭̌✽̤̈̊•Ɓέяќǎђ•Đǎlєm•✽̤̥̈̊·̵̭̌·̵̭̌«̶
“abdi Dalem palawija”
Majalah INSPIRASI, Lentera yang Membebaskan
Komisi Hubungan Antaragama dan Kepercayaan Keuskupan Agung Semarang

Kredit foto: Churchleaders

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: