Menyembah Yesus Kristus dan Menjamah Jumbai Jubah-Nya dan Sembuh

Senin, 8 Februari 2016
Pekan Biasa V
1Raj 8:1-7.9-13; Mzm 132:6-7.8-10; Mrk 6:53-56

… Ke mana pun Yesus pergi, ke desa-desa, ke kota-kota atau ke kampung-kampung, orang meletakkan orang-orang sakit di pasar pasar dan memohon kepada-Nya, supaya mereka diperkenankan hanya menjamah jumbai jubah-Nya saja. Dan semua orang yang menjamah-Nya menjadi sembuh.

PERTAMA-TAMA saya ucapkan “Happy Chinesse New Year” bagi Anda yang merayakannya. “Xin nian kua le. Gong xi fa cai. Shen ti jian kang. Wan shi ru yi. Nian nian you yu. Hong bao na lai?” Selamat Tahun Baru. Selalu dalam keadaan baik. Sehati senantiasa. Selalu dalam keberuntungan. Jangan lupa angpo-nya?”

Sekarang mari kita renungkan Injil yang diwartakan kepada kita pada hari ini. Dari Injil hari ini kita memiliki dasa iman dalam mengandalkan Yesus Kristus dalam kehidupan kita. Injil menyatakan kepada kita bahwa ketika Yesus Kristus turun dari perahu, seketika orang mengenali Dia dan mereka menjamah jubai jubah Yesus, dan semua yang menjamah-Nya menjadi sembuh.

Yesus Kristus memiliki daya kuasa dari Allah untuk menyembuhkan segala penyakit, luka dan dosa. Semua menjadi baik oleh-Nya. Ketika mereka menjamah jubah-Nya, mereka disembuhkan.

Hari ini pun, Yesus Kristus selalu siap untuk memenuhi kebutuhan kita pula. Saat kita mendekati Dia dengan penuh iman, Ia juga akan menyembuhkan kita. Kita memiliki pengalaman yang sama dalam Adorasi, terutama dalam prosesi Sakramen Mahakudus.

Dalam Adorasi Ekaristi Abadi, kita menyembah Yesus Kristus yang tidak pernah mengambil jarak untuk menjumpai kita dan memberikan berkat-Nya. Di sana kita berdoa dengan penuh iman bahwa Ia akan menunjukkan kepada kita hal-hal yang kita butuhkan untuk mengikuti-Nya dengan setia.

Tuhan Yesus Kristus, bantulah kami untuk mengenali kehadiran-Mu dalam hidup kami. Berilah kami mata iman untuk mengenali kehdarian-Mu dalam Sakramen Mahakudus dan merasakan daya kuasa-Mu yang menyembuhkan kami kini dan selamanya. Amin.

Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

avatar Imam diosesan (praja) Keuskupan Agung Semarang (KAS), Ketua Komisi Hubungan Antaragama KAS, dan melayani tugas pastoral di Paroki Ungaran, Kab. Semarang. Pernah menjabat Rektor Seminari Tinggi Sinaksak di Pematang Siantar, Sumatra Utara dan gemar memainkan saksofon.

Sumber Artikel Renungan Harian Katholik

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: